Home News Menteri BUMN Letakan Batu Pertama Pembangunan SPBT di Kebumen

Menteri BUMN Letakan Batu Pertama Pembangunan SPBT di Kebumen

354
0
Menteri BUMN Rini Soemarno, Rabu (2/10/2019), meresmikanSentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT), di Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Rabu (2/10/2019), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT), di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Ketua DPRD Kebumen Sarimun, para Asisten Sekda, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen.

SPBT dibangun oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Pertamina sebagai wujud komitmen kedua BUMN tersebut dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu, Sentra pengolahan beras terpadu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani di Kebumen. “Kehadiran Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini akan membantu menaikan pendapatan petani di Kebumen,” kata Menteri Rini Soemarno.

Pembangunan SPBT ini merupakan bentuk BUMN bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program kewirausahaan petani yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian. Menurutnya, pembangunan SPBT di Kebumen merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Setelah sebelumnya sudah dibangun di 11 titik di Jawa Barat.

“Yang bagus itu bukan lumbung padi, tapi lumbung beras. Bagaimana betul-betul gabah yang dihasilkan di Kebumen diproses di Kebumen, sehingga ada nilai tambah karena beras yang harga lebih tinggi bisa dinikmati oleh petani,” terangnya.

Dengan SPBT nantinya, lanjut Menteri Rini, para petani akan mendapat pendapat lebih besar dari sebelumnya. Rini menjelaskan program wirausaha ini untuk menjawab permasalahan petani, dimana pendapatannya selalu rendah meski saat panen. “Kalau gabah mungkin dijual hanya Rp 4.500 atau 5.000 per kg. Tapi kalau sudah jadi beras Rp 10 ribu atau Rp 12 ribu. Inilah yang harus dinikmati oleh para petani, yang sebelumnya dinikmati oleh pedagang,” imbuhnya.

SPBT sendiri merupakan tahapan dalam program mewirausahakan petani guna mendukung petani setelah masa pra tanam dan tanam. Yaitu, khususnya pada masa panen dan paska panen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan pada lebih kurang 170 ribu petani di Kebumen.

SPBT yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton per jam dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. Dan akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here