Metamorfosis M. Adam Ishak Tokoh Masyarakat Tulang Bawang dan Mesuji yang Membanggakan

    3699
    0
    M. Adam Ishak Tokoh Masyarakat Tulang Bawang dan Mesuji, Lampung. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UWM Yogyakarta)

    BERNASNEWS.COM — Mengamati rekam jejak seseorang tentu saja bukan dengan waktu sebentar. Hal inilah yang pantas diapresiasikan untuk sosok M.Adam Ishak. Ia dapat dikatakan sebagai figur yang cukup mulia karena mendidikasikan hidupnya untuk kepentingan banyak orang, khususnya pada masyarakat kelas menengah ke bawah yang tidak luput dari perhatiannya.

    Keluarga Besar M. Adam Ishak foto bersama usai merayakan lebaran Idul Fitri 1441 H di rumah saja. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

    Hampir disetiap sudut jalan di daerah Tulang Bawang dan Mesuji, Lampung tidak ada yang tidak mengenalnya. Di balik nama besar tersebut, tentu ada segelintir perjalanan panjang yang menjadi saksi bisu kepopuleran dan kedarmawanan yang disandangnya sampai hari ini.

    Berangkat dari latar-belakang keluarga yang amat sederhana, menjadikan Adam sapaan akrab M. Adam Ishak, sebagai salah satu aktor yang ikut membangun perekonomian masyarakat setempat dengan caranya sendiri. Selain itu, memulai bisnis dari nol dan menjalankannya dengan tekun, tidak disangka membuat Adam yang juga saat ini menjadi seorang pengusaha sukses di bidang kuliner, armada transport hasil bumi, dan perkebunan.

    M. Adam Ishak bersama krua armada transportasi hasil bumi yang dimiliki. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

    Adam telah memiliki karyawan aktif kurang lebih sebanyak 105 orang. Ada identitas dan keunikan yang tercermin dari kebiasaannya. Jauh dari kesan kemewahan bahkan sering kali Adam “mengemas” dirinya hanya dengan menggunakan sandal jepit, celana pendek dan baju kaos biasa. Ya itulah potret Adam yang sesungguhnya.

    Baik buruknya masa lalu setiap orang adalah alasan utama yang dapat dijadikan penguat untuk menata lembaran masa depan yang lebih kemilau. Besar di jalanan dan hanya bertamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) saja, justru membuatnya dapat beradaptasi di lapangan dengan berjuta pengalaman yang menghasilkan beragam pemikiran intelektual layaknya seorang akademisi.

    Penyerahan bantuan kepada warga yang terdampak COVID-19 secara ekonomi tidak luput dari perhatian M. Adam Ishak. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

    Sebagai putra daerah, Adam pun menjadi tokoh masyarakat setempat yang harmonis dalam menjalin relasi dengan semua pihak dan sering kali terlibat pada banyak kegiatan sosial. NKRI harga mati adalah semboyan yang sering dipaparkan Adam karena cintanya terhadap negeri ini.

    M. Adam Ishak (kanan) melakukan koordinasi dengan aparat setempat dalam ikut peduli COVID-19. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

    Pada realita yang ada, juga terlihat pada anak-anak M. Adam Ishak yang tumbuh dan berkembang menjadi orang yang rendah hati, humble, dan mau bekerja keras untuk mencapai segala keinginannya dengan tidak memanfaatkan kondisi yang dimiliki sang ayah.

    Serta merta tidak mau mencontoh orang lain, Adam pun bertekad agar dirinya bisa dijadikan percontohan bagi yang lain dan hal tersebut sudah terwujud dengan segenap rangkaian perjuangannya selama ini.

    Dalam menyalurkan bantuan terkadang M. Adam Ishak (nomor 3 kiri) ikut terjun langsung ke tempat warga. (Foto: Kiriman Dyaloka Puspita Ningrum)

    Kebersamaan orang-orang di sekitar yang harus berkumpul dan meninggalkan sejenak rutinitas yang ada, terutama pada beberapa moment seperti, Tahun Baru, Lebaran, dan Hari Kemerdekaan RI setiap tahunnya, adalah ciri khas yang selalu tampak dan tidak bisa dihilangkan dari seorang M. Adam Ishak dalam mempererat tali kekeluargaan, serta ikatan kerja kepada para anggota kelompoknya. (Kiriman: Dyaloka Puspita Ningrum, SI Kom, MI Kom, Wakil Dekan 2 FISIPOL Universitas Widya Mataram (UWM) dan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UWM Yogyakarta)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here