Home News Meski Kasus Covid-19 Sudah Turun, Penerapan PPKM Berlanjut hingga 20 September

Meski Kasus Covid-19 Sudah Turun, Penerapan PPKM Berlanjut hingga 20 September

112
0
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan.Foto:Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Meski kasus positif, kasus aktif dan angka kematian Covid-19 sudah turun jauh, bahkan hampir semua daerah sudah turun status PPKM ke level 3, namun penerapan PPKM di Jawa-Bali tetap berlanjut hingga 20 September 2021. Sebab, PPKM menjadi alat pengendali bagi masyarakat agar tidak lepas kontrol dan mengabaikan prokol kesehatan yang mengakibatkan kasus naik lagi.

Menurut Menko bidang Marvest Luhut Binsar Pandjaitan, penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan. Hal ini ditandai dengan semakin banyak daerah turun ke level 3 PPKM. Bahkan seluruh Pulau Jawa-Bali, pada periode 6-13 September 2021 berhasil turun ke PPKM Level 3.

Secara rinci Luhut menyebutkan bahwa dari 11 kota dan kabupaten yang pada minggu lalu berada di Level 4 PPKM, mulai Senin 13 September 2021, ada 8 kabupaten dan kota yang turun ke level 3. Semua ini merupakan hasil kerja sama semua pihak yang bersama-sama berusaha menjaga kondusivitas pemberlakuan PPKM.

Dalam keterangan pers mengenai perkembangan PPKM secara virtul dari Jakarta, Senin (13/9/2021) malam, Menko Marves mengatakan bahwa dari hasil evaluasi penerapan PPKM periode 6-13 September, perkembangan kasus Covid-19 secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hal ini terlihat dari tren kasus konfirmasi nasional yang terus menurun.

Dikatakan, tren penurunan kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9 persen dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncak pada 15 Juli lalu dengan angka kasus positif harian mencapai 56.000 lebih. Sementara pada hari Senin, 13 September 2021, kasus positif hanya 2.577, sementara kasus sebuh cukup tinggi mencapai 12.474 kasus sehingga kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan secara nasional per 13 September 2021 berada di bawah 100 ribu.

“Saya kira ini suatu progres yang sangat menggembirakan,” ujar Luhut dikutip Bernasnews.com dari laman covid19.go.id yang diunggah pada Senin, 13 September 2021 malam.

Meski demikian, Menko Marves mengingatkan masyarakat agar perkembangan positif penanganan kasus Covid-19 di Jawa-Bali ini tidak menurunkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kecepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan dengan dukungan aplikasi PeduliLindungi harus terus dan tetap ditingkatkan.

Menurut Luhut, euforia dan ketidakwaspadaan bisa memicu kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19. “Ini early warning juga pada kita. Pada sisi lain turun, tapi ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Jadi kita semua harus hati-hati, jangan kita nanti kembali pada sebelum tanggal 15 Juli,” tegas Luhut Pandjaitan.

Dikatakan, seiring dengan kondisi Covid-19 yang semakin baik dan implementasi protokol kesehatan serta penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, pada PPKM periode 14 hingga 20 September di Jawa-Bali, pemerintah melakukan pelonggaran dan pengetatan aktivitas masyarakat.

Beberapa bentuk pelonggaran tersebut, pertama, pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota Level 3 dan Level 2, namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan yang ketat. Hanya kategori hijaulah yang dapat masuk area bioskop.

Kedua, pemerintah mendorong peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan PeduliLindungi pada lokasi-lokasi industri yang belum dilakukan secara maksimal. “Jadi Kementerian Perindustrian, (Kementerian) Perdagangan, dan semua diajak bersama-sama mengatasi ini,” kata Luhut.

Ketiga, penambahan lokasi tempat wisata di level yang dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan implementasi PeduliLindungi pada kota-kota Level 3. “Penerapan ganjil-genap akan diberlakukan pada daerah-daerah tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 siang sampai dengan Minggu pukul 18.00,” kata Luhut.

Dan keempat, pemerintah melakukan pengetatan persyaratan perjalanan internasional dari luar negeri. Pelaku perjalanan antara lain harus sudah divaksinasi penuh, melakukan tes PCR sebanyak 3 kali dan melakukan karantina selama 8 hari. “Masuk dari udara hanya melalui Cengkareng dan Manado. Sedang Bali kita pertimbangkan untuk bisa jalan, kita akan lihat 1-2 minggu ke depan,” kata Menko Luhut Pandjaitan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here