Home News Museum Sonobudoyo Gelar Pameran Kesehatan: Wabah Semacam Covid-19 Pernah Terjadi Tahun 1918

Museum Sonobudoyo Gelar Pameran Kesehatan: Wabah Semacam Covid-19 Pernah Terjadi Tahun 1918

656
0
Pasangan wisatawan manca negara sedang mencuci tangan di depan Gedung Pameran Temporer (eks KONI), Jalan Pangurakan, Yogyakarta. Pemasangan tempat cuci tangan ini dalam rangka Pameran Kesehatan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sebagai bentuk kepedulian merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19), Museum Sonobudoyo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY, RSUP Dr. Sardjito, dan Polda DIY, menggelar pameran kesehatan tradisional dengan mengusung judul “Nanti Kita Cerita tentang Sehat Hari Ini”, tanggal 16-24 Maret 2020, pukul 09:00 – 21:00 WIB, di Gedung Pameran Temporer (eks KONI), Jalan Pangurakan, Yogyakarta.

Tamu yang hadir dalam acara pembukaan pameran Kesehatan Tradisional dengan tajuk “Nanti Kita Cerita tentang Sehat Hari Ini” , Senin (16/3/2020), di Gedung Pameran Temporer (eks KONI), Jalan Pangurakan, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP, MSi didampingi Kepala Museum Sonobudoyo Setyawan Sahli, SE, MM, dengan secara simbolis menabuh gamelan kenong, Senin (16/3/2020). Tampak hadir dalam acara itu, Ketua Barahmus DIY, Ki Bambang Widodo, S Pd, MPd, tamu undangan yang terdiri dari perwakilan Dinkes Kota Yogyakarta, Dinkes DIY, RSUP Dr. Sardjito, Polda DIY, Koramil, dan beberapa pengelola museum di Yogyakarta.

“Wabah semacam virus Corona yang menyebar ke seluruh dunia bukan hal yang pertama kali terjadi, pada tahun 1918 wabah Flu yang dikenal dengan Flu Sepanyol juga menjadi pandemi di seluruh dunia. Merespon isu-isu yang berkembang, Museum Negeri Sonobudoyo menyelenggarakan perannya sebagai institusi yang bertugas memberikan pengetahuan melalui koleksinya terkait kesehatan tradisional,” papar Setyawan Sahli dalam sambutannya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP, MSi (kiri) didampingi Kepala Museum Sonobudoyo Setyawan Sahli, SE, MM, menabuh gamelan kenong sebagai simbolis pembukaan pameran kesehatan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Museum Negeri Sonobudoyo menampilkan gambaran Flu Spanyol pada tahun 1918 dengan kejadian yang hampir sama dengan virus Corona saat ini. “Termasuk bagaimana masyarakat merespon dengan memanfaatkan jamu tradisional dan melakukan ritual-ritual tertentu. Sehingga dapat menambah khasanah keilmuan dan wawasan bagi masyarakat tentang kesehatan,” imbuh Setyawan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan, berkaitan dengan isu kewaspadaan terhadap Convid-19, bagaimana leluhur kita mempunyai cara yang berbeda bagaimana bicara tentang kesehatan. “ Dinas Kebudayaan DIY melalui museum negeri Sonobudoyo baru dapat memamerkan satu persen dari sejumlah 65.000 koleksinya. Pada pameran kali ini leluhur kita bicara tentang kesehatan,” ungkap Aris.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP, MSi bersama tamu undangan sedang menyaksikan karya patung orang dipasung bagian dari cara mengantisipasi sakit gangguan jiwa pada jaman dahulu. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pada hari pembukaan pameran itu, Museum Sonobudoyo juga menggelar acara Diskusi Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Polda DIY. Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi mengenai Convid-19, serta kampanye perilaku hidup bersih dan sehat. Termasuk gejala, penularan, pengobatan, pencegahan, kebijakan dan instruksi pemerintah, Rumah Sakit Rujukan, serta Hotline Information Covid-19.

Sementara Polda DIY melakukan sosialisasi terkait kesiapan pengamanan, penanganan hoax, maupun tindak lanjut kegiatan oknum yang menimbun masker, dengan tujuan meninimalisir kepanikan masyarakat terkait kewaspadaan Covid-19 atau lebih dikenal dengan sebutan virus Corona. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here