Home News Menjaga Multimakna Pancasila dalam Hidup Bersama

Menjaga Multimakna Pancasila dalam Hidup Bersama

93
0
Suasana forum pembinaan para tokoh agama Katolik yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Sleman, Kamis 21 Oktober 2021. Foto: kiriman CB Ismulyad

BERNASNEWS.COM – Pancasila sebagai dasar negara dan pondasi utama yang mendasari hidup berbangsa bernegara setiap warga negara Indonesia mempunyai aneka makna atau multimakna. Pancasila yang mempunyai multi makna tersebut juga mewadahi keragaman bangsa Indonesia akan budaya, agama, suku bangsa dan ras sebagai anugerah Tuhan YME.

Hal ini yang harus diteruskan kepada anak cucu ke depan, agar kehidupan Indonesia dengan pluralisme dan Bhinneka Tunggal Ika-nya terus terjaga. Dan hal ini hanya bisa terjadi bila makna dimengerti, mau membuka diri, menghilangkan ego pribadi agama yang mendiskreditkan agama lainnya. Dengan demikian isu-isu yang muncul dalam ranah kerukunan antarumat beragama seperti radikalisme, disintegrasi dan globalisasi dapat dihadapi bersama sebagai bangsa yang guyub rukun, didukung dengan kehadiran Pemerintah di tengah semua agama dan golongan.

Demikian inti dari pengarahan Kabag Kesra Kabupaten Sleman Mustadi,S.Sos MM saat membuka dan memberikan pengantar dalam forum pembinaan para tokoh agama Katolik yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Sleman, Kamis 21 Oktober 2021. Pada pembicaraan yang dimoderatori oleh Pembimas Katolik Kemenag Sleman CB Ismulyadi SS.MHum, juga hadir Vikep Yogyakarta Barat Romo AR Yudono Suwondo Pr dan para penyuluh agama Katolik se-Kabupaten Sleman.

Menurut Kabag Kesra Mustadi S.Sos MM, untuk merajut persaudaraan Sleman Sejahtera, Bupati Sleman telah merilis visi misi Kabupaten Sleman yaitu membangun masyarakat yang agamis (sesuai agama masing-masing warga) sebagai saudara sebangsa untuk kesejahteraan bersama.

Karena itu, berbagai fasilitas yang tersedia bisa digunakan untuk membangun silaturahmi antar tokoh agama guna memperkuat persaudaraan dan meningkatkan keimanan ketakwaan para pemeluk agama masing-masing. Dalam situasi ini pemerintah hadir untuk mendukung peran dan fungsi pemuka agama yang diharapkan terus meningkat.

Sementara dalam situasi pandemi Covid-19 ini ketika pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi untuk menanggulangi dampak dan situasi pandemi maka para tokoh agama yang secara konkret berperan dalam program serupa serta memberikan komitmen melaksanakan regulasi pemerintah akan hadir sebagai bagian akselerasinya. Penguatan komunikasi untuk penguatan hubungan antaragama tetap perlu dilakukan para pemuka agama seraya menjalankan fungsi utamanya, yaitu meningkatkan kepercayaan umat kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama serta melakukan amalan-amalan lain yang memungkinkan.

forum pembinaan para tokoh agama Katolik yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Sleman, Kamis 21 Oktober 2021. Foto: kirim CB Ismulyadi

Pada akhir paparan, Kabag Kesra mengharapkan aga semua pihak mampu mewujudkan hidup yang rukun dan damai, dengan memperkokoh nilai-nilai, menghargai dan menghormati keragaman sosial budaya, menghadirkan kembali negara yang penuh anugerah keragaman sebagai kekayaan bangsa. Bagian Kesra berkomitmen untuk selalu mendukung dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan demi mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat di Sleman.

Sementara dalam pengarahannya, Vikep Yogyakarta Barat Romo AR Yudono Suwondo Pr juga menegaskan kembali hal-hal yang telah disampaikan oleh Kabag Kesra sebagai harapan bersama Gereja Katolik yang bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan tindakan nyata. Upaya-upaya melalui tanggap darurat terhadap situasi yang ada seperti kegiatan vaksinasi massal, merupakan wujud keberpihakan Gereja kepada masyarakat pada masa pandemi. Namun, Gereja juga tidak menutup mata terhadap situasi yang berkembang lainnya dan dalam kerja sama serta dialog dengan para tokoh agama lainnya, Gereja terus berkomitmen dan berupaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Sebagai Vikep yang mewakili Uskup untuk menggembalakan umat di wilayah Yogyakarta bagian barat, Vikep berkomitmen mewujudkan arahan Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang dengan menjaga dan mendinamika hidup beriman umat melalui sinergi dan kerja sama dengan banyak pihak.

Koordinasi dengan para imam yang memimpin paroki juga terus dijalankan, termasuk untuk menanggapi situasi pandemi yang bergulir dengan segala dinamika sosial kemasyarakatan yang ada di wilayah ini. Hal-hal yang selama ini telah dikerjakan merupakan upaya konkret untuk terus bergerak dan mencoba menjadi berkat melalui sinergi dengan pemerintah, kepolisian, dan lembaga lain yang relevan.

Dalam paparan ini juga disarikan beberapa fokus garapan Gereja Katolik selama periode 2021-2022 yang pada dasarnya terbagi menjadi lima pilar besar, yaitu penguatan semangat kekatolikan, penguatan semangat kerasulan, penguatan semangat kebangsaan/ nasionalisme, penguatan kerja sama dan sinergisitas serta penguatan profesionalisme. Hal-hal yang diharapkan oleh Keuskupan dan apa yang dimiliki oleh paroki perlu ditimbang dan menjadi ruang garapan para penyuluh untuk secara sinergis mewujudkan harapan tersebut. (V Naning M)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here