Home News MUKI Apresiasi Kapolri dan Jajarannya atas Penangkapan Pelaku Penistaan Agama

MUKI Apresiasi Kapolri dan Jajarannya atas Penangkapan Pelaku Penistaan Agama

113
0
urat Apresiasi SMUKI terhadap Kapolri dan jajarannya, Jumat (27/8/2021). Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) mengapresisi Kapolri dan jajarannya atas penangkapan pelaku ujaran kebencian dan penistaan/penodaan agama. MUKI menilai Polri telah bertindak adil dalam menegakkan hukum.

Apresiasi MUKI itu disampaikan dalam pernyataan yang ditandangani Ketu Umum MUKI Djasarmen Purba SH dan Sekjen MUKI Caesario Colondam, tertanggal 27 Agustus 2021, terkait penangkapan Muhammad Kace dan Yahya Waloni.

Muhammad Kace ditangkap di Badung Bali pada 24 Agustus 2021 sekitar pukul 19.30 Wita dan dua hari kemudian atau pada 26 Agustus 2021 sekitar pukul 17.00 Wib, Yahya Waloni ditangkap di Cibubur Jakarta.

Menurut MUKI, tindakan Polri yang bekerja sigap dan tidak diskriminatif membangun kepercayaan masyarakat. Semua warganegara bersamaan kedudukan di hadapan hukum. “Tindakan Polri yang adil itu yang kami tunggu-tunggu dan harapkan selama ini,” tulis MUKI.

(Baca juga: MUKI Minta Kapolri Tak Pandang Bulu Menindak Tegas Penistaan Agama)

MUKI juga mengharapkan agar Polri menjalankan proses yang seadil-adilnya dengan memberi kesempatan pembelaan diri bagi tersangka yang diduga melakukan ujaran kebencian dan penistaan agama. Menurut catatan MUKI, Yahya Waloni juga pernah menista simbol-simbol negara.

“Kami mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang adil dan berlanjut terus, tanpa membedakan agama yang dianutnya. Demikian Surat Apresiasi ini kami buat, berdasarkan Surat Pernyataan Sikap MUKI tanggal 25 Agustus 2021,” tulis MUKI.

Sebelumnya, pada 25 Agustus 2021, MUKI menyampaikan pernyataan sikap yang antara lain meminta Polri tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Sebab, ujaran kebencian dan penistaan agama sangat mengganggu dan dapat memecah-belah kebhinekaan dan persatuan Indonesia.

Menanggapi sikap MUKI tersebut, Anggota Pewarna DIY Kusuma menilai MUKI cukup sigap dalam memberi apresiasi kepada kepolisian. Namun, ia berharap jangan sampai kasus tersebut mengarah ke perseteruan terbuka (head to head) umat Kristen dan Muslim karena bisa nendorong rusaknya sendi-sendi persatuan dan kesatuan NKRI. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here