Home News Meningkatnya Kasus Covid-19, Balai Kampung Sampai Dijadikan Shelter

Meningkatnya Kasus Covid-19, Balai Kampung Sampai Dijadikan Shelter

266
0
Pelaksanaan PPKM Mikro oleh Kelurahan Panembahan dan Kampung Suryoputran, Minggu (27/6/2021) pagi, di Pasar Kluwih, Jalan Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang melanda DIY, yang dapat dikatakan beberapa hari ini hampir di semua wilayah kabupaten dan kota hingga kapanewon/ kemantren juga kelurahan dan kampung sehingga Lurah Panembahan, Ketua Kampung (RK) Suryoputran didukung oleh Banbisa Koramil Kraton dan Bhabinkamtibmas Polsek Kraton melaksanakan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro.

Kegiatan pengetatan PPKM Mikro itu diselenggarakan, Minggu (27/6/2021) pagi, di Pasar Kluwih, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Juga dihadiri oleh Ketua RW 08 dan Bendahara RW 08, serta perwakilan Pengurus RW 09 dan RW 10 Kampung Suryoputran.

Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro (kiri) menyampaikan tujuan pelaksanaan PPKM Mikro di Pasar Kluwin, Kampung Suryoputran, Yogyakarta, Minggu (27/6/2021) pagi. Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Pasar Kluwih merupakan pasar tradisional yang keberadaannya telah puluhan tahun berada di ruas jalan itu dan telah tercatat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, bahkan lahan untuk gedung pasar pun telah dipersiapkan oleh Pemkot Yogyakarta di lokasi yang sama, di Jalan Suryoputran.

Ketua Kampung (RK) Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE mengungkapkan, bahwa kegiatan PPKM Mikro di lingkungan Pasar Kluwih dengan menggandeng Satgas Covid-19 dari Kelurahan Panembahan disebabkan masih ada beberapa pedagang mengabaikan protokol kesehatan sehingga perlu dilakukan teguran keras.

“Juga upaya dalam menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Hari ini untuk wilayah Kampung Suryoputran yang terdiri dari tiga wilayah RW, total warga yang terpapar sejumlah 25 warga,” terang Bandrio Utomo, di tempat kegiatan.

Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro (kiri) didampingi Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo (kiri nomor 2) dan petugas saat meninjau Balai Kampung Suryoputran yang dijadikan shelter sementara bagi warga yang lakukan isolasi mandiri. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dikatakan Bandrio, rincian untuk wilayah RW 08 terdapat 3 warga terpapar, RW 09 ada 6 warga dan RW 10 sejumlah 16 warga. “Untuk mengantisipasi isolasi keluarga yang terpapar atau positif Covid-19, maka pengurus kampung dengan persetujuan ketiga ketua RW menyiapkan shelter Balai Kampung Suryoputran sebagai isolasi bagi anggota keluarga terpapar yang kondisinya sehat (negatif). Kebetulan ada beberapa keluarga yang beranggotakan 5 orang, yang terpapar positif 3 orang harus isolasi mandiri, maka yang 2 orang masuk di balai,” ujarnya.

Secara geografis dan ekonomi, lanjut Bandrio, ada tempat-tempat tertentu di RW 08, RW 09 dan RW 10 yang wilayahnya padat perumahan, antara rumah warga satu dengan rumah warga lainnya saling berdekatan bahkan berdempetan. “Sedangkan secara ekonomi warga terpapar dapat dikatakan pas-pasan juga tiada sanak saudara yang bisa ditumpangi. Hal itulah yang jadi pemikiran kami untuk memanfaatkan balai kampung sebagai shelter atau tepatnya tempat pengungsian,” ungkap Ketua Kampung Suryoputran.

Saat Lurah Panembahan RM. Murti Buntarto dan Satgas Covid-19 mengedukasi protokol kesehatan pada pedagang dan masyarakat pembeli di salah satu los kios di Pasar Kluwih, Kampung Suryoputran, Minggu (27/6/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sementara itu, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP menegaskan kembali, bahwa dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Kelurahan Panembahan, khususnya Kampung Suryoputran ini agar peran RW dan RT ditingkatkan lagi untuk pelaksanaan pengetatan PPKM Mikro di wilayah masing-masing.

“RW dan RT yang paham betul dengan warga dan detail wilayahnya, jangan bosan untuk mengingatkan warganya tentang protokol kesehatan. Selalu lakukan koordinasi dengan kelurahan dalam pendataan warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan jangan sampai ada warga yang menyembunyikan keluarganya jika terpapar karena Covid bukanlah aib,” ujar Murti Buntoro.

Kegiatan PPKM Mikro yang digelar oleh Satgas Covid-19 Kelurahan Panembahan dan Kampung Suryoputran, selain membagikan masker bagi pedagang pasar yang diketahui tidak mengenakan masker atau masker dalam kondisi tak layak, edukasi protokol kesehatan pada pedagang dan masyarakat pembeli agar jaga jarak. Juga pemasangan dua spanduk di ruas jalan yang setiap pagi menjadi pasar cukup ramai. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here