Home News Menjelang Perayaan Natal, Panitia Natal Paroki Kumetiran Jalani Rapid Test

Menjelang Perayaan Natal, Panitia Natal Paroki Kumetiran Jalani Rapid Test

321
0
Kegiatan rapid test menyambut Perayaan Natal di Gereja Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Yogyakarta, Sabtu (19/12/2020). Foto : kiriman Bambang

BERNASNEWS.COM – Menjelan Perayaan Natal tahun ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Yogyakarta menerapkan rapid test bagi panitia Natal yang bertugas pada Ibadah Natal, 24 Desember dan 25 Desember 2020. Rapid test yang dilaksanakan oleh petugas medis RS Panti Rapih berlangsung di panti atas Paroki setempat, Sabtu (19/12/2020).

“Ada 40 petugas Natal yang di-rapid test, mulai dari Romo, petugas keamanan dan petugas tata laksana,baik yang akan bertugas di Gereja Kumetrian maupun di Gereja St Lidwina Bedog,” kata Pastor Kepala Paroki Kumetiran,  Romo Yohanes Dwi harsanto Pr, saat ditemui usai rapid test di parokinya, Sabtu (19/12/2020).

Rapid test di masa pandemi Covid-19, menurut Romo Santo, selain untuk mematuhi imbauan pemerintah, bahwa Gereja harus proaktif dan menjalani rapid test secara mandiri di  masa pandemi, juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa nyaman dan aman bagi umat yang nantinya akan mengikuti Ibadah Natal di Gereja Kumetiran maupun Stasi Bedog.  

Kegiatan rapid test menyambut Perayaan Natal di Gereja Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Yogyakarta, Sabtu (19/12/2020). Foto : kiriman Bambang

Dia mengimbau umat untuk terus menjaga kesehatan. Kalau merasa sakit jangan pergi ke Gereja. Cukup di rumah saja dengan mengikuti Misa Natal melalui live streaming dari rumah. “Yang sepuh-sepuh, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak di rumah saja. Mengikuti Misa streaming dari rumah,” pesan Romo Santo dalam rilis yang diterima Bernasnews.com.

Romo Santo yang juga Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS) menjelaskan, Perayaan Natal di wilayah parokinya bakal dilaksanakan sepuluh kali. Yaitu tujuh kali di Gereja Kumetiran dan tiga kali di Stasi Bedog. “Gereja Bedog kan masih di bawah wilayah Paroki Kumetiran,” kata Romo Santo.

Kapasitas Gereja Kumetiran disebutnya hanya untuk 600 umat, tapi maksimal bisa menampung 1.200 umat. Dan tiap kali Misa hanya diisi sepertiga atau 30 persen dari kapasitas yang ada. “Kalau kondisi normal tiap bangku biasanya diduduki lima sampai enam umat, tapi di saat pandemi ini tiap bangku hanya boleh ditempati satu atau dua umat saja,” tutur Imam Projo KAS ini.

Selain dipersembahkan oleh para Pastor Paroki setempat, misa Natal nanti juga melibat para Imam yang tinggal di Komunitas Serikat Yesus (SJ) di Bener. Umat yang boleh mengikuti Ibadah Natal di Gereja terbatas umat di parokinya. “Mereka sebelumnya sudah kami daftar nama-namanya,” kata Romo Santo.

Pesan Natal  di tengah kerpihatinan pandemi Covid kali ini adalah umat Katolikdiharapkan agar tetap bersatu bersama Tuhan, dan ikut berperan dalam menyumbangkan tenaga di tengah masyarakat. “Kami juga berharap umat tidak mengajak saudaranya mudik, tapi menyarankan mengikuti Perayaan Natal di daerahnya masing-masing,” kata Romo Santo. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here