Home Opini Menjadi Pemimpin Itu Tidak Mudah

Menjadi Pemimpin Itu Tidak Mudah

1754
0
Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Berbicara masalah kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari aspek ilmu manajemen. Artinya sebagai seorang pemimpin harus mampu bertindak sebagai manajer yang selalu dihadapkan pada suatu kerangka berpikir dalam hal pengambilan keputusan yang matang.

Pada sisi lain suatu keputusan yang telah ditetapkan sangat mungkin tidak seluruhnya mencapai sasaran. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya berbagai faktor ketidakpastian yang sulit diprediksi secara akurat. Masalah kepemimpinan memang sangat menarik untuk dibicarakan, terlebih bila dalam organisasi-perusahaan telah terjadi krisis kepemimpinan. Dalam menghadapi krisis kepemimpinan, sebenarnya relatif dapat diantisipai, manakala di dalam proses pendelegasian dari segala tugas pada masing-masing departemen atau bagian telah dapat terbagi dan tersebar secara baik.

Tentu saja berbagai persyaratan bagi seorang pemimpin yang masih relevan dan perlu dimiliki menurut Begawan Abiyasa mengacu pada unsur H. Pertama, heneng (tenang). Seorang pemimpin harus memiliki ketenangan dalam menghadapi segala persoalan.

Kedua, heling (sadar). Seorang pemimpin harus menyadari kepada siapa/orang yang dipimpinnya. Ketiga, hawas (waspada). Seorang pemimpin harus mawas diri dan waspada untuk mampu melihat kejadian-kejadian yang ada di sekitar organisasi dan mampu mengantisipasinya. Dan yang terakhir seorang pemimpin harus cerdas dan kreatif. Seorang pemimpin hendaknya mampu menciptakan sesuatu yang baru, gagasan, ide-ide baru yang sangat relevan dan bekerja secara cerdas.

Sudah barang tentu aktivitas tersebut perlu didukung dengan sistem kerja yang transparan, kerja sama dan komunikatif di antara komponen yang ada dalam organisasi. Hal itu akan dapat tercapai sangat tergantung dari keberadaan peran seorang pemimpin dalam organisasi tersebut.

Untuk menjadikan seorang pemimpin yang mampu membawa tanggung jawab terhadap keberadaan organisasi yang semakin dinamis, merupakan beban yang tidak ringan, karena dengan persyaratan teknik dan operasional, belumlah cukup, tanpa didukung dengan mekanisme kerja yang besar dari para anggota yang ada dalam organisasi. Inilah beban yang tidak ringan yang harus dihadapi oleh para pemimpin organisasi di masa kini.

Maka berbicara konsep kepemimpinan sangat terkait dengan seni mengkoordinasi, memotivasi individu-individu dan kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Mengacu pada perilaku tugas yang harus ada dalam diri seorang pemimpin sangat terkait dengan kadar sejauh mana pemimpin mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya dengan memberitahukan pada mereka mengenai apa, kapan, dimana dan bagaimana suatu tugas harus dilaksanakan. Berbagai unsur yang terkait dengan perilaku tugas meliputi : menetapkan batas waktu, mengarahkan dan mengawasi.

Selain aspek perilaku tugas, seorang pemimpin juga perlu melakukan perilaku hubungan. Perilaku hubungan terkait dengan kadar sejauhmana pemimpin melakukan hubungan dua arah atau banyak arah dengan orang-orang yang dipimpinnya. Berbagai unsur yang terkait dengan perilaku hubungan meliputi memberi dukungan, mengkomunikasikan, mendengarkan, memberikan umpan balik (feed back), menyediakan kemudahan.

Yang jelas, untuk mengintegrasikan antara perilaku tugas dan perilaku hubungan secara baik, sangat terkait dengan model kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin tersebut. Akan tetapi adanya faktor intern dan ekstern sangat mungkin dapat mempengaruhinya. Akan tetapi persoalan yang lebih penting adalah, karena seorang pemimpin itu memiliki kuasa, maka kuasa yang bagaimanakah kiranya perlu dibentuk.

Apakah kuasa jabatan ataukah kuasa personal, atau perpaduan antara kuasa kedua-duanya. Apapun pilihan yang diambil, yang penting adalah ketepatan pemimpin dalam melihat situasi yang terjadi dalam organisasi. Artinya, kapan seorang pemimpin menggunakan kuasa jabatan dan kapan menggunakan kuasa personal atau kapan menggunakan kedua-duanya sangat tergantung pada kondisi yang ada. Yang penting sasaran akhir tercapai sesuai rencana dengan tepat, cepat dan benar. (Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here