Home News Mitigasi Resiko Menekan Kerugian Perusahaan

Mitigasi Resiko Menekan Kerugian Perusahaan

82
0
Sela Handayani (kanan), mahasiswi Magister Teknik Industri FTI UII, saat memberi penjelasan kepada wartawan di Kampus FTI UII, Senin (13/5/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com
Sela Handayani (kanan), mahasiswi Magister Teknik Industri FTI UII, saat memberi penjelasan kepada wartawan di Kampus FTI UII, Senin (13/5/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Untuk meningkatkan efisiensi dan menekan kerugian, setiap perusahaan diharapkan melakukan mitigasi resiko. Dengan melakukan mitigasi resiko, maka perusahaanbisa mencegah kerugian dan dalam waktu yang sama dapat meningkatkan efisiensi.

Perusahaan yang tidak menyadari sumber risiko keberlanjutan akan mengalami kerugian besar bahkan bisa bangkrut alias gulung tikar. Untuk itu diperlukan strategi mitigasi resiko berkelanjutan untuk mencegah atau meminimalisir kerugian yang dialami.

Hal itu disampaikan Sela Handayani, Mahasiswa Magister Teknik Industri FTI UII kepada wartawan di Kampus FTI UII, Senin (13/5/2019), terkait hasil penelitian yang dilakukan di perusahaan manufaktur, PT YPTI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam penelitian untuk tesis berjudul ‘Perancangan Mitigasi Risiko Berkelanjutan pada Perusahaan Manufaktur’ yang dilaksanakan Januari-Maret 2019 dengan Dr Ir Elisa Kusrini MT CPIM CSCP, Dosen Magister Teknik Industri yang juga pakar Supply Chain Management (SCM) itu, Sela mengatakan bahwa penelitian dilakukan untuk merancang strategi mitigasi risiko keberlanjutan yang paling efektif dalam menangani sumber risiko yang terjadi pada PT YPTI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode FMEA untuk indentifikasi kejadian dan sumber risiko dan HOR untuk menganalisis dan merancang aksi mitigasi risiko.

Dari penelitian itu, menurut Sela, diperoleh 14 kejadian risiko dan 39 sumber risiko di perusahaan dengan menggunakan metode FMEA. Sementara bila menggunakan metode HOR, diperoleh 15 aksi mitigasi untuk risiko keberlanjutan yang diprioritaskan, di antaranya dengan pendidikan dan pelatihan tentang penggunaan energi yang ramah lingkungan pada perusahaan PT YPTI Yogyakarta.

Menurut Sela, dari aspek biaya mitigasi resiko lebih murah. Total biaya yang dikeluarkan untuk aksi mitigasi risiko sebesar Rp 809,500 juta, sedangkan kerugian perusahaan apabila tidak menerapkan aksi mitigasi sebesar Rp 940 juta. “Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi besaran biaya mitigasi risiko, antara lain dengan cara angsuran per bulan atau per tahun sesuai dengan prioritas aksi mitigasi risiko,” kata Sela. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here