Home News Monumen Pelataran Selomartani Dipadati Ribuan Pengunjung

Monumen Pelataran Selomartani Dipadati Ribuan Pengunjung

578
0
Seorang warga berolahraga dengan sepeda onthel mampir di Monumen Pelataran Selomartani, Kecamatan Kalasan, Minggu (14/6/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Masyarakat seperti tidak sabar lagi untuk segera keluar dari belenggu virus Corona. Hal ini terbukti, ratusan bahkan ribuan warga memadati Monumen Pelataran di Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Minggu (14/6/2020) pagi, untuk berwisata atau sekadar mampir setelah berolahraga.

Ada yang berjalan kaki dari Dusun Karangmojo, Desa Purwomartan, Kecamatan Kalasan menyusuri jalan-jalan yang dikelilingi persawahan yang ditanami aneka tanaman pangan. Dan tidak sedikit pula yang menggunakan sepeda mengunjungi monumen sejarah pertempuran antara tentara Belanda dan Peleton Z yang menyebabkan 8 pejuang Indonesia, 5 di antaranya kadet atau taruna akademi militer, gugur dalam pertempuran itu.

Ratusan bahkan ribuan warga bersepeda maupun berjalan kaki mampir dan berkunjung ke Monumen Pelataran Selomartani, Kecamatan Kalasan, Minggu (14/6/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Selain sekadar mampir melepas lelah setelah melakukan perjalanan jauh dari kota, baik berjalan kaki maupun bersepeda, mereka juga menikmati udara segar di pagi hari dengan pemandangan sawah yang luas dan alam yang indah dengan latar belakang Gunung Merapi itu.

Dan kedatangan ribuan pengunjung yang sekadar mampir setelah berolahraga bersepeda maupun jalan kaki hatau memang bertujuan untuk berwisata ke Monumen Pelataran itu membawa berkah bagi penjual makanan dan minuman. Sebab, dagangan mereka laris manis. Para pengunjung tidak sekadar minum teh panas atau es teh yang dijual para pedagang yang merpakan warga setempat, juga menikmati makanan sepert nas pecel, ubi rebus, kacang rebus, jagung rebus, pisang rebus, gorengan dan sebagainya.

Sejumlah warga berjalan dan bersepeda menuju Monumen Pelataran Selomartani, Kecamatan Kalasan, Minggu (14/6/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Nikmat sekali rasanya. Sambil makan pecel dan minum teh panas, kita juga menikmati pemandangan alam yang indah di sini dengan udara yang sejuk,” kata FX Binarto, warga Dusun Karangmojo yang bersama istri dan tetangga berjalan kaki sekitar 10 kliometer pergi pulang Dusun Karangmojo, Desa Purwomartani ke Monumen Pelataran, Selomartan, Kalasan, Minggu (14/6/2020) pagi.

Dari pengamatan Bernasnews.com, hampir semua pengunjung baik anak-anak maupun orang dewasa mengenakan masker. Namun, karena banyaknya pengunjung dan tidak adanya petugas yang mengatur sehingga kerumunan massa dengan jarak berdekatan sulit dihindari. “Yang penting dengan keluarga atau teman yang sudah kenal tidak apa-apa berdekatan, tapi kalau dengan orang yang belum dikenal harus jaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19,” kata seorang pengunjung.

Sejumlah pedagang minuman dan makanan melayani pengunjung di Monumen Pelataran Selomartani, Minggu (14/6/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Hampir setiap hari, Monumen Pelataran ramai dikunjungi masyarakat baik sekadar mampir setelah berolahraga sepeda maupun jalan kaki, juga untuk tujuan wisata. Namun, meningkatnya pengunjung ke obyek wsata sejarah itu tidak diimbang dengan persediaan fasilitas umum yang memadai, seperti kamar mandi yang tampak sangat kotor.

“Seharusnya kamar mandi tempat-tempat seperti harus bersih. Bayar uran untuk kebersihan tidak apa-apa yang penting kamar mandinya bersih,” kata Lies Ratnawati, salah seorang pengunjung.

Seorang pesepeda melintasi jalan di persawahan menuju Monumen Pelataran, Minggu (14/6/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Saat ini di sisi utara monumen atau di seberang sungai juga disediakan aneka tempat bermain bagi anak-anak maupun dewasa. Hal ini membuat suasana Monumen Pelataran semakin ramai dikunjungi, terutama pada hari Sabtu dan Minggu atau pada hari-hari libur. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here