Home News Museum Memorabilia Akmil di Kampus SMA BOSA Diresmikan

Museum Memorabilia Akmil di Kampus SMA BOSA Diresmikan

987
0
Salah satu alumnil Akmil angkatan pertama Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo menandatangani prasasti tanda diresmikannya Museum Memorabilia Akmil Angkatan Pertama dan Kedua disaksikan Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman, di Kampus SMA BOSA Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020) siang. Foto : Philipus Jehamuin/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Museum Memorabilia Akademi Militer (Akmil) di Kampus SMA BOPKRI I (BOSA) Kotabaru Yogyakarta diresmikan oleh Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman, Sabtu (22/2/2020) siang. Acara persemian Museum Memorabilia Akmil itu dihadiri salah satu alumnil Akmil angkatan pertama Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo dan Wakil Gubernur Akmil Magelang, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni dan sejumlah purnawirawan TNI dan ratusan tamu undangan lainnya.

Peresmian Museum Memorabilia Akmil angkatan pertama dan kedua ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman dan Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo mewakili Ikatan Keluarga Alumni Akmil angkatan pertama dilanjutkan dengan pemotongan buntal di pintu masuk museum Memorabilia Akmil tersebut.

Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman disaksikan salah satu alumni Akmil angkatan pertama Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo menandatangani prasasti tanda diresmikannya Museum Memorabilia Akmil Angkatan Pertama dan Kedua di Kampus SMA BOSA Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020) siang. Foto : Philipus Jehamuin/Bernasnews.com

Menurut Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, keberadaan Museum Memorabilia Akmil ini sangat penting untuk mengingatkan generasi muda bangsa bahwa cikal bakal Akmil adalah dari kampus SMA BOSA di Kotabaru Yogyakarta. Tempat itu dulu bukan hanya untuk pendidikan bagi taruna Akmil angkatan pertama dan kedua tapi juga praktik perang melawan penjajahan Belanda tahun 1945 sebelum Indonesia merdeka.

Ia pun sangat berterima kasih kepada Yayasan BOPKRI Yogyakarta yang dengan sukarela menyediakan tempat itu untuk menjadi Museum Memorabilia Akmil angkatan pertama dan kedua sehingga generasi muda bisa mengetahui dan mengenang sejarah awal berdirinya Akmil dari museum tersebut.

Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman bersama salah satu alumni Akmil angkatan pertama Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo dan Kepala SMA BOSA Drs Andar Rujito MH (kanan) mendengarkan penjelasan dari pencetus Memorabilia Akmil Indroyono (kiri) pada peresmian Museum Memorabilia Akmil Angkatan Pertama dan Kedua di Kampus SMA BOSA Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020) siang. Foto : Philipus Jehamuin/Bernasnews.com

Sementara Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengatakan, dengan persemian museum ini maka bertambahlah bukti-bukti sejarah bahwa di sinilah dulu Akmil dibentuk oleh Presiden Soekarno. “Dari sinilah cikal bakal kami yang kini menjabat di TNI AD,” kata Mayjen Dudung.

Dikatakan, keberadaan Museum Memorabilian ini sebaga simbol untuk menghormati dan mengabadikan perjuangan pendahulu sekaligus menambah motivasi bagi generasi muda bahwa lulusan Akmil angkatan pertama dan kedua berjuang untuk bangsa dan negara.

“Ini dulu sekolah zaman Belanda, kemudian Jepang masuk jadi kantor Jepang. Setelah ada perintah dari Oerip Soemoharjo kepada Samidjo agar mendirikan Militair Academie, namun Sumidjo bingung cari tempat, sarana dan prasarana tidak ada, lalu dapatlah gedung SMA BOSA ini. Dengan demikian, SMA BOSA bukan sekadar tempat sekolah tapi menjadi tempat bersejarah bagi Akmil maupun bangsa Indonesia,” kata Mayjen Dudung Abdurrahman.

Sementara Kepala SMA BOSA Drs Andar Rujito MH mengatakan, Museum Memorabilia Akmil yang menempati dua ruang yang cukup luas itu berisi dokumen awal perjalanan sejarah Akmil, khususnya angkatan pertama dan kedua. Keberadaan Museum Memorabilia Akmil ini untuk mengingatkan generasi muda bahwa sebelum dipindah ke Magelang, awal mulanya Akmil menempati beberapa ruang gedung Kampus SMA BOSA di Kotabaru Yogyakarta ini, baik sebagai tempat pendidikan maupun praktek pertempuran karena saat itu masih dalam masa perang melawan agresi militer Belanda

Gubernur Akmil Magelang Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman bersama salah satu alumni Akmil angkatan pertama Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo dan Kepala SMA BOSA Drs Andar Rujito MH mendengarkan penjelasan dari pencetus Memorabilia Akmil Indroyono (kiri) pada peresmian Museum Memorabilia Akmil Angkatan Pertama dan Kedua di Kampus SMA BOSA Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020) siang. Foto : Philipus Jehamuin/Bernasnews.com

Andar Rujito mengaku bahwa SMA BOSA menempati gedung lama yang dibangun pada zaman Belanda tahun 1922 dan menjadi cagar budaya. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini digunakan Jepang sebagai kantor, bahkan ada pertempuran di Kotabaru.

Setelah merdeka, maka Akmil didirikan pertama kali di Indonesia di gedung SMA BOSA sekaligus menjadi markas militer. Dengan demikian, Akmil di Mahelang merupakan kelanjutan dari SMA BOSA. Di SMA BOSA merupakan angkatan pertama dan kedua, sementara angkatan ketiga sebagian di BOSA dan sebagian lagi di Belanda. Dan baru angkatan IV sepenuhnya pindah ke Lembah Tidar Magelang.

Museum Memorabilia tersebut berisi foto-foto taruna Akmil angkatan pertama dan kedua, termasuk foto Presiden Ir Soekarno, Sultan HB X dan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang duduk di bawah pohon di tengah kompleks kampus SMA BOSA. “Akmil angkatan pertama dan kedua di SMA BOSA selain untuk tempat pendidikan juga sekaligus untuk praktik perang,” kata Andar Rujito.

Menurut Andar Rujito, banyak lulusan Akmil angkatan pertama dan kedua yang memegang peran penting di pemerintahan, seperti Susilo Sudarman, Wiyogo, Sayidiman, Subroto dan sebagainya.

Ide pendirian Museum Memorabilia ini muncul setelah melihat banyak yang datang ke bekas Akmil ini sekadar melihat, mengenal gedungnya saja dan sekadar jelajah wisata. Maka muncullah ide dari Indroyono, putra Susilo Sudarman, yang pernah menjadi Menteri di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo meski hanya sebentar dan sekarang menjadi penasihat kehormatan Menteri Pariwisata minta ruangan untuk membuat meseum.

Dari bincang-bincang itu, Andar Rujito menyambut baik dan siap memberikan ruangan yang dibutuhkan agar masyarakat tahu sejarah dan tidak merugikan SMA BOSA. Dan setelah melalui proses yang tidak terlalu panjang, maka akhirnya Museum Memorabilia Akmil ini diresmikan oleh Gubernur Akmil Mayjen Dudung AR.

“Bosa ikut terpanggil dan sadar betul bahwa gedung yang ditempati ini sangat bersejarah. Karena itu tidak elok kalau merasa seakan-akan hanya milik BOSA tapi ini milik masyarakat. Ruang dan gedung tetap milik BOSA bahkan disainnya dilakukan BOSA, sementara isinya milik Ikatan Alumni Akmil,” kata Andar Rujito. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here