Home Seni Budaya Menteri Keuangan RI Resmikan Festival Seni Kontemporer, ARTJOG 2019

Menteri Keuangan RI Resmikan Festival Seni Kontemporer, ARTJOG 2019

430
0
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, saat membuka ARTJOG MMXIX di Jogja National Museum, Kamis (25/7/2019) malam. (Foto: adh)

BERNASNEWS.COM – Jika tahun-tahun sebelumnya ARTJOG merupakan sebuah event and fair, maka ada yang berbeda dengan gelaran ARTJOG di tahun 2019 ini. Di tahun ini, ARTJOG 2019 (yang selanjutnya ditulis ARTJOG MMXIX) berubah bentuk menjadi festival seni kontemporer berskala internasional yang berbasis di Yogyakarta.

Festival kali ini dibuka oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Menurutnya, perubahan bentuk dari event and fair menjadi festival adalah suatu hal yang luar biasa.

“Ini menjadi ajang bagi seluruh stake holder untuk merinteraksi dengan banyak pihak,” kata Sri Mulyani, saat membuat ARTJOG MMXIX, di Jogja National Museum (JNM), Kamis (25/7/2019) malam.

Menurutnya, hal ini akan memperkuat ekosistem kesenian yang ada di Indonesia. Ia pun mengungkapkan bahwa dalam seni tidak ada yang disebut terbaik atau yang baik, benar atau salah. Tetapi, seni adalah ekspresi yang demokratis dengan interpretasi yang berbeda-beda.

Salah satu karya seni lukis yang ada di ARTJOG 2019 (ARTJOG MMXIX). Foto: adh.

Environment (lingkungan) inilah yang buat kita merasa refresh. Sebagai menteri keuangan saya perlu itu, tidak selalu lihat angka, lihat APBN,” candanya yang langsung disambut tawa para penonton.

Mulai tahun 2019 hingga 2021, ARTJOG MMXIX mengambil tema besar Arts in Common. Tema ini kemudian diturunkan jadi sub-tema common|space untuk tahun 2019 ini.

Sri Mulyani merasa tema tersebut cocok untuk menggambarkan pentingnya kepedulian manusia terhadap bumi yang ditinggalinya. Ia mengungkapkan bahwa bumi adalah common space dan aset bersama.

“Para seniman bisa semakin tingkatkan awareness betapa kita jaga bumi yang kecil ini untuk manusia,” ujarnya.

Ia berharap, gelaran ini mampu menyadarkan para pengunjung akan pentingnya toleransi, kepekaan, kesadaran dan kebersamaan sebagai umat manusia berdasar pada peri kemanusiaan yang adil dan beradab. (adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here