Home News Menikmati Sensasi Ngopi di Dalam Bis Pariwisata

Menikmati Sensasi Ngopi di Dalam Bis Pariwisata

238
0
Kelompok paduan suara ibu-ibu Melati Suci dari Balecatur, Sleman ikut mencoba merasakan sensasi ngopi di Cofee on The Bus, Jumat (24/7/2020) malam. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Dampak pandemi Covid-19 secara ekonomi sangat dirasakan benar dalam dunia bisnis, banyak perusahaan terpuruk bahkan harus gulung tikar. Hal itu juga sangat dirasakan oleh pelaku usaha di bidang pariwisata, antara lain, dari destinasi wisata, penginapan atau hotel, kuliner, hingga trasportasi armada pariwisata. Oleh karena itu banyak pelaku pariwisata yang harus putar otak melakukan strategi baru maupun kreatifitas dan inovasi baru agar usahanya dapat survive minimal bertahan jangan sampai terpuruk.

Para penumpang Coffe on The Bus tak ketinggalan mengabadikan momen unik dengan foto maupun selfi. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

Salah satunya dilakukan oleh sebuah perusahaan otobis (PO) penyedia armada bis pariwisata, dalam menyikapi adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata atau juga disebut “Pranatan Anyar Plesiran Jogja”. PO ini menyulap armada bisnya menjadi sebuah kafe guna menikmati kopi sambil berpariwisata tipis-tipis keliling kota Yogyakarta.

Bersama kelompok paduan suara ibu-ibu Melati Suci, Balecatur Sleman, Bernasnews.com berkesempatan ikut merasakan sensasi ngopi, Jumat (24/7/2020), di dalam bis yang telah disulap layaknya sebuah kafe. Dengan kapasitas terbatas hanya untuk 28 orang karena beberapa tempat duduk diubah menjadi meja. Dengan harga yang sangat terjangkau penumpang dapat menikmati kopi dan berputar kota selama kurang lebih 1,5 jam. Protokol kesehatan juga dilakukan ketat, sebelum naik ke dalam bis para penumpang diukur suhu badannya dan disemprot handisanitezer.

Beberapa tempat duduk bis digantikan menjadi meja sebagai kelengkapan layaknya kafe. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

Di dalam bis ini tersedia aneka produk kopi Indonesia, antara lain, kopi Solok (Padang), kopi Gayo (Aceh),  kopi Mandailing (Medan), kopi Kintamani (Bali), kopi Merapi (Jogja) dan lain sebagainya. Bagi yang nggak suka ngopi, juga disediakan aneka jus buah dan teh tarik, tentu tak ketinggalan dengan aneka camilan sebagai teman minum.

“Kami ingin mengedukasi para penggemar kopi yang ada di Jogja dengan suasana yang lain dari pada yang lain, dengan sensasi berbeda tidak seperti di kafe atau warung kopi lainnya. Sambil kita menghidupkan kembali wisata kota Jogja,” terang Wiwid selaku kreator Cofee On The Bus, saat memandu penumpang.

Ibu-ibu dari Kelompok Paduan Suara Melati Suci, Balecatur Sleman pun tak mau ketinggalan memikmati sensasi Cofee on The Bus, Jumat (24/7/2020). Foto: Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com.

Cofee On The Bus ini diresmikan satu bulan yang lalu, menurut Wiwid, peminatnya lumayan cukup banyak  dan selalu penuh di setiap waktu perjalanannya, yaitu jam 10:00 WIB, 13:00 WIB, 16:00 WIB dan Jam 19:00 WIB. “Kopi yang kita suguhkan di sini fresh dan kita olah sendiri langsung,” ujar Wiwid.

Kru bis sejumlah 6 orang yang juga merangkap sebagai Barista (peracik kopi) pelayanannya ramah sehingga para penumpang tidak merasakan bahwa dirinya sedang berada di dalam sebuah bis namun berada di sebuah kafe yang berhiaskan latar belakang keindahan kota Jogja.

“Selain paket keliling kota, kami juga melayani paket perjalanan Under Pass dan YIA, dengan lama perjalanan kurang lebih 4 jam. Selain kopi dan camilan juga plus makan siang. Untuk malam hari ada paket ke Bukit Bintang, Gunungkidul, kurang lebih 2 jam plus sesi foto,” pungkas Wiwid. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here