Home Opini Model Pembelajaran Berbasis Proyek Mempermudah Belajar Siswa di Masa Pandemi

Model Pembelajaran Berbasis Proyek Mempermudah Belajar Siswa di Masa Pandemi

1164
0
Bagus Aji Herwidianto S.Kom, Guru SMK Negeri 5 Yogyakarta, Email: [email protected]

BERNASNEWS.COM –Dampak dari meluasnya penyebaran virus corona atau Corona Virus Disease (Covid) -19 tidak hanya merambah sektor ekonomi tetapi juga aktivitas pendidikan sehingga diberlakukannya pembelajarandalam jaringan (PJJ) atau online atau pembelajaran jarak jauh. Hampir seluruh institusi pendidikan harus mengubah model pembelajaran dari tatap muka langsung (offline) menuju online, termasuk di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Yogyakarta.

Dalam pembelajaran jarak jauh pengajar bisa menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek (project based learning). Dalam pembelajaran tatap muka, biasanya dilakukan secara berkelompok atau berkolaborasi antar peserta didik. Akan tetapi pada masa pembelajaran jarak jauh kolaborasi bisa dilakukan antara peserta didik dan orangtua atau keluarga sehingga terjadi keterlibatan pengajar, peserta didik dan orangtua.

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek (based learning) : penyampaian tujuan pembelajaran berbasis proyek : Pertama, pengajar memetakan kompetensi dasar yang sesuai untuk satu proyek penugasan, menyusun skenario pembelajaran, menentukan platform yang digunakan untuk menjembatani pembelajaran dalam jaringan, seperti WAG, LMS Moodle, Google Classroom dan lain sebagainya.

Kedua, menyiapkan tema proyek yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi lingkungan sekitar berdasarkan kompetensi dasar yang sedang dipelajari. Ketiga, pembuatan jadwal pelaksanaan proyek dan deadline pengumpulan tugas proyek. Keempat, pembuatan job sheet proyek oleh pengajar.

Kelima, peserta didik melaksanakan pengamatan dan percobaan sesuai dengan job sheet proyek yang telah disiapkan pengajar dan membuat laporan proyek. 

Dan keenam, bersama peserta didik pengajar melakukan evaluasi dan refleksi terhadap hasil laporan proyek siswa yang dipresentasikan bisa melalui zoom, meet, webex atau media video conference lainnya.

Manfaat dari pembelajaran berbasis proyek ini adalah pengajar memperoleh tiga penilaian kognitif dalam satu tugas proyek yaitu nilai praktik, proyek dan portofolio. Di samping itu juga bisa menilai sikap (karakter) dan ketrampilan. Proses belajar dilakukan dengan mengedepankan interaksi dan komunikasi yang positif antara pengajar, peserta didik dan orang tua.

Peserta didik menjadi lebih berkembang karena semua pembelajaran terfokus pada cara peserta didik dalam mengeksplor masalah dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi dengan cara mereka sendiri. Bekerja dengan cara mereka sendiri akan menimbulkan rasa tanggung jawab atas apa yang mereka pelajari dalam mencari solusi.  (Bagus Aji Herwidianto S.Kom, Guru SMK Negeri 5 Yogyakarta, Email: [email protected])



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here