Home Pendidikan MSV Studio Badan Usaha Milik Amikom Ikuti Ajang Multi Content di Jepang

MSV Studio Badan Usaha Milik Amikom Ikuti Ajang Multi Content di Jepang

878
0
Prof Dr. M. Suyanto., MM (kanan) selaku Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta yang hadir mewakili MSV Studio dalam ACS 2019. (Foto: Dok. Humas Amikom)

BERNASNEWS.COM — Japan Foundation mengundang Badan Usaha Milik Universitas AMIKOM Yogyakarta , MSV Studio sebagai salah satu Perusahaan Animasi dari Asia Tenggara yang berpartisipasi dalam Japan Content Showcase (JCS) 2019. Gelaran JCS 2019 ini merupakan ajang multi-content market terbesar di Jepang, yang terdiri dari Tokyo International Film Festival (TIFFCOM) dan Tokyo International Anime Festival (TIAF), tanggal 22-24 Oktober 2019, di Sunshine City Convention Center (Ikebukuro), Jepang.

“Acara terbesar di Jepang yang mengeksplorasi “Multi-Content Market” seperti, Film, TV, Music, Anime, Games, dan Bidang Kreatif lainnya ini sendiri merupakan acara B2B, atau business to business yang melibatkan para pencipta konten dengan pembeli, investor, dan distributor untuk selanjutnya bisa menjadi pintu untuk investasi dan pengembangan project, ataupun distribusi film,” papar Kepala Humas Amikom Erick Hadi Saputra,S.Kom, M.Eng melalui keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019).

Prof Dr. M. Suyanto., MM selaku Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta yang hadir mewakili MSV Studio dalam ACS 2019 ini, banyak bertemu dengan banyak distributor ternama dari seluruh dunia, diantaranya, Adam Zehnet (Vice President Funimation), Andrew Ji-Yong Kim (President AK Entertainment Korea), Lyon Liew (Lead Technical Director Pixar Animation Studios), Chris Platt (Executive Assistant to CEO Eleven Arts US), Irene Wang (Creative Consultant Huace Group China).

“Dalam agenda dengan para distributor film kelas dunia tersebut, Prof. Suyanto, banyak membahas tentang bagaimana caranya agar film-film dari Indonesia, terutama yang saat ini dikembangkan oleh MSV  bisa didistribusikan di pasar film internasional,” jelas Erick.

Film Animasi, terutama yang berasal dari luar Jepang, menurutnya memang menjadi daya tarik tersendiri dalam Japan Content Showcase tersebut. “Karena saat ini industri animasi Jepang sedang melihat berbagai animasi atau anime yang memiliki gaya berbeda dari konten lokal di Jepang, baik dari sisi ide maupun penceritaan,” imbuhnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here