Home Pendidikan Menjaga Eksistensi di Masa Pandemi Covid-19

Menjaga Eksistensi di Masa Pandemi Covid-19

133
0
SMA BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki penerbitan pers sekolah yang terbit rutin dua kali setahun. Edisi terbaru nomor 63, terbit awal Juli 2021. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Menjaga eksistensi DI masa Pandemi Covid-19 menjadi topik utama pers sekolah SMA BOPKRI 2 Yogyakarta bernama MIB atau Majalah Idola Boda edisi terbaru nomor 63 bulan Juli 2021. Topik ini juga menjadi komitmen lembaga pendidikan yang memiliki brand Sekolah Multikultural Indonesia (SMI) ini.

“SMA BOPKRI 2 Yogyakarta telah mengupayakan dengan berbagai cara memberikan peluang bagi siswa untuk tetap eksis meskipun dalam keterbatasan ruang gerak,” kata Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Dr Sri Sulastri MPd dalam sambutan di MIB edisi 63/Juli 2021, sebagaimana disampaikan di sekolah setempat kepada Bernasnews.com, Kamis (8/7/2021).

Menurut dia, upaya-upaya tersebut berupa model pembelajaran dan kesempatan untuk mewujudkan eksistensi melalui lomba.
Untuk model pembelajaran, diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, lalu hasil pembelajaran dalam bentuk video diunggah di media Boda (FB, IG dan YouTube) sebagai media untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa proses belajar benar-benar menjadikan pengalaman dan pengalaman itu dibagikan dalam bentuk virtual.

Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Dr Sri Sulastri MPd. Foto: Dok Pribadi

Kemudian semua lomba baik melalui dinas pendidikan atau lembaga-lembaga kerjasama dengan skala regional dan nasional diinfokan kepada siswa. Harapannya, siswa mengikuti lomba sesuai bakat dan minat siswa. Ternyata siswa yang mengikuti lomba berdasarkan bakat dan minatnya justru membuahkan hasil kejuaraan.

Tentang SMI, Dr Sri Sulastri MPd mengatakan bahwa multikultural bukan sekadar kami potret Indonesia kecil namun lebih dari itu bahwa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta bertujuan untuk memberi kesempatan yang setara bagi siswa tanpa memandang latar belakangnya sehingga semua siswa dapat meningkatkan kemampuan secara optimal sesuai ketertarikan, minat dan bakat yang dimiliki.

Majalah sekolah setebal 52 halaman itu memiliki 27 rubrik yang konsisten diisi oleh para pengasuh yang merupakan peserta ekstrakurikuler jurnalistik.

Praktisi media pendidikan YBMargantoro mengapresiasi atas konsistensi penerbitan pers sekolah di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Dia berharap, pengasuh kreatif melakukan kegiatan internal dan eksternal. Misalnya menerbitkan buku kumpulan cerpen dan puisi MIB, lomba menulis untuk siswa SMP dan sederajat, road show jurnalistik, dan sebagainya.

“Saya juga berharap, sekolah lain di DIY memiliki dan konsisten menerbitkan media pers sekolah sebagai ajang kreativitas, kecerdasan dan kepekaan sosial siswa didik,” kata Margantoro. (*/lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here