Home News Menunggu 3 Jam, Sidang Cuma 5 Menit dan Hanya Umumkan Putusan Ditunda

Menunggu 3 Jam, Sidang Cuma 5 Menit dan Hanya Umumkan Putusan Ditunda

601
0
Ketua Majelis Hakim Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH yang memimpin sidang perkara Nomor 221/Pid.B/2020/PN Smn di PN Sleman, Kamis (22/10/2020), mengumumkan pembacaan putusan perkara tersebut ditunda hingga 5 November 2020. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Para pihak yang berperkara di pengadilan benar-benar dituntut untuk bersabar menunggu sidang digelar. Sebab, selain harus lama menunggu waktu sidang digelar dengan waktu yang tidak pasti, kadang-kadang ruang sidang digelar pun bisa berubah-ubah tanpa pemberitahuan.

Seperti yang dialami Sri Sulastri Handayaningsih (68), warga Sorogenen I Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/10/2020). Janda dua anak yang berstatus sebagai Pelapor dalam perkara Nomor 221/Pid.B/2020/PN Smn melawan Cerah Maya Sulistyantari dengan agenda pembacaan putusan tersebut, harus menunggu sejak pukul 09.00 WIB atau selama sekitar 3 jam hingga sidang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB .

Dan begitu sidang dimulai, Ketua Majelis Hakim Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH yang memimpin sidang selama sekitar 5 menit itu hanya mengumumkan pembacaan putusan ditunda pada 5 November 2020. Penundaan dilakukan karena dua anggota majelis hakim yang ikut menangani perkara tersebut, Vici Daniel Valentino SH MH dan Kun Triharyanto Wibowo SH M.Hum, sedang mengikuti Diklat di Jakarta.

Sri Sulastri Handayaningsih (68)/belakang kedua dari kanan, warga Sorogenen I Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, saat menunggu pembacaan putusan sidang di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Pembacaan putusan belum bisa dilakukan hari ini karena dua anggota majelis hakim sedang mengikuti Diklat di Jakarta. Karena itu sidang ditunda sampai 5 November 2020,” kata Juhriah seraya meminta para pihak untuk memaklumi.

Tidak hanya sampai di situ. Juhriah juga berkali-kali menyampaikan bahwa majelis hakim yang menangani tidak punya kepentingan apapun dengan perkara tersebut. Karena itu, menurut Juhriah, kalau ada pihak yang mengaku dan mengatasnamakan hakim mendatangi atau menghubungi para pihak, baik pelapor/korban maupun terdakwa, maka itu di luar tanggungjawab para hakim.

“Sekali lagi saya ingatkan, hakim tidak punya kepentingan apa pun dengan perkara ini. Karena itu, kalau ada yang menemui atau menghubungi para pihak terkait perkara ini, itu di luar tanggungawab kami. Dan sekali lagi, sidang ditunda sampai 5 November 2020,” kata Hakim Juhriah sambil mengetok palu tanda sidang yang berlangsung sekitar 5 menit dan hanya diisi pengumuman penundaan itu, ditutup.

Cerah Maya Sulistyantari (depan) saat meninggalkan ruang sidang, Kamis (22/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Kuasa hukum Pelapor, Wisnu Harto mengaku selama ini memang tidak ditentukan jam sidang dimulai karena sangat tergantung jadwal waktu sidang hakim. Yang ditentukan hanya hari sidang dan bukan jam sidang.

Dari pengamatan Bernasnews.com di PN Sleman, Kamis (22/10/2020), nomor perkara, nama para pihak yang berperkara maupun nama hakim/majelis hakim, ruang sidang dan keterangan waktu sidang tertera di layar monitor yang terpasang di atas pintu Ruang Sidang 2 PN Sleman. Dan melalui pengeras suara, seorang petugas selalu memanggil/ mengumumkan nama para pihak dengan menyebutkan nomor perkara untuk hadir di ruang sidang yang ditentukan.

Layar monitor informasi jadwal persidangan di PN Sleman, Kamis (22/10/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Untuk sidang perkara Sri Sulastri Handayaningsih (68) melawan Cerah Maya Sulistyantari dengan agenda putusan, Kamis (22/10/2020), di layar monitor tertulis sidang digelar di Ruang Sidang 3, namun ternyata kemudian sidang digelar di Ruang Sidang 5 tanpa ada pengumuman.

Dan sidang yang ditunggu selama sekitar 3 jam itu hanya berlangsung sekitar 5 menit dan hanya diisi dengan pengumuman bahwa sidang pembacaan putusan ditunda hingga 5 November 2020 karena 2 anggota majelis hakim yang ikut menangani perkara tersebut sedang mengikuti Diklat di Jakarta. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here