Home Seni Budaya Metode Seni Tari Ki Hadjar Dewantara Diangkat jadi Tema Seni FKY 2019

Metode Seni Tari Ki Hadjar Dewantara Diangkat jadi Tema Seni FKY 2019

87
0
Para pengunjung melihat aneka karya seni rupa yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo, Senin (8/7/2019). Foto : Istimewa
Para pengunjung melihat aneka karya seni rupa yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo, Senin (8/7/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Nama Ki Hadjar Dewantara sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pendiri Perguruan Nasional Tamansiswa yang diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional ini mengenalkan slogan-slogan pendidikan seperti Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani.

Dan ide-ide pendidikan Ki Hajar Dewantara tidak hanya dituangkan dalam slogan tersebut. Ia memiliki metode lain dan salah satu metode pendidikan yang kemudian diangkat menjadi tema gelaran seni dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 (FKY 2019) ad wirama, wirasa dan wiraga.

Wirama, wirasa dan wiraga lebih dikenal dalam metode seni tari. Masing-masing istilah tersebut bermakna keteraturan, keindahan dan kelembutan. Ki Hajar Dewantara membentuk metode tersebut dalam bidang pendidikan bukan untuk mendidik anak menjadi seniman, namun ia ingin menghidupkan dan mengembangkan penghayatan estetis peserta didik. Sebab melalui seni, pelajaran mengenai etika, norma dan perilaku dapat diajarkan dan lebih dihayati. Ketiga elemen tersebut akan membentuk peserta didik menjadi insan seutuhnya dan siap membangun bangsa dan negara.

Pameran seni rupa Wirama resmi dimulai pada 8 Juni 2019, di Museum Sonobudoyo sebagai salah satu rangkaian acara penyemarak FKY 2019. Foto : Official Dok FKY 2019

Metode tersebut dimanifestasikan dalam gelaran seni yang dimulai Senin (8/7/2019) hingga hari penutupan FKY 2019 pad 21 Juli 2019 mendatang. Sejalan dengan tema besar FKY 2019, yaitu Mulanira, melalui gelaran seni tersebut masyarakat diajak untuk menilik kembali peninggalan berharga Ki Hajar Dewantara yang masih sangat relevan untuk diterapkan pada masa kini.

Program ini hadir sebagai upaya untuk memaknai ulang prinsip Wirama, sebuah pendekatan dalam praktik dan pemaknaan seni di Yogyakarta. Beberapa pertanyaan yang hadir dalam keseharian seperti produktivitas, budaya serba cepat dan alon-alon waton kelakon serta ritme kehidupan kota dimunculkan sebagai suatu bentuk dialog dalam wujud pameran seni rupa.

Wirama

Pameran Wirama sendiri dibuka Senin (8/7/2019) pukul 16.00 WIB di di Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan Yogyakarta. Pameran seni rupa FKY 2019 ini berlangsung hingga 16 Juli 2019 dan setiap hari dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Selain pameran, program Wirama juga menghadirkan tur pameran pada Jumat (12/7) dan Sabtu (13/7) pukul 15.00. Selain itu, ada kunjungan ke studio seniman, yaitu studio milik Nasirun dan Dyan Anggraeni. Kunjungan diadakan pada hari Minggu (14/7/2019) pukul 10.00 WIB.

Wiraga

Sementara Alun-alun Kidul sebagai sebuah situs publik yang bersejarah selalu menjadi ruang pertemuan yang unik dan dapat terus dimaknai sesuai konteks zamannya. Berangkat dari hal itu, program Wiraga ingin menghadirkan bagaimana pertemuan budaya tradisi dan budaya massa dalam ruang yang cair.

Aktivasi program Wiraga yang berupa instalasi seni publik mobil kayuh digelar bersamaan dengan Pagelaran Wayang Kulit di Sasana Hinggil Dwi Abad, Senin (8/7/2019) pukul 19.00 WIB. Pameran seni instalasi publik yang merupakan hasil kolaborasi dengan Paguyuban Mobil Kayuh ini menitikberatkan pada kebudayaan tradisional aksara Jawa yang ditampilkan dengan unsur kebudayaan kontemporer melalui medium rupa dan cahaya. Program Wiraga berlangsung hingga 21 Juli 2019 di Alun-Alun Kidul.

Wirasa

Dengan memaknai ulang metode pendidikan Sariswara yang telah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, program ini akan menghadirkan proses belajar melalui seni. Pengetahuan yang terkandung dalam lagu-lagu yang pernah dituliskan dalam metode Sariswara akan ditembangkan ulang dengan cara yang berbeda. Dengan melibatkan praktisi musik yang memiliki karakter khas dalam masing-masing praktiknya, program ini akan menyuguhkan rangkaian proses belajar maupun hasil atas proses tersebut, sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus oleh publik secara luas.

Dengan demikian, program Wirasa fokus pada musik dan komposisinya. Program ini meliputi Lokakarya Komposisi Musik yang berlangsung di Museum Dewantara Kirti Griya, Jalan Taman Siswa no 25 Wirogunan Mergangsan mulai 8 Juli hinggal 15 Juli, pukul 12.00-17.00 WIB. Peserta lokakarya diajak untuk menggubah komposisi Kinanthi Sandhung dengan berbagai genre music, atau menciptakan lagu dolanan anak. Hasil dari lokakarya akan dihadirkan dalam Konser bertajuk Sari Swara yang berlangsung di Pendopo Taman Siswa, pada 16 Juli 2019 pukul 19.00 WIB. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here