Home Politik Moeldoko Dinilai Lecehkan Hak Warga dan Diduga Intervensi Ombudsman

Moeldoko Dinilai Lecehkan Hak Warga dan Diduga Intervensi Ombudsman

442
0
Aznil Tan (kiri), Koordinator Nasional Poros Benhil, salah satu kelompok relawan Jokowi. Foto : Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dinilai melecehkan hak warga dan diduga mengintervensi Lembaga Ombudsman RI. Hal itu dilakukan Moeldoko melalui pernyataannya di media yang menyebutkan bahwa orang yang melaporkannya ke Lembaga Ombudsman RI adalah sakit.

“Saya menyayangkan pernyataan Moeldoko yang mengatakan bahwa yang melaporkan dirinya ke Lembag Ombudsman RI adalah orang yang sakit. Pernyataan itu sudah merendahkan harkat martabat saya sebagai warga negara,” kata Azmil Tan, seorang warga yang mengadukan KSP Moeldoko ke Lembaga Ombudsman RI, Selasa (25/2/2020) lalu, karena diduga telah melakukan praktik KKN dalam merekrut 13 penasihat senior KSP, dalam pernyataan tertulis kepada media massa, termasuk Bernasnews.com, Jumat (28/2/2020).

Menurut Azmil, seharusnya seorang pejabat publik, apalagi berada dalam lingkungan Istana Negara, menjaga ucapannya dan menghormati tatanan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Apalagi salah satu tugas KSP adalah komunikasi politik Presiden dan Wakil Presiden. “Pernyataan KSP menjadi representasi pernyataan istana,” kata Azmil dalam keterangannya.

Aznil (ketiga dari kiri) saat diwawancara wartawan di Kantor Ombudsman RI, Senin 25/2/2020). Foto : Istimewa

Aznil pun mengingatkan Moeldoko bahwa Ombudsman adalah lembaga negara yang bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan organik dengan lembaga negara dan instansi pemerintahan lainnya. Dan dalam menjalankan tugas dan wewenang bebas dari campur tangan kekuasaan lainnya.

Selain itu, Ombudsman didirikan sebagai lembaga mengawasi perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian baik bagi masyarakat umum maupun perseorangan.

Aznil (48) (tengah), warga yang berdomisili di Jalan Taman Surya 5 Blok PP1 No 1B Lt 02 Kel Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat 11830, menunjukkan surat laporan terhadap Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Kantor Ombudsman RI, Senin (25/2/2020). Foto : Istimewa

“Kata “sakit” dan “merasa KSP” dalam pernyataan Moeldoko tersebut patut diduga mengandung unsur intervensi ke Ombudsman dan atau membangun persepsi publik bahwa saya orang mengalami “sakit” dan “merasa KSP” sehingga tidak usah ditanggapi,” tuturnya.

Seharusnya, menurut Azmil, Moeldoko menghormati Ombudsman untuk bekerja dengan menguji, memeriksa dan memutuskan laporan yang disampaikan masyarakat. Bukan malah melontarkan pernyataan yang tidak menghormati hukum.

Aznil pun mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya. Meskipun secara pribadi ia memaafkan penghinaan, fitnah dan merendahkan harkat martabat yang telah dilakukan Moeldoko terhadap dirinya.

“Pada saat ini, saya fokus pada laporan saya ke Ombudsman RI yang saya sampaikan pada 25 Februari 2020 perihal laporan penyalahgunaan wewenang pengangkatan 13 penasehat senior KSP dan dugaan praktik nepotisme,” kata Aznil Tan.

Sebelumnya, pada Selasa (25/2/2020), Aznil melaporkan Moeldoko terkait dua hal ke Ombudsman. Laporan itu terkait pembentukan 13 penasihat senior KSP dan dugaan praktik nepotisme merekrut anaknya sebagai tenaga profesional KSP. Aznil menyertakan bukti-bukti dalam laporannya berupa ucapan-ucapan dan informasi di media.

Menanggapi laporan Azmil ke Ombudsman tersebut, Moeldoko seperti dikutip dari pemberian detik.com, Rabu (26/2/2020) dengan mengatakan tidak usah ditanggapi orang sakit. “Nggak usah ditanggapin, orang sakit tanggepin ngapain,” kata Moeldoko di kompleks Istana, Jakarta seperti dikutip detik.com.

Sementara dikutip dari media kumparan.com, Rabu (26/2/2020), Moeldoko menanggapinya dengan menyuruh wartawan menanyakan kepada orang merasa KSP. “Ya tanya dia aja yang merasa KSP. Ngapain dipusingin,” ucap Moeldoko, Rabu (26/2/2020). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here