Home Ekonomi Menjadi Presidensi G20, Indonesia Harus Mampu Mencapai Target Agenda Internasional

Menjadi Presidensi G20, Indonesia Harus Mampu Mencapai Target Agenda Internasional

64
0
Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kanan) beserta anggota rombongan menuju arena pertemuan tahunan IMF-WBG di Washington DC, AS, Jumat 15 Oktober 2021, Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Setelah dipercaya untuk memegang Presidensi G20 yang merupakan momen yang tidak terjadi setiap tahun, Indonesia harus mampu mencapai target agenda internasional sebaik mungkin. Untuk mewujudkan hal itu sekaligus agar Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dapat berjalan lancar, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rangkaian pertemuan bilateral dengan menteri keuangan/menteri senior negara anggota G20, di antaranya Argentina, Saudi Arabia, USA, Swiss, Belanda, Italia, Singapura, Turki, Perancis, dan India.

“Dalam pertemuan itu saya jelaskan Finance Track Presidensi Indonesia akan fokus pada enam agenda prioritas yaitu (1) Exit Strategy untuk mendukung pemulihan, (2) Upaya mengatasi dampak negatif pandemi dalam perekonomian untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan, (3) Sistem pembayaran di era digital, (4) Keuangan yang berkelanjutan, (5) Inklusi keuangan, dan (6) perpajakan internasional,” tulis Menkeu Sri Mulyani Indrawati dikutip Bernasnews.com di akun instagramnya @smidrawati.

Dengan mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger, menurut Menkeu, keenam agenda tersebut akan diturunkan pada beberapa pilar strategi yang akan menjadi fondasi agenda G20 tahun 2022, yaitu promosi peningkatan produktivitas, peningkatan daya tahan dan stabilitas dan pencapaian pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain membahas rencana agenda G20, Menkeu juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berbagi pengalaman pelaksanaan Presidensi G20 di negara-negara anggota lainnya sekaligus memperkuat hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati bersama Mari Elka Pangestu dari Tim World Bank Group di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WBG di Washington DC, AS, Jumat 15 Oktober 2021. Foto: [email protected]

“Saya juga melakukan pertemuan dengan tim dari World Bank Group, termasuk Ibu Mari Elka Pangestu. Kami berkoordinasi mengenai rencana Presidensi G20 di Indonesia dan update kondisi perekonomian global,” kata Menkeu seraya berharap semoga Presidensi G20 Indonesia 2022 dapat terlaksana dengan baik, Indonesia bisa menjadi negara yang mampu mengoptimalkan pemulihan ekonomi domestik sekaligus berkontribusi pada pemulihan ekonomi global serta berperan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dunia.

Sementara itu, pada hari ketiga pertemuan tahunan IMF-WBG di Washington DC, AS, Jumat 15 Oktober 2021, peserta sepakat melihat pPandemi Covid-19 merupakan ancaman bagi seluruh negara di dunia. Kesehatan dan keselamatan rakyat terancam, kondisi sosial dan ekonomi merosot.

Karena itu, dalam situasi darurat tersebut, Bank Dunia Grup memberikan dukungan pendanaan sebesar 160 miliar dolar AS bagi 100 negara di dunia untuk penanganan krisis kesehatan, pengadaan dan program vaksin, bantuan sosial dan ekonomi. Dan dunia akan terus dihadapkan pada berbagai kemungkinan krisis, baik bidang kesehatan, ekonomi, bencana alam maupun ancaman akibat perubahan iklim.

Menurut Menkeu, krisis tersebut tidak mengenal batas negara. Sehingga kerjasama internasional dan peranan lembaga multilateral menjadi mutlak diperlukan.

Sementara uUntuk menghadapi ancaman perubahan iklim, negara-negara berkembang memerlukan pendanaan dan akses teknologi sehingga dapat beradaptasi dan memitigasi resiko perubahan iklim. Peranan Bank Dunia Grup dalam menyediakan instrumen pendanaan yang fleksibel dan responsif untuk membantu negara-negara anggotanya menjadi sangat penting. Juga dalam membantu menjembatani hadirnya pendanaan dan peranan swasta (creative financing) dalam memecahkan persoalan pembangunan yang makin kompleks dan mendesak.

Dunia harus mampu untuk terus maju dan tumbuh bersama, untuk menciptakan kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan. Tugas itu harus dijawab oleh para pembuat kebijakan melalui kerjasama global yang harus dibangun berdasarkan prinsip kemerdekaan, kedaulatan, keadilan sosial dan perdamaian abadi-seperti yang diamanatkan para pendiri bangsa kita. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here