Home News Mulai Tahun Ajaran 2020/2021, SMA BOSA Buka BOSA-AIS Educational Program

Mulai Tahun Ajaran 2020/2021, SMA BOSA Buka BOSA-AIS Educational Program

15821
0
Waka Humas dan Kerjasama SMA BOSA Yogyakarta Sartana (tengah) dan Waka Kurikulum SMA BOSA Yogyakarta Catharina Evita Aprilianti (ketiga dari kanan) bersama 5 guru SMA BOSA lainnya foto bersama Pimpinan Adelaide Intersational School, Adelaide, Australia di Adelaide, Australia Selatan beberapa waktu lalu. (Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta bekerja sama dengan Adelaide International School (AIS) Australia membuka program kelas pendidikan internasional dengan nama BOSA-AIS Educational Program mulai tahun ajaran 2020/2021 ini. Adelaide merupakan ibu kota dan kota terbesar di negara bagian South Australia atau Australia Selatan.

Menurut Kepala SMA BOSA Yogyakarta Drs Andar Rujito MH, dalam program pendidikan internasional itu, materi dan kurikulum menggunakan kurikulum internasional yang sudah berlaku dan diterapkan di Adelaide International School (AIS) selama ini, sementara tenaga pengajar atau guru adalah guru-guru SMA BOSA yang sudah memiliki sertifikat pembelajaran tingkat internasional di AIS sehingga memiliki kompetensi untuk menerapkan kurikulum South Australian Certification of Education (SACE) di kelasnya.

Suasana kelas yang nyaman, dengan pembelajaran yang berkualitas di Adelaide International School, Adelaide, Australia Selatan. Foto : Istimewa

Selain itu, proses belajar-mengajar selama 1,5 tahun pertama berlangsung di SMA BOSA Yogyakarta, sementara 1 tahun berikutnya hingga lulus berlangsung di Adelaide Inernational School, Adelaide, Australia Selatan. Ketika lulus, para peserta program akan mendapatkan dua ijasah atau double degree yakni satu dari SMA BOSA Yogyakarta dan satu lagi dari AIS.

“Dengan mengikuti atau lulus dari program tersebut maka peserta bisa langsung masuk ke perguruan tinggi bermutu internasional di luar negeri tanpa harus mengikuti program transisi atau adaptasi selama satu tahun seperti yang terjadi selama ini,” kata Andar Rujito kepada Bernasnews.com di Kampus SMA BOPKRI I Yogyakarta Jalan Wardani 2 Kotabaru Yogyakarta, Jumat (21/2/2020).

Guru-guru SMA BOSA Yogyakarta dengan serius mengikuti pelatihan pembelajaran internasional di kelas di Adelaide International School. Foto : Istimewa

Menurut Antonius Nico Suryadi, Guru Bahasa Indonesia SMA BOSA Yogyakarta yang mengikuti training dan telah mendapatkan SACE, dalam program ini peserta didik mendapatkan kemudahan, yakni pada semester I Juni-Desember 2020 kelas X peserta program mendapat pelajaran sesuai kurikulum nasional Indonesia, kemudian pada semester II Januari-Juni 2021 peserta program mendapat materi pelajaran kurikulum nasional Indonesia ditambah dengan kurikulum AIS Kelas XI, kemudian pada semester III bulan Juli-Desember 2021 mendapat materi pelajaran sesuai kurikulum AIS dan masih berlangsung di SMA BOSA Yogyakarta. Dan mulai Januari hingga Desember 2022, peserta didik mengikuti proses pembelajaran di AIS, Adelaide, Australia dan lulus pada bulan Desember 2022.

Pelatihan yang dilakukan secara intensif oleh guru profesional di Adelaide International School kepada guru-guru SMA BOSA
foto
:Istimewa

Dengan demikian, menurut Nico, mereka hanya menempuh pendidikan SMA selama 2,5 tahun, masing-masing 1,5 tahun berlangsung di SMA BOSA Yogyakarta dan 1 tahun di AIS, Adelaide, Australia. “Setelah lulus dari program tersebut mereka bisa langsung melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bermutu internasional di negara mana pun tanpa harus melalui program transisi atau adaptasi,” kata Nico.

Menurut Nico, program pendidikan internasional ini muncul setelah melihat selama ini banyak lulusan SMA BOSA yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di luar negeri seperti Singapura, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, Belanda, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya. Namun, sebelum kuliah di perguruan tinggi bermutu internasional di negara-negara tersebut, mereka harus mengikuti program transisi atau adaptasi dulu selama satu tahun. “Dan ini menghabiskan waktu dan biaya ratusan juta rupiah hanya untuk biaya selama masa transisi/adaptasi selama satu tahun, belum kuliah,” kata Nico.

Waka Humas dan Kerjasama SMA BOSA Yogyakarta Sartana (kiri) saat bertemu
dengan Anggota Parlemen South Australia sebagai dukungan kerjasama antara SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dan Adelaide International School. Foto : Istimewa

Karena itu, menurut Nico, dengan mengikuti BOSA-AIS Educational Program, mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri tidak perlu lagi mengikuti program transisi atau adaptasi tapi bisa langsung masuk perguruan tinggi bermutu internasional tersebut setelah lulus tes. Dengan demikian, akan menghemat waktu dan biaya.

“Bahkan mereka menempuh pendidikan SMA hanya dalam waktu 2,5 tahun,” kata Nico yang bersama 6 guru SMA BOSA Yogyakarta lainnya telah mengikuti training di AIS dan mendapatkan SACE dari Australia. Selain Nico, keenam Guru SMA BOSA yang sudah mengikuti training dan mendapatkan sertifikat pembelajaran internasional dari Australia atau SACE adalah Sartana (Guru dan Waka bidang Humas dan Kerjasama), Catharina Evita Aprilianti (Guru dan Waka Kurikulum), Andi Setyawan (Guru Fisika), Della Romora (Guru Bahasa Inggris), Yokhanan Ardika (Guru Matematika) dan Sutoyo (Guru Kimia).

Dan pada saat ini, menurut Nico, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta adalah perwakilan Adelaide Internasional School di Indonesia dan siap bekerjasama dengan berbagai lembaga, baik swasta dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, baik dalam bentuk pelatihan kurikulum, manajemen bahkan peningkatan kualitas SDM yang profesional.

Menurut Kepala SMA BOSA Yogyakarta Andar Rujito, pihaknya telah menyampaikan program tersebut kepada Dirjen Pendidikan Menengah, Kemendikbud, langsung di Jakarta dan mendapat sambutan positf dengan mendukung penuh program tersebut untuk segera direalisasikan.

Guru Bahasa Indonesia SMA BOSA Yogyakarta Antonius Nico Suryadi (kiri) ketika menerima sertifikat pelatihan pembelajaran Kurikulum SACE di Adelaide International School, Adelaide, Australia Selatan beberapa waktu lalu. Foto : Istimewa

“Kami sangat mendukung, apalagi sekolah swasta harus keratif dan inovatif dalam membuat program pembelajaran untuk menghasilkan lulusan berkualitas bertaraf internasional. Dan yang penting kerja sama itu harus dituangkan dalam MoU,” kata Dirjen Pendidikan Menengah, Kemendikbud RI Haris seperti dikutip Andar Rujito.

Dan dalam waktu dekat, menurut Andar Rujito, SMA BOSA Yogyakarta akan bertemu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY untuk melaporkan tentang program pelayanan pendidikan internasional tersebut.

Sudah Siap 90 Persen

Menurut Nico, SMA BOSA Yogyakarta sudah siap 90 persen untuk menyelenggarakan program tersebut, baik guru, fasilitas dan kurikulum. “Yang 10 persen tinggal menunggu siswa yang mendaftar. Kalau sudah ada yang mendaftar itu berarti program tersebut sudah 100 persen siap dijalankan,” kata Nico.

Bagian depan Gedung Kampus SMA BOPKRI I Yogyakarta yang didirikan tahun 1946 dipertahankan hingga kini. Mulai tahun ajaran 2020/2021 ini,SMA BOSA Yogyakarta membuka BOSA-AIS Educational Program untuk mewujudkan mutu pendidikan yang setara dengan pendidikan internasional. Selama ini SMA BOSA mempertahankan predikat sebagai
sekolah unggul, terpercaya dan berkelanjutan Foto : Istimewa

Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kerjasama SMA BOSA Sartana yang juga ikut training di AIS dan mendapatkan SACE. Dikatakan, program tersebut sudah siap dijalankan mulai tahun pelajaran 2020/2021 dengan target pertama 15 siswa/ siswi untuk satu kelas. Namun, bila peminatnya banyak maka kelas akan ditambah.

“Dan untuk mengikuti program tersebut tidak hanya siswa/siswi baru, tapi siswa/siswi yang duduk di kelas X sekarang pun bisa mengikuti program tersebut dengan memenuhi syarat yang ditetapkan,” kata Sartana.

Menurut Andar Rujito, program ini merupakan salah satu langkah cepat SMA BOSA Yogyakarta untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia sesuai visi dan misi Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim tentang merdeka belajar.

“Kalau melihat fenomena pendidikan di Indonesia, suka atau tidak suka, kita harus menerima bahwa pendidikan luar negeri lebih berkualitas daripada kita. Dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, SMA BOSA mencoba untuk mengambil langkah cepat agar pendidikan di SMA BOSA bisa sejajar dan diakui oleh dunia internasional,” kata Andar Rujito yang sukses memimpin SMA BOSA sejak tahun 2012 dengan sejumlah prestasi baik tingkat lokal, nasiona hingga internasional.

Menurut Andar Rujito, salah satu visi Pemda DIY adalah pada tahun 2025 Yogyakarta menjadi Kota Pendidikan Terkemuka di Asia Tenggara. Artinya, pendidikan terkemuka itu memang harus diakui oleh dunia internasional. Dan agar bisa diakui secara internasional, maka tidak bisa tidak, harus ada kerja sama dengan sekolah-sekolah bermutu internasional.

Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta Drs Andar Rujito MH. Foto : Istimewa

Dikatakan, kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim dengan beberapa terbosan baru seperti merdeka belajar mengisyaratkan bahwa sekolah benar-benar memiliki keleluasaan. Bahkan dengan tidak ada UAN maka ke depan sekolah betul-betul harus bertanggjawab terhadap masa depannya sendiri.

“Kreatifitas dan inovasi harus dilahirkan. Itulah hal-hal yang mendasari SMA BOSA menyelenggarakan program pendidikan internasional ini. Kemudian dari pemikiran itu, sejak beberapa tahun lalu SMA BOSA membangun kerja sama dengan sejumlah sekolah luar negeri seperti kerja sama dengan sekolah di Inggris, Belanda dan Australia. Bahkan dengan Inggris sudah 5 angkatan dan angkatan pertama sudah ada yang S2, padahal teman seangkatannya di Indonesia masih kuliah S1 semester V,” kata Andar Rujito mengenai keunggulan program kelas internasional tersebut.

Namun, bukan soal kecepatan belajar yang ditekankan tapi prospeknya yang sangat luar biasa karena bisa mengenyam pendidikan berkualitas di negara maju. Apalagi, ketika masih kuliah S1 saja di luar negeri, sudah ada tawaran bekerja dari berbagai negara. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here