Home News Menkeu Sri Mulyani: Semua Uang Harus Dipakai Tepat Sasaran dan Akuntabel

Menkeu Sri Mulyani: Semua Uang Harus Dipakai Tepat Sasaran dan Akuntabel

84
0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (kiri), Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Mensesneg Praktno (kedua dari kanan) pada acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 di Istana Negara, Senin (29/11/2021). Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 di Istana Negara, Senin (29/11/2021). Total anggaran belanja APBN 2022 mencapai Rp 2.714,2 triliun yang terdiri dari belanja Kementerian dan Lembaga (KL Pusat) Rp 945,8 triliun untuk 82 K/L, belanja non K/L sebesar Rp 998,8 triliun dan TKDD Rp 769,6 triliun.

“Hari ini saya mendampingi Presiden Jokowi pada acara penyerahan DIPA APBN 2022. Semua ini harus dipakai tepat sasaran, tepat kualitas, tepat waktu dan akuntabel untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tulis Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dikutip Bernasnews.com dari akun Instagram @smindrawati yang diunggah pada Senin 29 November 2021.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, APBN 2022 tetap berfokus pada penanganan Pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan munculnya varian Omicron. Selain itu, APBN juga untuk memulihkan kesejahteraan rakyat dan perekonomian.

Menkeu Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa belanja pusat dan Transfer Keuangan ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) harus makin efisien dan siknron serta sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu perbaikan kualitas SDM (Kesehatan dan Bantuan Sosial); infrastruktur strategis; dan mendukung Transformasi dan Reformasi Ekonomi serta penanggulangan Kemiskinan.

Dikatakan, dengan diserahkan DIPA pelaksanaan APBN 2022 dapat segera dilakukan lebih awal sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi dan pelaksanaan yang akuntabel dan berkualitas. “Kita awasi bersama pelaksanaan APBN 2022 untuk Indonesia maju dan sejahtera,” ajak Menkeu Sri Mulyani.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, DIPA 2022 diserahkan secara simbolis kepada sembilan K/L penerima Opini WTP dalam tiga tahun terakhir, mempresentasikan bidang prioritas tahun 2022 dan memiliki kinerja penganggaran yang tinggi, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, Kepolisian RI, Kementerian Perhubungan, BPK dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

https://www.instagram.com/smindrawati/

Menanggapi apa yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani, sejumlah warganet memberikan masukan dan saran. “Daerah yg kuat korupsinya dikawal ketat,” saran Abul As di akun Instagram @abulasdepati.

Sementara Masdudung di akun @ohdudung mengingatkan agar jangan sampai ada penyelewengan APBN 2022 dan semoga rakyat bisa sejahtera.

Sedangkan syarifudin lubis di akun @syarifudin6187 mengatakan bahwa Covid-19 tetap dijaga secara akurat. Penanganan dengan khusus, porsonil mempunyai integritas yang tinggi dan mempunyai kemanusiaan yang tinggi. “Jangan mengharapkan upah yang besar, jangan terlalu loyalitas..angaran y harus dievaluasi betul..supaya tak terjadi ajang pelitik dan sirvikulasi. trmks”…God bless us,” kata Syrifudin Lubis. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here