Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsMusim Kemarau 2022 DIY Diprakirakan Terjadi pada Bulan April hingga Agustus 2022

Musim Kemarau 2022 DIY Diprakirakan Terjadi pada Bulan April hingga Agustus 2022

bernasnews.com – Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas SP MSi mengatakan, awal musim kemarau 2022 DIY diprakirakan terjadi pada bulan April dasarian (satuan waktu meteorologi, yang lamanya sepuluh hari) II meliputi wilayah Kabupaten Kulon Progo bagian selatan, sebagian besar Bantul, Kota Yogyakarta bagian selatan dan Sleman bagian selatan.

Selain itu, pada bulan April dasarian III meliputi wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian selatan dan Bantul bagian timur. Selanjutnya, pada bulan Mei dasarian I meliputi Kabupaten Bantul bagian utara dan timur, Gunungkidul bagian utara, Sleman bagian timur dan sebagian besar Kota Yogyakarta.

Sementara pada bulan Mei dasarian II meliputi Kabupaten Sleman bagian barat, utara dan tengah, kemudian bulan Mei dasarian III meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian utara, Sleman bagian barat. Pada bulan Juni dasarian I meliputi wilayah Kabupaten Sleman bagian utara sekitar Puncak Gunung Merapi.

Dalam siaran pers yang diterima bernasnews.com pada Senin 28 Maret 2022, Reni Kraningtyas mengatakan, dari 8 Zona Musim (ZOM) di DIY, 37.5 persen diprakirakan akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2022, 50 persen diprakiraan akan berlangsung pada bulan Mei 2022 dan 12,5 persen diprakirakan terjadi pada bulan Juni 2022. “Awal musim kemarau 2022 DIY bervariasi dari maju 1 dasarian, sama hingga mundur 2 dasarian apabila dibandingkan secara rata-rata,” katanya.

Sementara itu, awal musim kemarau 2022 diprakirakan maju pada 2 ZOM (25 persen), sama pada 1 ZOM (12,5 persen) dan mundur pada,5 ZOM (62.5 persen).

Menurut Reni Kraningtyas, prakiraan musim kemarau 2022 di DIY tersebut sesuai dinamika atmosfer-laut terkini yakni El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dalam kondisi netral pada bulan April hingga Juni 2022. Kemudian, Indian Ocean Dipole (IOD) dalam keadaan netral, kondisi IOD netral-IOD Negatif diprakirakan terjadi pada April hingga Agustus 2022.

Sementara ngin Monsun Australia akan mulai aktif memasuki wilayah Indonesia pada bulan April 2022. Kondisi suhu muka air laut di perairan Selatan Pulau Jawa sepanjang bulan Mei hingga September 2022 diprakirakan menghangat berkisar +0.5°C hingga +1.0°C.

Dikatakan, sifat hujan selama musim kemarau 2022 di wilayah DIY paa umumnya diprakirakan Atas Normal (AN) kecuali Kabupaten Sleman bagian timur dan selatan, wilayah Bantul bagian timur dan Gunungkidul bagian utara diprakirakan dengan sifat hujan normal.

Sejumlah 7 ZOM (87,5 persen) diprakirakan akan mengalami kondisi musim kemarau dengan sifat hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 1 ZOM (12,5 persen) diprakirakan akan mengalami kondisi musim hujan normal (sama dengan rata-rata klimatologisnya). Puncak musim kemarau 2022 di seluruh wilayah DIY diprakirakan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2022.

Sementara 6 ZOM (75 persen) diprakirakan mengalami puncak musim Kemarau pada Agustus 2022 dan 2 ZOM (25 persen) diprakirakan mencapai Ppncak musim kemarau pada bulan Juli 2022. Panjang musim kemarau 2022 pada umumnya diprakirakan bervariasi antara 14 dasarian (40 hari) hingga 19 dasarian (190 hari).

Selain itu, 1 ZOM (12,5 persen) mengalami panjang musim kemarau sepanjang 14 dasarian, 2 ZOM (25 persen) sepanjang 15 dasarian, 1 ZOM (12,5 persen) sepanjang 16 dasarian, 3 ZOM (37,5 persen) sepanjang 17 dasarian dan 1 ZOM (12,5 persen) 19 dasarian.

Dengan kondisi tersebut, menurut Reni Kraningtyas, BMKG menghimbau pemerintah daerah, pengambil keputusan dan masyarakat luas agar lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments