Home Seni Budaya Museum jadi Ruang Publik untuk Mengembangkan Kreatifitas dan Memajukan Kebudayaan

Museum jadi Ruang Publik untuk Mengembangkan Kreatifitas dan Memajukan Kebudayaan

131
0
Peserta Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat terkait standar Pelayanan Museum Vredeburg, foto bersama usai acara, 26 Oktober 2021. Foto: Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Museum merupakan milik masyarakat yang berfungsi sebagai ruang publik dan ruang untuk memajukan kebudayaan. Karena itu, museum perlu ditata agar bisa menjadi tempat bagi masyarakat, komunitas seni atau sanggar untuk mengembangkan kreatifitas.

Hal itu disampaikan Kepala Museum Beteng Vredeburg Yogyakarta Drs Suharja dalam Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat terkait standar layanan di Beteng Vredeburg Yogyakarta, Selasa 26 Oktober 2021. Hadir dalam cara tersebut antara lain Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd, unsur dari akademisi, PHRI dan pemandu wisata.

Menyadari fungsi museum sebagai ruang publik untuk mengembangkan kreatifitas dan memajukan kebudayaan, maka menurut Suharja saat ini dilakukan revitalisasi halaman Museum Beteng Vredeburg menjadi taman hidup. Dan taman hidup tersebut sebagai ruang publik yang menjadi pelengkap Monumen SO 1 Maret.

Revitalitasi yang ditargetkan selesai pada bulan Desember 2021 itu akan membuat wajah depan Beteng Vredeburg menjadi lebih hidup karena disediakan panggung terbuka untuk masyarakat, komunitas seni dan sanggar untuk menampilkan hari kreasi seninya.

Menurut Suharja, selama pandemi Covid-19 Beteng Vredeburg sempat ditutup untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini berdampak pada hilangnya pemasukan dari tiket masuk dari pengunjung. Sementara di sisi lain biaya operasional seperti perawatan gedung meseum tetap berjalan.

Kepala Museum Beteng Vredeburg Drs Suharja (kanan depan) dalam Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat terkait standar Pelayanan Museum Vredeburg, 26 Oktober 2021. Foto: Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Namun, mulai 26 Oktober 2021 museum Beteng Vredeburg kembali dibuka untuk umum dengan kapasitas 25 persen. Menurut Suharja, dalam kondisi normal jumlah pengunjung Museum Beteng Vredeburg antara 1.500-2.000 per hari. Diharapkan setelah pandemi Covid-19 berkurang jumlah pengunjung bisa kembali normal bahkan bisa lebih setelah revitalisasi taman museum selesai.

Selain itu, pelayanan terhadap masyarakat semakin membaik sehingga semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke museum. Hal ini juga menjadi salah satu tujuan diadakannya Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat terkait standar pelayanan Museum Vredeburg untuk mendapatkan masukan dari masyarakat demi perbaikan dan peningkatan standar kualitas pelayanan.

Standar pelayanan tersebut terkait dengan kunjungan museum di masa pandemi, standar pelayanan kunjungan tamu, penggunan gedung, halaman dan Monumen SO 1 Maret di Museum Beteng Vredeburg dan Praktek Kerja Lapangan, Praktek Kerja Industri, magang dan penelitian siswa/mahasiswa. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here