Wednesday, August 10, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiMenkeu Sri Mulyani: APBN Membaik, Optimisme Pemulihan Ekonomi Semakin Nyata

Menkeu Sri Mulyani: APBN Membaik, Optimisme Pemulihan Ekonomi Semakin Nyata

BERNASNEWS.COM – Kabar baik dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tentang kondisi APBN. Menurut Menkeu, menjelang akhir tahun 2021 dan menuju tahun 2022 kondisi APBN semakin membaik.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, hal ini membuat optimisme tentang pemulihan ekonomi nasional juga semakin nyata. Kondisi ini terlihat jelas dari aktivitas ekonomi yang tetap terjaga positif di tengah pandemi Covid-19, sementara indikator produksi dan konsumsi terus tumbuh, dan kemampuan penanganan Covid-19 terus membaik.

Menkeu Sri Mulyani yang dikutip Bernasnews.com dari akun Instagram @smindrawati menyebutkan sejumlah data yang menandai optimisme akan pemulihan ekonomi tersebut, yakni penerimaan negara sudah mencapai Rp 1.699,4 triliun atau 97,5 persen dari target APBN. Angka ini tumbuh 19,4 persen (yoy) dibanding tahun 2020 yang kontraksi -15,1 persen. Ini berarti terjadi pemulihan/rebound sebesar 34,5 persen.

Sementara pajak telah terkumpul Rp 1.082,6 triliun atau 88 persen dari target atau tumbuh positif 17 persen(yoy). Dengan demikian, menurut Menkeu, jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mengalami kontraksi -18,6 persen, terjadi pemulihan kuat sebesar 35,6 persen.

https://www.instagram.com/smindrawati/

Selain itu, penerimaan bea cukai mencapai Rp 232,3 triliun atau melampaui target (108 persen) atau tumbuh positif 26,6 persen (yoy), dibandingkan tahun lalu tumbuh 4,1 persen yang berarti terdapat pemulihan sebesar 22,5 persen.

Sementara PNBP terkoleksi Rp 382,5 triliun melampaui target APBN (128,3 persen) atau tumbuh positif 25,4 persen. Jika dibandingkan tahun lalu dimana terjadi kontraksi hingga -15,9 persen, ini berarti PNBP mengalami pemulihan secara signifikan sebesar 41,3 persen.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, berkat peforma penerimaan tersebut maka defisit anggaran tahun ini sangat membaik dari tahun lalu. Jika tahun lalu hingga November mencapai 5,73 persen PDB, tahun ini turun ke 3,63 persen PDB. Pemerintah juga mengoptimalisasi SILPA, sehingga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dapat berkurang hingga Rp 263,5 triliun.

“Kinerja ini menjadi modal yang baik untuk memasuki tahun 2022, tapi berbagai tantangan global harus terus kita perhatikan. Pemerintah optimis Indonesia mampu menyehatkan kembali APBN dengan tetap menjaga kewaspadaan, baik dari risiko geopolitik, ataupun varian Omicron,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari sejumlah warganet. Ahmad Sibli pemilik akun Instagram @aa_sibli, misalnya, menyampaikan terima kasih dan mendukung setiap langkah Menkeu.

Terima kasih dan tetap semangat bu. Abaikan suara2 sumbang lah, apalagi yg cuman2 koar di IG dan YT, ternyata jualan Buku dan seminar/webinar. Yah dikit2 ngumpulin dana yg katanya investasi umat, ternyata bermasalah yg dikasih investnya. Mantap b u, trs bekerja dan memberi manfaat. Kita dukung ibu selalu,” komentar Ahmad Sibli. (lip)



spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments