Home News Meski Kasus Covid-19 Sudah Menurun, PPKM Tetap Diperpanjang

Meski Kasus Covid-19 Sudah Menurun, PPKM Tetap Diperpanjang

45
0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ekon.go.id

BERNASNEWS.COM – Meski kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif dan meninggal dunia sudah turun, bahkan tidak ada kabupaten/kota yang berada di level 3 dan 4, namun penerapan PPKM tetap diperpanjang hingga 22 November 2021. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta Pusat, Senin (15/11/2021) sore, berdasarkan asesmen mingguan situasi Covid-19 sudah tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang berada di level asesmen 3 dan 4. Sementara itu, sebanyak 25 provinsi berada di level 2 dan 2 provinsi di level asesmen 1.

“Kabupaten/kota yang berada di level 4 sudah nol, sedangkan yang level 3 ada 5 kabupaten/kota, yaitu Tana Tidung, Gayo, Gayo Lues, Sorong, Subulussalam dan Teluk Bintuni. Sementara yang berada di level 2 ada 207 kabupaten/kota dan di level 1 174 kabupaten/kota),” kata Airlangga Hartarto dikutip Bernasnews.com dari laman covid19.go.id, Selasa 16 November 2021.

Menurut Airlangga Hartarto, kasus konfirmasi harian dan jumlah kasus aktif juga secara konsisten terus menurun baik di Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali. Secara nasional, kasus aktif per 15 November 2021 tinggal 8.522 kasus atau 0,2 persen dari kasus positif. Sementara kasus positif harian pada 15 November 2021 sangat rendah yakni 221 orang.

“Kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali 135 kasus, dengan rata-rata 7 hari adalah 117 kasus dan tren penurunan konsisten,” ujar Airlangga Hartarto.

Dsebutkan kasus aktif di luar Jawa-Bali per 14 November sebanyak 4.339 kasus atau 0,31 persen dari kasus nasional, sudah turun 98,0 persen dari puncak kasus aktif luar Jawa-Bali per 6 Agustus 2021.

Sementara tingkat kesembuhan 96,57 persen dan tingkat kematian sebesar 3,12 persen. “Angka reproduction rate (Rt) sudah di bawah 1. Kalimantan 0,98 Sumatra 0,96, Maluku di angka 1, Papua 0,98, Nusa Tenggara 0,98, dan Sulawesi di 0,95,” kata Airlangga.

Khusus level asesmen situasi di 5 kabupaten/kota penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, menurut Airlangga, seluruhnya berada pada level asesmen 1. Sedangkan target capaian vaksinasi saat penyelenggaraan World Superbike mencapai 70 persen untuk dosis pertama.“Sekarang hanya Lombok Timur yang cakupan vaksinasi dosis pertama 68,99 persen, sisanya sudah 70 persen,” ujar Airlangga. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here