Home Pendidikan MTsN 3 Bantul Menorehkan Banyak Prestasi

MTsN 3 Bantul Menorehkan Banyak Prestasi

637
0
Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari S.Pd.SI foto bersama para guru di halaman sekolah tersebut. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Giriloyo merupakan sebuah dusun yang berada di bawah kaki perbukitan Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Suatu bukit yang terkenal sebagai tempat raja-raja kerajaan Mataram Islam dimakamkan. 

Giriloyo juga menyimpan warisan budaya yang luar biasa, di antaranya kerajinan batik orisinil dan wayang kulit. Di sinilah MTs Negeri 3 Bantul berada, sebuah madrasah tsanawiyah negeri yang berada di tengah-tengah desa wisata, sehingga mempunyai julukan madrasah hijau Giriloyo.

MTs Negeri 3 Bantul yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul menata lingkungan yang sejuk, hijau dan rindang agar kondusif untuk kegiatan pembelajaran. Dengan penataan lingkungan yang asri, seluruh civitas akademika madrasah hijau Giriloyo dapat melaksanakan tugas dengan baik, penuh semangat, di tengah suasana penuh kesejukan dan kenyamanan. Banyak siswa yang memanfaatkan suasana hijau dan rindang di madrasah mereka tercinta. Di tengah-tengah taman madrasah biasanya siswa melakukan kegiatan diskusi untuk mempersiapkan menerima torehan ilmu dari para guru, juga mengerjakan tugas bahkan membersiapkan diri menghadapi penilaian harian dan ujian.

Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari S.Pd.SI foto bersama para guru saat uji publik kurikulum internal MTsN 3 Bantul. Foto : Istimewa

Para guru MTs Negeri 3 Bantul kebanyakan berusia muda sehingga penuh semangat memberikan pembelajaran secara inovatif dan kreatif dengan harapan mendapatkan hasil prestasi akademik siswa yang membanggakan. Untuk membentuk karakter siswa yang berakhlaqul karimah dan penuh disiplin, madrasah menyelenggarakan ekstra wajib tonti serta pramuka untuk kelas VII. Dengan ekstra tonti, karakter disiplin terbentuk, tonti juga dapat dijadikan modal penting untuk mengikuti lomba di tingkat kabupaten. Pramuka dilakukan untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa. Mereka amat bangga menjadi anggota pramuka sebagai bekal kemandirian bagi dirinya untuk meraih masa depan yang gemilang.

Peserta didik MTs Negeri 3 Bantul mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Imogiri, sebagian Kecamatan Dlingo, Jetis dan Kecamatan Bantul. Peserta didik 70 didominasi lulusan SD dan sisanya dari MI. MTs Negeri 3 Bantul juga bekerjasama dengan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren di sekitar madrasah sebagai wujud kepedulian sosial dan lingkungan.

Saat ini jumlah pendidik dan tenaga kependidikan di MTs Negeri 3 Bantul mencukupi yaitu 32 guru dan 13 staf Tata Usaha. Guru berpendidikan S2 3 orang dan S1 30 orang. Sementara guru yang telah mengikuti sertifikasi 22 orang. Jadi, peribandingan jumlah pendidik dan peserta didik adalah 1:17.

Salah satu kelemahan pendidik dan tenaga kependidikan adalah rendahnya minat menulis dan melakukan penelitian, kurang menerapkan metode dan media yang bervariatif. Penguasaan IT sebagian guru dan staf Tata Usaha belum maksimal.

Madrasah memiliki 15 ruang kelas, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang perpustakaan, 2 ruang laboratorium komputer, 1 ruang UKS, 1 ruang aula/musala, 14 ruang kamar mandi/WC untuk siswa dan 2 ruang kamar mandi/WC untuk guru.  Sarana dan prasarana berupa ruangan dan perabot meja, kursi dan papan tulis sangat memadai. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan LCD di sebagian besar ruang kelas dan fasilitas hotspot area. Sedangkan sumber pelajaran berupa buku pelajaran dan referensi untuk siswa dan guru masih perlu ditingkatkan dan ditambah. Pembiayaan operasional madrasah didanai melalui dana BOS dan didukung oleh orangtua peserta didik melalui komite madrasah.

Rahma Salsabila (kanan), Siswi MTsN 3 Bantul yang meraih Juara 1 cabang atletik yaitu lari 800 m dan 1500 m POR Pelajar Kab Bantul tahun 2020. Foto : Istimewa

Kekuatan dari pengembangan program-program madrasah adalah adanya bantuan sumber dana dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (BOP sudah ada dalam satu tahun ini), dan komite madrasah dengan transparansi dalam penggunaan dana. Program-program unggulan madrasah antara lain salat Duha dan Zuhur berjamaah, membaca Asmaul Husna, pembiasaan membaca buku/literasi, program tahfidz, program peduli lingkungan berupa Sabtu bersih, program kedisiplinan siswa dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

Mengacu pada visi dan misi madrasah serta tujuan pendidikan nasional, tujuan umum pendidikan dasar, tujuan madrasah secara umum dalam mengembangkan pendidikan ini, maka tujuan madrasah adalah seluruh warga madrasah mampu melaksanakan salat fardu dan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu mampu membaca Alquran dengan baik dan benar, mampu menghapal minimal 1 juz, meningkatkan nilai rata-rata ujian nasional, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dan lulus 100 persen, menjuarai berbagai perlombaan di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional, mencapai target 20 kejuaraan dalam satu tahun, meningkatkan persentase siswa yang melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi, terlaksananya kegiatan pembelajaran dan bimbingan ekstrakurikuler yang menunjang prestasi nonakademik, terwujudnya lingkungan madrasah yang bersih dengan pengelolaan sampah organik dan anorganik, teriwujudnya kantin sehat bagi seluruh warga madrasah, serta terwujudnya warga madrasah yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

Prestasi madrasah

Prestasi yang dicapai madrasah baik prestasi madrasah, prestasi guru maupun prestasi siswa, baik akademik maupun nonakademik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berbagai di antaranya adalah Publikasi Award 2017. MTsN 3 Bantul mendapatkan surprise berupa Publikasi Award 2017 tingkat madrasah tsanawiyah DIY pada acara Gebyar Kerukunan Kanwil Kementerian Agama yang dihadiri Menteri Agama RI, 18 Desember 2017 di GOR UNY. Penghargaan dengan kriteria peringkat I Produktivitas Penulis Berita di website yogyakarta.kemenag.go.id itu mensyaratkan menulis berita terbanyak di web kemenag DIY tersebut. Lebih dari 100 berita telah ditorehkan di dunia maya Kemenag DIY oleh madrasah hijau Giriloyo itu selama tahun 2017.

Kemudian, Juara II Madrasah Hijau dan Rindang. Julukan sebagai madrasah hijau terbukti nyata kebenarannya dengan keberhasilan madrasah Giriloyo itu menjadi runner up penilaian tata ruang hijau dan rindang yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Selain itu, Runner Up PPU Antar MTs Se Kabupaten Bantul 2 tahun berturut-turut. Dalam mempersiapkan ujian nasional bagi para siswa kelas IX, MTsN 3 Bantul telah mengikuti PPU (Pemantapan Persiapan Ujian). Kegiatan ini dimasukkan sebagai agenda pokok dalam persiapan UNBK.

Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari S.Pd.SI (kanan) foto bersama salah seorang siswa yang berprestasi. Foto : Istimewa

Prestasi lainnya adalah Runner Up Volley Kemenag Bantul tahun 2018. Dua jagoan volly MTsN 3 Bantul yaitu guru olahraga Suwarji SPd dan pegawai madrasah Irfan beserta tim mewakili MTsN 3 Bantul menjadi runner up lomba volly dalam rangka HAB (Hari Amal Bakti) ke 73 Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Kepiawaian memainkan olahraga bola lewat tangan itu membuat keduanya diminta masuki tim utama volly Kemenag Bantul ke propinsi.

Dan Juara II Lomba Padus Antar Instansi Kemenag Kab Bantul tahun 2018. Even besar lomba Paduan Suara dan Yel yel yang wajib diikuti seluruh satker negeri di Kemenag Bantul untuk semua jenjang itu menjadi sebuah perhelatan akbar adu skill dan kemampuan berolah vokal dari 17 grup padus pada 19 Desember 2019. Dewan juri yang berasal dari ISI (Institut Seni Indonesia) dan Dispora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) menunjukkan bahwa lomba yang diadakan ini sangat profesional.

Tim paduan suara yang dibesut oleh Heni, sang pelatih, dan dipimpin oleh conductor Isti Bandini MPd ini tampil penuh semangat dan percaya diri membawakan Yel Yel Zona Integritas, lagu wajib Mars Korpri dan lagu pilihan Hymne Madrasah. Paduan vokal dari guru dan pegawai madrasah hijau Giriloyo itu nampak serasi dan enak didengar di bawah aba-aba penuh disiplin dan ketegasan dari sang conductor menghasilkan nilai yang tinggi sehingga saat diumumkan, Padus MTsN 3 Bantul dinyatakan meraih Juara II.

Prestasi guru

Siska Yuniarti adalah guru Bahasa Indonesia MTsN 3 Bantul yang banyak berprestasi di bidang karya sastra. “Truntum”, karya Siska, menjadi salah satu puisi pilihan dalam lomba baca puisi Festival Sastra UGM 2017. Dengan ditetapkan sebagai puisi pilihan, peserta lomba baca puisi yang digelar KMSI Fakultas Ilmu Budaya UGM ini dapat membacakan “Truntum” di hadapan dewan juri.

Madrasah hijau Giriloyojuga mewakilkan salah satu guru berprestasi, Siska Yuniati SPd, untuk mengikuti lomba ASN berbudaya kerja. Berkat kegigihan dan prestasi pada portofolio yang dimiliki guru Bahasa Indonesia itu, Siska meraih runner up sebagai ASN Berbudaya Kerja di lingkungan Kemenag Bantul. Siska mendapat penghargaan berupa piala dan sertifikat yang diserahkan langsung Kepala Kantor Kemenag Bantul Drs H Buchori Muslim M.Pd.I pada 8 Mei 2017 di Kantor Kemenag Bantul.

Kemudian pada tahun 2018, penilaian ASN berbudaya kerja telah diselesaikan dalam 3 bulan awal, sehingga pada April 2018, MTsN 3 Bantul melalui Isti Bandini MPd berhasil meraih juara 2 ASN berbudaya kerja, mempertahankan prestasi tahun sebelumnya yang juga meraih runner up.

Sementara Najib Ardhy Pratomo S.Pd, guru olahraga MTsN 3 Bantul yang menjadi salah satu duta tim futsal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul meraih emas dalam lomba futsal tingkat DIY dalam rangka HAB Hari Amal Bakti) ke 73 Kemenag. Pada 19 Desember 2018 menjadi hari penuh kerja keras bagi Najib karena di pagi hari harus membawakan yel yel untuk tim Padus MTsN 3 Bantul dan setelah itu langsung bertanding di even futsal DIY.

Dan dua jagoan volly MTsN 3 Bantul yaitu guru olahraga Suwarji S.Pd dan pegawai madrasah Irfan, maju ke final lomba volly dalam rangka HAB (Hari Amal Bakti) ke 73 Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Dengan kepiawaian memainkan olahraga bola lewat tangan itu,t keduanya diminta menjadi tim utama volly Kemenag Bantul maju ke propinsi. Walaupun Bantul belum berhasil menjuarai volly tingkat propinsi, tetapi peran dari Suwarji dan Irfan cukup diakui dan pada 12 Desember 2018, keduanya ikut mengantarkan Kemenag Bantul menjadi finalis lomba.

Prestasi siswa

Pada POR Pelajar Kabupaten Bantul 2017, siswa kembar yaitu Shofwan Ahmad Krisdinovo dan Shafri Ahmad Krisdinovo mempersembahkan dua emas dan satu perak pada pekan adu olahraga siswa SMP/MTs se kabupaten itu. Shofwan meraih juara I cabang atletik lari 400 m putra dan juara II atletik lari 100 m putra, sedangkan Shafri meraih juara I atletik lari 800 m putra.

Sementara Shofwan Ahmad Krisdinova, pada ajang Popda DIY, 30 April 2017, berhasil meraih perunggu atau menempati peringkat 3 dalam cabang atletik lari 800 meter antar siswa SMP/MTs se DIY. Shofwan yang sebelumnya menjuarai POR Pelajar tingkat kabupaten Bantul berhak mewakili Bantul dalam Popda DIY. Prestasi itu sangat membanggakan mengingat saingannya adalah semua sekolah setingkat SLTP di daerah istimewa ini.

Siswa MTsN 3 Bantul lainnya, yaitu Anwar Ibrahim, pada Ahad 30 April 2017 bersama tim sepak takraw Kabupaten Bantul maju ke Pop[da DIY dan berhasil merebut emas atau juara 1. Anwar tergabung dalam tim takraw kabupaten bersama siswa dari sekolah lain, namun prestasinya tetap membanggakan dan menjadi catatan emas bagi madrasah Giriloyo tersebut.

Sementara Erviyanti Sholihah, siswa MTsN 3 Bantul, ternyata sebuah mutiara yang tersimpan di madrasah hijau, berhasil menarik perhatian dewan juri dan merebut juara 1 lomba desain batik tingkat DIY. Ervi menerima anugerah piala dan uang pembinaan pada 20 Mei 2017 dalam puncak acara penganugerahan sayembara desain batik DIY. Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Primissima (Persero) Usmansyah Ak MM MSI CA.

Prestasi lainnya adalah seorang siswa MTsN 3 Bantul M Arif Maulana berprestasi di cabang olahraga sepak bola. Beberapa even daerah telah ia ikuti sejak kecil dan prestasi terbaik yang telah diraih yaitu mewakili DIY di even Liga Santri Nusantara tingkat nasional.

Dan pada akhir Maret, Arif bersama Tim SSB Persiba KU 16 mengikuti even bergengsi Liga Remaja Askab (Asosiasi Kabupaten) PSSI Bantul 2018. Prestasi yang diraih Arif tidak tanggung-tanggung dengan merebut juara III liga anak muda di Bantul itu.

Kemudian, MTsN 3 Bantul menjadi salah satu dari 6 sekolah atau madrasah di DIY yang lolos mengikuti PIRN ( Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yakni forum ilmiah remaja yang diselenggarakan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bekerjasama dengan pemerintah daerah tempat penyelenggaraan. Tiga siswa madrasah hijau Giriloyo masing-masing Dhuha Rizka Fadhila, Shofiyul Ashfiya Tanwirul Quluub dan Alin Musyafa di bawah besutan guru IPA sekaligus Waka Kurikulum MTsN 3 Bantul Puji Lestari SPd berhasil melampaui sekolah lain di Indonesia dan berhak mengikuti perkemahan ilmiah itu.

Sementara Daffa Ahnaf Mahaasin, siswa MTsN 3 Bantul yang menekuni bidang olahraga pencak silat, berhasil membuktikan potensinya dengan merebut runner up kejuaraan pencak silat pelajar SMP/MTs Kabupaten Bantul pada 20-23 Desember 2018 di komplek stadion Sultan Agung Bantul. Daffa merebut juara II pada kelas J antar siswa SMP/MTs se kabupaten Bantul.

Prestasi lainnya,Tiara Putri Iskandini siswa MTsN 3 Bantul, mampu meraih juara III Lomba Cerpen Kesejarahan antar siswa SMP/MTs di Kabupaten Bantul tahun 2018. Lomba literasi yang tergolong langka dan unik ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Tidak kalah hebat pembimbing Tiara yaitu Siska Yuniati SPd, guru Bahasa Indonesia MTsN 3 Bantul yang telah mampu memotivasi dan membimbing intensif Tiara menembus prestasi literasi diantara siswa SMP. (Isti Bandini, Waka Humas MTsN 3 Bantul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here