Home News Merajut Kebersaman Melalui Rekoleksi, Ziarah dan Rekreasi

Merajut Kebersaman Melalui Rekoleksi, Ziarah dan Rekreasi

626
0
Umat Katolik Lingkungan St Fransiskus Xaverius Ambarukmo, Paroki St Yohanes Rasul Pringwulung foto bersama sebelum memulai kegiatan rekoleksi, ziarah dan rekreasi di tempat rekreasi outbond Dolan Ndeso di Boro, Desa Banjarsari, Kecamatan, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Minggu (13/1/2020). Foto : Anton Sumarjana

BERNASNEWS.COM – Tak kurang dari 70 umat Katolik Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius Ambarukmo, Paroki St Yohanes Rasul Pringwulung mengikuti rekoleksi, ziarah dan rekreasi, Minggu (12/1/2020). Rekoleksi dengan tema “Menjadi Manusia yang Mempunyai Daya Ubah (transformatif)” berlangsung di tempat rekreasi outbond Dolan Ndeso di Boro, Desa Banjarsari, Kecamatan, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Ketua Lingkungan FX Ambarukmo Ny V Titik Waluyanti (kanan) bersama salah satu sesepuh umat Lingkungan FX Ambarukmo Soedalto saat menyampaikan pesan dan harapan di hadapan umat, Minggu (12/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Selain umat dewasa dan orang tua, ikut pula anak-anak usia sekolah dasar. Mereka yang berjumlah 20-a anak ini mengikuti outbond, dengan menjadi Si Bolang, bertualang menyusur sawah, ladang dan sungai. Mereka bermain dengan kerbau dan menanam padi.            

Umat menyimak renungan yang disampaikan Romo Hardiant, Minggu (12/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Sejak pagi hingga sore, mulai pukul 08.00, umat lingkungan St Fransiskus Xaverius Ambarukmo sudah berada di lokasi. Kegiatan dimulai dengan foto bersama, lanjut goyang Gemu Famire. Goyangan massal dengan instruktur Titi Sari ini langsung menghangatkan tubuh semua peserta.

Dengan goyang bersama, baik orang dewasa, orang tua dan anak-anak, suasana pun mencair, akrab dan penuh kegembiraan.

Tiga imam memimpin perayaan Ekaristi sebagai penutup rekoleksi umat Lingkungan St Fransiskus Xaverius Ambarukmo, Minggu (12/1/2020). Foto : Anton Sumarjana

 Ada tiga imam yang membimbing kegiatan rekoleksi, ziarah dan rekreasi ini. Mereka adalah imam-imam projo/diosesan Keuskupan Agung Ende, Flores, yang tengah menempuh studi di Yogyakarta. Mereka adalah Romo Yohanes Capistrano Satrini Lobi Pr alias Romo Sarce , Romo Rino Werang Pr dan Romo Hardint Roga Pr. Tiga imam ini pun berbagi peran. Romo Sarce Pr mendampingi anak-anak ikut outbond, Rm Hardint menjadi pembimbing rekoleksi dan Romo Rino menjadi selebran utama pada saat misa penutupan.

Elis, ketua panitia dan pemandu acara, mencandai Romo Hardint, menghadirkan suasana yang akrab dan riang gembira, Minggu (12/1/2020). Foto: Anton Sumarjana

Membuka ‘rahasia’ pribadi

Dalam rekoleksi, Rm Hardint membuka permenungan dengan mengambil ayat Injil Yohanes Bab 1 ayat 1-14 tentang firman yang telah menjadi manusia. Sesuai dengan tema “Menjadi Pribadi yang Mempunyai Daya Ubah”, Rm Hardint menjelaskan, bahwa Allah Bapa di surga, telah mengubah diri-Nya menjadi Allah Putra, yang turun ke dunia menjadi manusia.

Bertolak dari inspirasi Injil Yohanes ini, lalu Romo Hardint meminta peserta rekoleksi menuliskan, masing-masing lima hal. Yaitu lima kelemahan diri dan lima kelebihan diri. Dalam suasana hening, masing-masing peserta lantas berpikir dan mencari-cari lima hal itu. Setelah semua peserta menuliskannya, Rm Hardint mempersilakan peserta untuk sharing. Banyak yang antusias membuka ‘rahasia’ pribadi ini. Suasana menjadi meriah, setiap kali ada sharing peserta yang dianggap lucu dan kocak.

Anak-anak bermain di alam bebas menjadi Si Bolang, bocah-bocah petualang, untuk menanamkan kecintaan kepada alam dan memelihara keutuhan ciptaan Tuhan, Minggu (12/1/2020). Foto: Anton Sumarjana

Rm Hardint mengulas sharing peserta. Ia menyimpulkan, kesediaan beberapa peserta membuka ‘rahasia’ pribadi di hadapan semua peserta merupakan bentuk kerendahan hati dan niat kuat untuk mengubah diri menjadi  lebih baik.

Acara yang dipandu Ketua Panitia Elisabeth Setyaningsih ini terus bergulir dengan penuh keriangan. Elis, demikian panggilan akrabnya, tak kehabisan cara untuk membangkitkan kegembiraan. Ia mengajak peserta menyanyi, berjoget dan bercanda. Setelah rekoleksi, dilanjutkan kuis, permainan angin ribut dan joget Nasi Padang.

Keseluruhan acara rekoleksi dan outbond di Dolan Ndeso, diakhiri dengan misa syukur. Romo Rino bertindak sebagai selebran utama, didampingi Romo Hardint dan Romo Sarce. Bacaan diambil sesuai dengan kalender liturgi Hari Minggu, dengan bacaan Injil tentang pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis.

Dalam homilinya, Rm Rino menguraikan, mengapa setiap orangtua Katolik selalu membaptiskan anaknya pada waktu masih bayi. “Mengapa anak-anak tidak dibiarkan memilih sendiri imannya setelah dewasa?” Romo Rino menjawab sendiri pertanyaan itu. Ia menegaskan semua orangtua Katolik, pasti ingin segera membaptiskan anaknya semasa masih bayi, untuk membebaskan anaknya dari dosal asal.

Anak-anak dengan ceria mengikuti permainan dalam outbond di Donal Desa, Minggu (12/1/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Makam Romo Prenthaler

Setelah misa dan makan siang, para peserta melakukan ziarah ke makam misionaris Romo Prenthaler SJ. Makam ini berada dalam kompleks Taman Doa Maria Pelindung Keluarga. Dengan berkunjung ke makam misonaris yang menghadirkan kabar Gembira di tempat ini, umat Lingkungan Frasiskus Xaverius Ambarukmo diharapkan semakin menghayati akan perjuangan Romo Prenthaler dalam mengenalkan Injil kepada masyarakat di Boro dan sekitarnya.            

Mereka juga berkunjung ke Pertenunan Boro milik Kongregasi Bruder FIC. Inilah salah satu karya misionaris untuk mensejahterakan masyarakat Boro dan sekitarnya. Karya para bruder FIC ini masih bertahan hingga saat ini dengan memproduksi berbagai kerajinan hasil tenun. Umat Lingkungan St Fransiskus Xaverius Ambarukmo pun tak melewatkan kunjungan ini dengan berbelanja aneka kerajinan tenun dan makanan ringan. Beberapa di antara mereka berkesempatan melihat proses dan peralatan menenun dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), yang dipandu oleh Bruder Petrus, pimpinan pusat pertenunan Boro.

Dan rangkain kegiatan Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius Ambarukmo pada Minggu 12 Januari 2020 ini diakhiri dengan berziarah di Gua Maria Jatiningsih. Ketua Lingkungan Ibu V Titik Waluyanti berharap agar warga lingkungan terus menjalin keakraban, kebersamaan dan makin banyak umat yang mau terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan. (Anton Sumarjana, salah setu peserta rekoleksi, ziarah dan rekresasi Lingkungan FX Ambarukmo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here