Home News Meski Usia Telah Senja, Sidik Tak Ingin Berhenti Melukis

Meski Usia Telah Senja, Sidik Tak Ingin Berhenti Melukis

225
0
Pelukis R. Sidik W. Martowidjojo menggelar pameran bertajuk Sidikscape, di Pit Mabuk Art Venue, Yogyakarta. (Feva/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Usia tak menghalangi seseorang untuk berkarya. Begitulah yang dilakukan pelukis R. Sidik W. Martowidjojo. Terbaru, dirinya menggelar pameran tunggal.

Bertajuk Sidikscape, Sidik memajang total 18 karya dalam pameran ini di Pit Mabuk Art Venue. Pameran ini akan dibuka pada 7, Agustus 2021 mendatang dan sementara dibatasi lantaran di masa pandemi Covid-19.

Kuss Indarto, Kurator Seni Rupa dalam pameran Sidikscape ini menjelaskan dari 18 karya yang dipajang, 16 diantaranya dibuat di atas media kertas dengan cat air. Sementara 2 lainnya dilukis di atas kanvas dengan cat minyak.

Pelukis R. Sidik W. Martowidjojo (kanan) bersama Kuss Indarto, Kurator Seni Rupa dalam pameran Sidikscape. (Feva/ Bernasnews.com)

Ia mengatakan butuh proses cukup panjang menyeleksi sekitar 300 karya untuk akhirnya dipilih menjadi 18 lukisan saja yang dipajang.

“Tahun pembuatan karya dalam kurun waktu 2002 hingga 2021. Kami menyeleksi sekitar 300 karya di studio. Kami mengejar waktu namun tidak mengesampingkan kualitas,” ujar Kuss, Rabu (4/7/2021).

“Karakter karya kami bingkai dengan judul Sidikscape. Ini semacam plesetan semacam upaya meneguhkan ciri Pak Sidik dengan lanscape,” imbuhnya.

Sementara itu Sidik sebagai pelukis di pameran tunggal ini mengatakan bahwa yang dipilih ialah lukisan abstrak. Pria yang berkecimpung di dunia lukis sejak usia 50 tahun itu mengatakan, bahwa lukisan abstrak ini bukanlah yang dikatakan tanpa konsep.

Pelukis R. Sidik W. Martowidjojo saat menyampaikan sambutan. (Feva/ Bernasnews.com)

Pria yang pernah menggelar beberapa pameran di luar negeri termasuk di Louvre Prancis itu mengatakan butuh proses panjang dari dirinya bergerak dari arah lukisan realis ke abstrak.

Di awal dirinya melukis, ia masih menggunakan gaya realis dimana gambar begitu real, menggambarkan tampak jelas. Baginya, kini gaya abstrak yang ditekuninya bukan tanpa maksud.

“Mulai dengan realis hingga sampai abstraksi itu prosesnya panjang dan ada filosofi, bahwa Allah menciptakan alam tidak dengan blue print tapi dengan beragam,” ujar Sidik.

“Abstrak bukan asal coret tapi semua dibuat dengan konsep yang matang,” tegasnya.

Memasuki usia senja, Sidik mengaku masih tidak ingin berhenti untuk melukis. Ia mengatakan bahwa ada bagian yang kurang dalam dirinya jika ia berhenti berkarya.

“Saya kalau nggak ngelukis kayak ada yang kurang. Saya masih muda, baru 84 tahun. Satu hari nggak ngelukis kayak ada kurang,” katanya.

Lewat pameran tunggal Sidikscape ini, ia punya harapan agar anak muda semakin berani untuk berkarya dan tetap memiliki semangat untuk menghasilkan karya.”Saya ingin memberi semangat pada yang muda supaya niat berkarya sesuatu yang berguna untuk sesama,” pungkas Sidik. (Feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here