Home Pendidikan Museum SHK-SS Gelar Seminar Solusi Murni Holistik Kehidupan

Museum SHK-SS Gelar Seminar Solusi Murni Holistik Kehidupan

697
0
Redaktur Pelaksana JHK Yuni Budiastuti SE MBA (kanan) menerima potongan tumpeng dari Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd, Senin (30/11/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Museum “Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono” (SHK-SS) di bawah Yayasan Riyadhatul Ihsan menyelenggarakan Seminar Solusi Murni Holistik Kehidupan di Gedung Genius Idea Coworking & Office Space Jalan Magelang Yogyakarta, Senin (30/11 2020).

Seminar diselengarakan secara luring dan daring diiikuti 100 peserta, diawali peluncuran Jurnal Holistik Kehidupan (JHK) Vol 1/No.1/2020 berupa pembacaan Tajuk JHK karya R Ngt Susilawati Susmono oleh Bima Himawan R ST MM (Moderator) dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd.

Seminar menampilkan nara sumber di antaranyaDedi Luqman J Uton (Kepala Museum SHK-SS), Ki Bambang Widodo SPd MPd (Ketua Umum Barahmus DIY), Dr Elisa Anggraini STP MSc (Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauchid “Tunas Sejati” Jakarta).

Kepala Museum SHK-SS Dedi Luqman J Uton dan Budayawan R Bambang Nursinggih menerima JHK , Senin (30/11/2020). Foto : Istimewa

Kepala Museum Dedi Luqman J Uton mengatakan Museum SHK-SS diresmikan pada 24 Oktober 2020 oleh Gubernur DIY yang diwakili Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi SH MH berlokasi di Jalan Marto Suharjo No 123 Palagan Km 10,5 Bantarjo, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Pemilihan lokasi museum di Yogyakarta bukanlah suatu yang kebetulan karena Yogyakarta merupakan pusat budaya dan peradaban.Museum SHK-SS bersifat universal tidak memandang suku, ras maupun agama. Museum menyajikan koleksi sebanyak 4.630 buah karya R Ngt Susilawati, terdiri dari 463 karya intelektual, 14 karya tari, 40 karya kriya, 3.524 karya sastra, 43 lagu dan 546 karya lukis.

Ki Bambang Widodo menilai, sebagai lembaga ilmiah, Museum SHK-SS memiliki potensi untuk dapat dikembangkan sebagai laboratorium dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Benda-benda koleksi museum lengkap dengan informasi yang menyertainya dapat menjadi sumber bagi peserta didik dan mahasiswa dalam pengembangan pengetahuan khususnya holistik kehidupan.

Para narasumber foto bersama peserta seminar, Senin (30/11/2020). Foto : Istimewa

Ki Bambang Widodo berharap Museum SKH-SS menjadi ruang publik, pusat kegiatan seni budaya, olahraga, sosial kemasyarakatan, serta dapat dilengkali ruang perpustakaan, cafe, dan tempat sefi bagi pengunjung.

Sedangkan Dr Elisa Anggraeni mengemukakan, sebuah pendidikan holistik tidak dapat dilepaskan dari Tuhan YME. Sang Maha Pendidik memberi tuntunan dalam setiap diri, agar setiap diri mampu menjalankan amanahNya sebagai Khalifah.

Pendidikan holistik menempatkan Pemberi Kodrat sebagai Sang Maha Guru, kaum pendidik menuntun peserta didik untuk menyadari dan menggali kekuatan-kekuatan tersebut. lahir dan batin untuk berjuang, menggempur dan membangun karakternya. Pendidikan untuk mengasah kecerdasan akal, spiritual dan tentu saja tindakan. Jika berhasil menggali kekuatan tsb. pastilah muncul diri yang berkarakter.

Seminar dihadiri secara luring antara lain para Ketua Forum Komunikasi Museum Sleman-Bantul-Yogyakarta, Kepala Museum DIY, Wakil Dinas Pendidikan dan Budayawan dari Kab Sleman serta mahasiswa UNS Solo. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here