Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniMenjalankan Organisasi, Perlu Konsep Manajemen  (Bisnis) Yang Baik

Menjalankan Organisasi, Perlu Konsep Manajemen  (Bisnis) Yang Baik

Berbicara makna manajemen atau arti manajemen masih belum terdapat keseragaman penterjemahan dalam bahasa Indonesia. Beberapa diantaranya mengartikan manajemen adalah ilmu, seni, pengurusan, kepemimpinan, ketatalaksanaan, pembinaan, ketatapengurusan, pengelolaan, dan sebagainya (Moekijat : 1989:290). Walaupun ada perbedaan arti mengenai manajemen, akan tetapi kesemuanya mengarah kepada suatu hal yaitu “mengatur”, dalam hal  ini  dapat berupa mengatur  penggunaan orang-orang, penggunaan uang, penggunaan waktu, penggunaan perlengkapan, penggunaan bahan-bahan, penggunaan kegiatan-kegiatan, dan penggunaan metode-metode yang efektif, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Tentu saja orang bisa menjalankan bisnis, asal memiliki modal mereka bisa memulai usahanya. Namun, apakah usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan baik itu lain cerita. Dalam bisnis ada banyak komponen yang diatur agar mencapai tujuan bersama dan mendulang keuntungan. Bisnis bisa berjalan dengan baik karena di dalamnya ada sistem yang berjalan dengan baik. Umumnya sistem itu berhubungan dengan manajemen (bisnis) yang baik diikuti dengan inovasi yang terus dilakukan tanpa henti. Singkatnya manajemen (bisnis)  harus ada dalam setiap usaha meski skalanya mikro sekalipun.

Pertanyaan  mengenai manajemen sebagai ilmu atau seni  sering diajukan karena adanya anggapan-anggapan bahwa manajemen adalah juga suatu ilmu, seni, professi, kegiatan dan sebagainya. Namun jika kita  renungkan,   akan terasa bahwa sesungguhnya ini tidak penting. Manajemen, seperti semua  praktek lainnya (kedokteran, komposisi musik, rekayasa/ engineering,  bahkan akuntansi), adalah seni. Ia adalah “know-how” (kecakapan teknik). Ia melakukan hal-hal berdasarkan realitas situasi.

Namun para manajer dapat lebih  baik kerjanya dengan memakai pengetahuan yang terorganisir mengenai  manajemen, dan pengetahuan inilah baik dasar maupun lanjut, eksak atau tidak  eksak,  yang sedikit banyaknya terorganisir,  jelas  dan relevan,  adalah merupakan ilmu. Jadi, manajemen sebagai praktek itu   adalah  seni, sedangkan pengetahuan terorganisir yang mendasari  praktek  itu dapat dikatakan  sebagai ilmu. Dalam hubungan  ini, ilmu  dan  seni  itu tidaklah saling berpisah, melainkan saling melengkapi. Dalam konsep manajemen,  hal yang lebih penting  dalam melakukan  setiap kegiatan  perlu memperhatikan fungsi-fungsi manajemen, yaitu: Pertama, fungsi perencanaan. Fungsi perencanaan adalah suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan dimasa mendatang guna mencapai tujuan  yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan meliputi:  Apa yang dikerjakan (WHAT), Bagaimana mengerjakannya (HOW), Mengapa mengerjakan (WHY), Siapa yang mengerjakan (WHO), Kapan harus dikerjakan (WHEN), Di mana kegiatan itu harus dikerjakan (WHERE)

Dengan  demikian  perencanaan secara  tidak langsung menyatakan bahwa manajer terlebih dahulu memikirkan dengan matang tujuan dan tindakannya. Tindakan  manajer biasanya  didasarkan atas suatu metode, rencana, atau logika tertentu, bukan atas suatu firasat. Kedua, fungsi pengorganisasian.  Mengorganisasi adalah suatu kegiatan untuk mencapai tujuan dalam  suatu kelompok orang, melalui cara-cara mengelompokan kegiatan,  menentukan  siapa yang  akan memimpin kelompok tersebut, menyerahkan  tugas-tugas  dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan kepada para  pemimpin  kelompok dan  menentukan hubungan antara kegiatan kelompok dengan kelompok lain. Dengan demikian pengorganisasian berarti  bahwa,  manajer mengkoordinasi sumberdaya manusia, peralatan, waktu serta sumberdaya bahan/material yang dipunyai organisasi. Keefektifan sebuah organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengarahkan sumberdaya guna mencapai tujuan. Semakin terpadu dan terkoordininasi  tugas-tugas sebuah  organisasi,  akan semakin efektiflah organisasi tersebut.

Ketiga,  fungsi penggerakan. Fungsi penggerakan adalah kegiatan mendorong semangat kerja   bawahan, mengarahkan  (directing) aktivitas bawahan, mengkoordinasikan   berbagai aktivitas bawahan  menjadi   aktivitas  yang  kompak/ sinkron,  sehingga  semua aktivitas bawahan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian penggerakan memberikan gambaran  mengenai bagaimana  manajer mengarahkan dan mempengaruhi para bawahannya, bagaimana cara  agar orang-orang lain melaksanakan  tugas-tugas yang esensial.

Keempat, fungsi pengawasan/ pengendalian. Fungsi pengendalian adalah kegiatan membandingkan antara keadaan pelaksanaan dengan standar-standar yang telah direncanakan, serta melakukan pencatatan  akan hasil-hasil yang diperoleh  guna  penyediaan data bagi perencanaan yang akan datang. Dengan demikian pengendalian berarti bahwa manajer berusaha untuk menjamin bahwa organisasi bergerak kearah tujuannya.  Apabila ada bagian tertentu  dari  organaisasi itu berada  pada jalan  yang salah,  manajer  berusaha untuk  menemukan  penyebabnya  kemudian membelokannya kembali ke arah yang benar.

Dengan demikian, manajemen bisnis bisa berjalan dengan baik kalau beberapa poin di bawah ini diterapkan, bahkan sebelum usaha mulai dibuat. Pertama memahami jenis usaha yang dilakukan sejak awal. Anda harus bisa mendeskripsikannya dengan baik mulai dari lokasi sampai kemungkinan hambatan yang akan terjadi. Kedua, melakukan analisis produk dan persaingan dagang yang akan terjadi. Analisis dibutuhkan untuk menentukan aneka strategi baik dalam membuat produk sampai ke ranah promosi.Ketiga, melakukan pemasaran yang tepat. Pemasaran bisa dilakukan ke media sosial atau membuat konten baik tulisan atau video.Ke-empat, senantiasa melakukan pengecekan pada laporan keuangan, bila belum ada orang yang bekerja sebagai akuntan, bisa menggunakan aplikasi akuntansi agar proses pencatatan berjalan dengan baik. Kelima, selalu melakukan evaluasi pada produk dan SDM pada jangka waktu tertentu. Evaluasi dilakukan untuk meminimalkan kesalahan yang lebih parah.

Penerapan manajemen bisnis harus dilakukan dengan baik sejak awal usaha dilakukan. Dengan menerapkan manajemen bisnis berbagai sektor bisa berjalan dengan baik dan minim sekali terjadi kesalahan yang membuat berbagai sektor berantakan. Tidak sedikit bisnis perusahaan gagal karena tidak bisa menerapkan fungsi manajemen dengan benar. Keberhasilan memulai bisnis perusahaan terletak pada kemampuan pemilik dan tim manajemen untuk mengatur dirinya sendiri.

Dari  paparan  pentingnya  fungsi-fungsi dalam manajemen  di  atas nampak   jelas bahwa pada prinsipnya.  setiap orang/ lembaga /organisasi/perusahaan  memerlukan adanya konsep manajemen, karena dengan konsep manajemen merupakan  alat  untuk memecahkan persoalan yang mereka  hadapi. Memang di dalam praktek, penerapan konsep manajemen tidak semudah yang diperkirakan   orang. Lebih-lebih peran  fungsi evalusi dari setiap kegiatan sekecil apapun perlu dilakukan, sebagai contoh kegiatan pertemuan (meeting) bersama dalam membahas rencana kerjake depan perlu dicatat point-point penting  (di notulis) dan dibacakan ulang sebelum pertemuan ditutup. Hal ini nampaknya sederhana namun, sangat penting fungsinya untuk menghindari miskomunikasi.*). Z. Bambang Darmadi/Lektor Kepala, Dosen ASMI Santa Maria Yoyakarta

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments