Home News Mulai Kamis (26/3) Pukul 01.00 Wita Labuan Bajo Tertutup bagi Orang Luar

Mulai Kamis (26/3) Pukul 01.00 Wita Labuan Bajo Tertutup bagi Orang Luar

204
0
Wakil Bupati Manggarai Barat, Provinsi NTT Drh Maria Geong PhD (tengah). Foto : Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Terhitung mulai Kamis (26/3/2020) pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 atau selama 9 hari, wilayah Kabupaten Manggarai Barat pada umumnya dan Labuan Bajo pada khususnya, tertutup bagi semua orang dari dan menuju Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, baik melalui udara, darat dan laut. Namun, khusus kapal pengangkut logistik tetap beroperasi dan para driver diberi perlakuan khusus.

Dengan demikian, seluruh kapal penumpang termasuk kapal penyeberangan ferry ASDP, kapal penumpang Pelni dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup pengoperasiannya dalam tenggang waktu 9 hari, mulai Kamis (26/3/2020) pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020.

“Benar Pak, hanya untuk kapal penumpang logistik tetap beroperasi tapi driver diberi perlakuan khusus,” kata Drh Maria Geong PhD, Wakil Bupati Manggarai Barat, saat dikonfirmasi Bernasnews.com terkait surat yang ditandatanganinya perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI, tertanggal 25 Maret 202.

Dalam surat yang terdiri dari dua lembar itu, Wakil Bupati Manggarai Barat Drh Maria Geong PhD, mengatakan, Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat adalah pintu masuk utama menuju Pulau Flores dan Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah dengan populasi penduduk kurang lebih 256.000 jiwa. Dan apabila sejumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) benar-benar positif, maka akan mengancam penduduk Flores dan penduduk Nusa Tenggara Timur pada umumnya.

“Pada saat ini kurang lebih 256.000 penduduk Kabupaten Manggarai Barat sedang dalam ketakutan,” tulis Wakil Bupati Manggarai Barat dalam surat itu.

Dikatakan, karena Covid-19 belum dilaporkan, maka pemahaman tentang Covid-19 di kalangan masyarakat serta upaya-upaya mengatasinya masih sangat terbatas, sedangkan upaya Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sulit dilakukan karena sekolah dan beberapa instansi sudah diliburkan dibatasi melakukan pengumpulan massa.

Sementara itu, persediaan alat fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) dan fasilitas kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia (masih dalam proses pengadaan dan membutuhkan waktu).

Menurut Wakil Bupati Manggarai Barat, berdasarkan gambaran umum dan laporan situasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari tim medis rumah sakit yang mengatakan positif Covid-19 (dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap orang terinfeksi corona virus).

Sementara berdasarkan hasil pengamatan yang didapat per tanggal 18 Maret 2020 ada 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 dan sampai dengan tanggal 25 Maret 2020 terjadi lonjakan jumlahnya menjadi 31 orang (terjadi lonjakan/kenaikan kasus 442,86 persen dalam tenggang waktu 8 hari).

Dan semua orang/pasien dimaksud datang dari luar daerah tertular Covid-19 yaitu Denpasar, Jakarta dan Surabaya. Dan saat ini 2 orang di antaranya sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here