Home News Museum Monjali Berbagi

Museum Monjali Berbagi

338
0
Zaeni, mahasiswa anggota Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta memanjat pohon asam dan memetk buahnya di halaman Museum Monjali. Foto : Nanang Dwinarto

BERNASNEWS.COM – Memasuki musim kemarau tahun ini, pohon randu dan kapuk mulai berguguran. Begitu punya halnya dengan belasan pohon asem tua yang berada di sisi timur halaman Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali) berbuah cukup banyak.

Di masa pandemi ini, Museum Monjali bekerjasama dengan tim panjat Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta dan komunitas anak pemanjat pohon Jogja Adventure Kids (JAK) melakukan giat sosial. Kegiatan tersebut dengan memanjat pohon asem untuk memanen dengan perlengkapan panjat pohon (tree climbing).

Kemudian memasak dan mengemasnya menjadi wedang asem. Menurut rencana, kegiatan yang sarat makna edukasi anak dan kepedulian pada sesama ini akan berlangsung di Museum Monjali, Kamis (10/9/2020) mulai pukul 13.00 WIB.

Menurut Nanang Dwinarto, Manager Operasional Museum Monjali, Rabu (9/9/2020), wedang asem ini akan dibagikan gratis kepada para pengunjung Museum Monjali dan saudara-saudara kita yang bertugas dan yang masih berjuang ‘mengadu nasib’ di jalanan agar semua tetap sehat, kuat dan bakoh.

Pohon asem bagi masyarakat Jawa dikenal miliki makna ‘sengsem’ atau menyenangkan hati, senyum yang indah. Karenanya tak heran, banyak didapati pohon asem di sepanjang jalan-jalan di kota Jogja, halaman rumah, perkantoran dan juga di lingkungan keraton.

“Mengonsumsi wedang asem yang kaya vitamin C serta antioksidan ini, akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” kata Nanang.

Dikatakan, tahun 1986 pohon-pohon asem ini ditanam dalam jumlah banyak. Pohon yang menjulang tinggi dan berkanopi ini sudah berumur lebih dari 30 tahun. Dan Museum Monjali sudah sejak lama menyediakan ruang terbuka hijau sehingga burung-burung pun merasa aman dan nyaman membuat sarang di taman ini.

” Kami mengundang rekan-rekan jurnalis untuk meliput menikmati wedang asem dan membagikan kabar inspirasi ini pada masyarakat umum. Menyampaikan pesan bahwa hidup bersama harus dijaga. Dan mohon semua yang hadir ke Monjali mematuhi protokol kesehatan,” kata Nanang seraya mengajak siapa pun untuk menikmati wedang asam di Museum Monjali secara gratis. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here