Home Opini Moeldoko Mengguncang Panggung Politik Indonesia

Moeldoko Mengguncang Panggung Politik Indonesia

483
0
Saiful Huda Ems, Lawyer dan Pemerhati Politik, mantan Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Berlin Jerman tahun 1994-1995

BERNASNEWS.COM – Mungkin dari sekian banyak figur politisi yang awalnya tidak terlalu diperhitungkan oleh para pengamat politik, Pak Moeldoko merupakan salah satunya. Biasanya politisi yang memiliki kans besar untuk menjadi Capres 2024 dan yang selalu disebut oleh para pengamat, hanyalah nama-nama yang sudah terlalu akrab di telinga masyarakat, seperti Prabowo, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan lain-lan.

Namun kali ini semua pemberitaan di media massa baik media mainstream cetak dan elektronik (surat kabar dan stasiun-stasiun TV) maupun media-media online selalu yang muncul adalah nama Pak Moeldoko. Beliau ini sangat fenomenal, nyaris menutup nama-nama politisi beken lainnya semenjak kira-kira di pertengahan atau akhir Januari 2021 ini.

Figur politisi Moeldoko begitu “sexy”, marketable, hingga semua media nampaknya merasa kurang asyik jika tak memberitakan soal figur Pak Moeldoko dan gebrakan politiknya yang mengguncang panggung politik Indonesia bahkan dunia. Karena itu jangan heran jika kemudian banyak pihak yang berusaha memunculkan namanya, entah itu dengan pemberitaan yang positif maupun negatif untuk beliau. Yang jelas saat ini banyak pamflet yang memadukan foto Pak Moeldoko dengan foto politisi tenar lainnya. Seperti artis yang sedang naik daun, nama Pak Moeldoko selalu menjadi bahan perbincangan publik. Luar biasa!

Mungkin karena Pak Moeldoko yang fenomenal itu dan yang menjadi harapan baru penerus kepemimpinan Pak Jokowi ke depan, yang terkenal memiliki jutaan penggemar, lawan-lawan politik Pak Moeldoko seperti SBY dibuat gusar, gundah gulana hingga tidak bisa tidur sampai pagi dan mengisi waktunya dengan menulis puisi curahan hati, setelah lelah berminggu-minggu ngamuk-ngamuk tak jelas juntrung dan arahnya di depan publik untuk mempertahankan kedudukan anaknya (AHY) di Partai Demokrat yang sedang goyah.

Mungkin pula karena fenomenalnya Pak Moeldoko, AHY harus menjadi Korlap aksi di jalanan, dan meneriakkan keresahannya, setelah ia dan bapaknya membuat resah kader-kader dan pendiri partainya sendiri, karena AHY dengan adik dan bapaknya membuat struktur kepengurusan partai mirip struktur jadwal piket kebersihan rumah tangga yang isinya semuanya dari kalangan isi rumah tangganya sendiri.

Publik tertawa terbahak-bahak melihat kenyataan struktur kepengurusan partai yang isinya didominasi satu keluarga itu, publikpun menjawab dengan jenaka ketika Annisa Pohan (istri AHY-red.) menulis cuitan di Twitter, “Apa singkatan “Perampas Partai Orang”? Lalu dijawab oleh para Netizen secara serentak,”Pepo !”.

Dan ketika hari-hari ini muncul berbagai pamflet yang menyudutkan nama Pak Moeldoko yang seolah-olah hendak dideklarasikan akan menjadi Cawapresnya Capres Puan Maharani, publikpun membuat balasan dengan membuat pamflet yang seolah-olah akan mendeklarasikan pasangan AHY-IBAS atau SBY-AHY untuk Capres-Cawapres 2024. Fenomenal, nama Pak Moeldoko sangat fenomenal!

Masihkah kalian ingat saat pertamakali Pak Moeldoko memposting meme fotonya di Facebook dengan tulisan, “Aku ngopi kenapa ada yang grogi?”

Kata-kata itu sekarang menjadi sangat populer, hingga setiap ada orang yang mau mengajak kita ngopi, kita atau orang itu akan bilang, “Nanti ada yang grogi”.

Begitulah Pak Moeldoko dengan langkah-langkah politik silentnya, mampu mengguncang panggung politik Indonesia bahkan dunia, hingga bintang empat yang pernah bersinar di kepala dan pundaknya, mampu menutup baliho-baliho besar Sang Mayor berjenggot yang selama ini merusak panorama kota-kota, serta mampu membuat Sang Mantan semakin baper dan selalu meminta belas kasihan mulai dari Presiden yang kerap dihinanya hingga rakyat. (Saiful Huda Ems, Lawyer dan Pemerhati Politik)


Jakarta, 19 Maret 2021.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here