Home Opini Momen Gerakan Nasional BBI 2021

Momen Gerakan Nasional BBI 2021

425
0
Nur Rokhman SE MSi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta. Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM – Aku cinta anda cinta buatan Indonesia... Penggalan syair lagu ciptaan Sam Bimbo di era tahun 1980 ini masih relevan saat ini. Pada bulan Mei 2020 lalu Presiden Joko Widodo meresmikan Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia yang bertema Kita Bela Kita Beli.

Pada tahun 2021 ini Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dicanangkan kembali. Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021 dilakukan pada 11 Januari 2021 secara hybrid dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, diikuti di Bandara Soekarno-Hatta dan Yogyakarta International Airport (YIA) dengan tema Produk UMKM Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri.

Dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara pemerintah dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.

“Gerakan ini sebagai bentuk kampanye nasional dalam mendorong pelaku UMKM untuk go digital, serta lebih meningkatkan kehadiran produk-produk lokal yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi dengan memaksimalkan kearifan lokal sebagai ciri khas. Selain itu, Gernas BBI juga mendorong kita untuk untuk saling gotong-royong, gerak bersama dalam membangun pelaku usaha sektor ini dengan mencintai dan membeli produk-produk hasil UMKM.”

Di tingkat regional program sejenis sudah lama dicanangkan. Pemerintah DIY, misalnya, telah memberikan bagi rangsangan masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM, sebagaimana tertuang dalam SE Gubernur DIY Nomor 519/7669 tentang himbauan untuk pembelian produk-produk UMKM.

Dinas Koperasi dan UKM DIY mengoperasionalkan kebijakan tersebut dengan memberikan insentif maupun stimulus bagi UMKM terdampak Covid-19. UMKM yang menjadi mitra Dinas Koperasi UKM DIY, diberi fasilitasi bebas ongkos kirim, apabila produknya dibeli oleh konsumen.

Langkah ini, dibranding dengan SIBAKUL JOGJA free-ongkir, yang dimaksudkan produk-produk UMKM bisa mendapatkan pasar dengan konsumen, tanpa mendatangi atau bertransaksi secara konvensional, yang kesemuanya ditopang melalui sistem berbasis web.

Sebelumnya, SIBAKUL JOGJA sebenarnya merupakan sistem pendataan bagi koperasi dan UMKM, dikembangkan pada tahun 2019 untuk kemudian menjadi markethub untuk memasarkan produk-produk UMKM yang transasksinya dilakukan secara online.

Di tingkat kabupaten, sejak tahun 2013 Kabupaten Kulon Progo melalui program Bela Beli Kulon Progro mengembangkan batik Gebleg Renteng yang mampu menggeliatkan industri batik di Kulon Progo yang dikelola oleh keluarga dan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Langkah selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah bagaimana agar pencanangan gerakan nasional itu tidak hanya menjadi wacana namun mampu menggerakkan masyarakat tidak hanya bangga namun juga membeli produk UMKM sebagai produk dalam negeri.

Di masa  pandemi yang membatasi aktifitas secara fisik tidak menghalangi untuk terus mengedukasi masyarakat untuk bangga dan membeli produk dalam negeri. Salah satu strateginya adalah menggunakan teori AIDA yakni Attention, Interest, Desire dan Action to Buy dengan menggunakan fasilitas media sosial.

Agar mendapatkan attention maka Gernas BBI harus diinformasikan melalui berbagai media sosial agar masyarakat yang belum tahu dan yang sudah tahu semakin memperhatikan adanya gerakan tersebut. Agar interest meningkat, maka foto-foto   produk-produk UMKM bisa disertakan di dalam media soial dengan tampilan yang menarik diserrtai informasi produk.

Interest bisa menjadi desire apabila tagline berupa tema Gernas disertakan karena akan memunculkan ikatan emosional menggunakan produk dalam negeri. Agar menjadi sebuah tindakan, action to buy, pembelian secara online, pemerintah harus memfasilitasi pasar online seperti program PaDi UMKM atau Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang merupakan platform digital yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN, dan bersinergi dengan BUMN, Kementerian UMKM dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

Platform PaDi UMKM Pasar Digital UMKM dibentuk dengan tujuan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya BUMN.

Di tingkat propinsi program SI BAKUL yang dinisiasi Pemda DIY bisa dijadikan contoh dan inspirasi bagi pemda lain yang belum memiliki program dalam rangka Gerakan Bela Beli produk Indonesia yang sekaligus sebagai upaya mengembangkan UMKM tersebut. (Nur Rokhman SE MSi, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here