Home Opini Mewujudkan Kedaulatan dan Kemerdekaan Digital

Mewujudkan Kedaulatan dan Kemerdekaan Digital

233
0
Dr. Jumadi, SE, MM, Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram, Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Penjajahan secara fisik oleh penjajah bagi bangsa Indonesia saat ini memang sudah tidak ada karena kemerdekaan secara fisik sudah berakir sejak dikumandangkan naskah proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 atau 76 tahun yang lalu.

Setelah 76 tahun Indonesia mengalami kemerdekaan secara fisik, telah terjadi perubahan yang signifikan juga secara fisik pembangunan mulai nampak jelas di depan mata, namun dari sisi non fisik masih perlu kita pertanyakaan arti kemerdekaan itu sendiri. Apakah kita sebagai bangsa ini sudah merdeka dalam arti yang lebih luas? Misalnya kemerdekaan dalam ekonomi, kemerdekaan dalam berpikir dan berpendapat, serta kedaulatan dan kemerdekaan digital.

Revolusi Indutri 4.0 merubah segala aspek kehidupan terutama dalam berkomunikasi, yang tercermin dalam penggunaan media internet, tahun 2021 ini penggunaan internat di Indonesia telah mencapai angka 202,6 juta yang merupakan jumlah yang cukup besar dari total penduduk Indonesia saat ini 274,9 juta jiwa.

Saat ini pengguna internet di Indonesia tidak hanya sebatas kalangan pelajar dan mahasiswa saja namun sudah merambah kalangan rumah tangga, termasuk di dalamnya adalah Ibu-ibu rumah tangga. Hal ini juga di picu oleh aadanya pandemic Covid-19 menyebabkan hampir aktivitias aktivitas dilakukan secara daring.

Aktivtas daring dengan menggunakan internet dan media sosial mengakibatkan perolehan informasi dari berbagai arah dan sumber, yang isinya bisa bermuatan negative dan positif. Hal ini jika dalam penggunaan media ini tidak bijak maka akan dapat menyebkan permasalah baru bagi bangsa. Salah satu yang muncul adalah ancaman bagi bangsa akibat penggunan media internet atau media sosial adalah masalah kedaulatan dan kemerdekaan gital. Negara akan mengalami masalah kedaulatan digital, karena belum dapat mengendalikan penggunaan internet dan media social secara langsung.

Saat ini masyarakat masih bebas dalam menggunakan aplikasi dan media social yang berpotensi untuk memunculkan masalah gangguan keamaan dan ganguan lainnya yang dapat mengancam kemerdekaan asasi dan kedaulatan negara. Oleh karena itu penggunan media internet dan media social lainnya termasuk aplikasi perlu diatur dengan membuat regulasi yang dapat digunakan untuk memberikan kepastian terhadap kedaulatan negara.

Negara kita dapat mendapatkan Kedaulatan digital jika negara dapat berkuasa sepenuhnya terhadap konten maupun peredaran informasi di dunia internet atau media social yang digunakan oleh warga negaranya, namun negara juga harus menjaga kemerdekaan digital bagi warga negaranya. Penting untuk diagarisbawahi adalah bahwa masyarakat juga harus memperhatikan kemerdekaan digital bagi masyarakat yang lain, kemerdekaan adalah hak asasi namun hak asasi juga di batasi oleh asasi orang lain.

Oleh karena itu dalam mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan digital maka membuat regulasi yang bijak dan aktivitas yang berempati dalam ruang digital merupakan hal penting yang perlu dilakukan. (Dr. Jumadi, SE, MM, Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram, Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here