Meskipun Sarana APD Terbatas, Tim Relawan KPSY Kelurahan Panembahan Tetap Semangat Giat Kemanusiaan

    159
    0
    Relawan dari Komunitas Panembahan Semanak Yogyakarta (KPSY) dalam keterbatasan sarana prasarana APD tetap semangat giat kemanusiaan, Kamis (29/4/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

    BERNASNEWS.COM — Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia dan Kota Yogyakarta tentunya. Selain disiplin diri dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes), jaga kesehatan dan imunitas tubuh. Juga tidak menafikan peran para relawan baik dari tingkat pusat, daerah, kota hingga relawan tingkat kampung dalam perannya dalam memutus rantai Covid-19.

    Salah satunya adalah Tim Relawan dari Komunitas Panembahan Semanak Yogyakarta (KPSY) yang selama pandemi ini lakukan penyemprotan disinfektan maupun giat kemanusiaan di Wilayah Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Meskipun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Tim Relawan KPSY bisa dikatakan terbatas namun tidak menjadikan kendala dalam giat kemanusiaan khususnya terkait Covid-19.

    Tim Relawan KPSY khusus pelaksana penyemprotan rumah warga yang terpapar Covid-19 sedang melakukan persiapan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    Ketua KPSY Erwin Arya Ramadhan kepada Bernasnews.com, Kamis (29/4/2021), di sela-sela giat penyemprotan rumah warga yang terpapar Covid-19 mengatakan, bahwa sebagai relawan merasa bangga bisa membantu masyarakat dan pemerintah dalam hal ikut berperan penanganan pandemi Covid-19 ini.

    “Dukanya hampir tidak ada, mungkin hanya sarana dan prasarana yang sesuai SOP belum terfasilitasi oleh pemerintah. Pengadaan sarana prasarana saat ini kami mandiri menggunakan dana urunan dari anggota KPSY,” ujar Erwin Arya Ramadhan.

    Dikatakan Erwin, Tim Relawan KPSY yang menangani penyemprotan disinfektan khusus rumah warga yang terpapar Covid-19 baru ada 3 orang (Erwin, Wandha, Adi Marutha). Ketiganya sempat mendapatkan pelatihan, teori dan praktek oleh BPBD Kota Yogyakarta di Kemantren Kraton. “Sebenarnya teman-teman yang ingin ikut berpartisipasi cukup banyak karena belum ada pelatihan lagi dari institusi yang berwenang jadi belum berani melibatkan. Karena penanganan yang khusus ini resiko tertularnya cukup tinggi,” ungkapnya.

    Tim Relawan KPSY saat melakukan penyemprotan disinfektan di dalam rumah warga yang terpapar Covid-19, Kamis (29/ 4/ 2021), di Wilayah Kelurahan Panmbahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    Tim Relawan KPSY baru memiliki Alat Perisai Diri (APD) yang tidak sesuai SOP, lanjut Erwin, seperti Hazmat,, Repirator, Latex, Kacamata dan Sepatu. “APD yang dimiliki sangat terbatas dan hanya diperbolehkan digunakan untuk satu orang satu APD alias tidak bisa bergantian pakainya. Hal ini mengacu kepada ketentuan SOP Penanganan Covid-19 dari BPBD Kota Yogyakarta,” imbuh Erwin.

    Seperti diketahui KPSY yang kepengurusan secara resmi dibetuk pada tanggal 5 Juli 2020 ini, selama pandemi telah menangani 15 rumah warga yang terpapar Covid-19, selain berupa penyemprotan disinfektan secara khusus di dalam rumah warga terpapar. Juga membantu dalam tata laksana bantuan kemanusiaan di Wilayah Kelurahan Panembahan, yang terbagi dalam 5 wilayah kampung, Kampung Gamelan, Kampung Langenastran, Kampung Panembahan, Kampung Mangunegaran dan Kampung Suryoputran. (ted)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here