Home Opini Menulis Butuh Latihan dan Keberanian

Menulis Butuh Latihan dan Keberanian

40
0
Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/ Dosen  ASMI Santa Maria Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Kemampuan menyebarkan informasi melalui media (media massa dan media online) atau media lainnya merupakan hal yang harus dibentuk secara terus-menerus serta diupayakan oleh setiap organisasi, baik organisasi yang bergerak di bidang jasa maupun organisasi yang bergerak di bidang manufaktur dalam rangka untuk ikut membangun image (citra organisasi).

Persoalan yang sering muncul untuk memulai menulis adalah tidak tersedianya waktu yang cukup atau dengan kata lain tidak ada waktu. Memang menulis itu susah-susah gampang (sulit tapi sebenarnya mudah) itulah salah satu faktor yang menjadi alasan klasik.

Suatu kegiatan akan berhasil dan dapat tumbuh baik bila tanpa manajemen waktu yang benar niscaya akan terwujud.  Orang-orang yang sangat sibuk senantiasa mempunyai waktu untuk melakukan segala sesuatu. Menurut Ernest Dimnet, orang-orang dengan waktu terluang yang sangat banyak mempunyai waktu untuk tidak melakukan apa-apa. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa orang yang ingin sukses tentu mampu untuk mengatur segala waktunya dengan baik.

Sebenarnya kegiatan menulis bagi para siswa dan mahasiswa telah menjadi bagian keseharian dalam proses pembelajaran, karena ada beberapa tugas dari mata pelajaran atau matakuliah tertentu yang diberikan oleh para guru dan dosen harus dikerjakan dalam bentuk tulisan laporan atau tulisan makalah. Akan tetapi  tugas-tugas seperti itu masih saja terasa berat tatkala para siswa atau mahasiswa harus segera menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Mengapa tugas akhir yang berwujud laporan, makalah, skripsi dan thesis masih dirasakan berat bagi sebagian siswa atau mahasiswa? Menurut hemat saya,  karena untuk merajut sebuah paparan tulisan dari gagasan atau ide dan obyek penelitian atau studi kasus dari suatu perusahaan atau organisasi yang benar-benar ilmiah, realistik, obyektif dan dapat dipahami secara logis berdasarkan metoda dan analisis data yang relevan memang tidaklah mudah.

Bagi sebagian orang yang telah terbiasa melakukan kegiatan tulis menulis tentu relatif tidak mengalami hambatan yang berarti. Akan tetapi bagi orang yang sama sekali asing dengan dunia tulis menulis secara ilmiah, sungguh hal itu dapat menjadi beban berat. Memang tidak sedikit orang yang pandai dan lancar ber-retorika atau berbicara seperti para pendidik atau staf pengajar pun belum tentu mampu memapaparkan ide/gagasan yang diceritakan dalam wujud tulisan dengan baik. Lebih-lebih kemampuan untuk menulis di media (media cetak atau media online) masih ada yang merasakan tidak mudah. Padahal bila mau melatih diri secara terus menerus dengan  kemauan yang tinggi, maka kesulitan tersebut perlahan-lahan pasti dapat diatasi.

Kondisi ini perlu disadari bahwa kemampuan untuk terus menulis, khusunya bagi tenaga pendidik (guru-dosen), merupakan salah satu bagian tugas wajib yang melekat dan harus dilaksanakan. Karena salah satu ciri dari masyarakat ilmiah sebenarnya dapat diukur melalui seberapa banyak karya ilmiah atau karya tulisannya telah banyak dipublikasikan. Sebagai gambaran, orang yang senang membaca bukan berarti identik pasti suka menulis, akan tetapi seorang ingin menjadi penulis harus suka dan harus banyak membaca.

Mengapa harus banyak membaca? Karena dengan banyak membaca, kita tidak akan pernah kekurangan menemukan  ide-gagasan, dan dengan banyak membaca kita akan bertambah pengetahuannya. Oleh karenanya bila kita sudah menemukan ide atau gagasan untuk menulis, maka langkah selanjutnya adalah mulailah duduk dan berani menjelaskan permasalahan yang hendak dikupas dalam wujud tatanan kata dan kalimat yang saling sinambung dari alenia ke alenia berikutnya  hingga menjadi suatu bentuk tulisan yang dapat dipahami oleh pembaca.        

Kedisiplinan membaca walaupun hanya sebentar, tetapi dilakukan secara rutin akan lebih baik dari pada sama sekali tidak melakukan. Tidak ada penulis yang baik itu dilahirkan, akan tetapi menjadi seorang penulis dapat dibentuk dengan kedisiplinan yang tinggi dan ketekunan berlatih dan berlatih secara terus menerus.

Oleh karenanya belajar menggunakan waktu yang baik merupakan suatu keterampilan perolehan yang berharga, keterampilan yang memberikan keuntungan tidak hanya dalam bidang studi dan bekerja, melainkan juga memberikan keuntungan sepanjang hidup. Sebab sesungguhnya kemampuan menggunakan waktu secara efisien merupakan salah satu prestasi terpenting dari seluruh hidup kita. (Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/ Dosen  ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here