Home Pariwisata Menikmati Pesona Embung Nglanggeran Gunungkidul

Menikmati Pesona Embung Nglanggeran Gunungkidul

266
0
Wisata Embung Nglanggeran yang tereletak di Dusun Nglanggeran Wetak, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY, Sabtu (25/7/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Dalam menyikapi destinasi wisata dalam memasuki era New Normal atau dalam dunia pariwisata disebutnya “Pranatan Anyar Plesiran Jogja”, sebagai wisatawan tentunya kita harus bijaksana untuk memilih destinasi yang benar-benar telah melengkapi sarana CHS (Cleanliness, Health and Safety), yakni bersih, sehat dan aman. Masih suasana pandemi Covid-19 berwisata cukup tipis-tipis pilih yang dekat dan masih wilayah DIY, sekaligus guna menggerakan perekonomian warga.

Suasana halaman parkir kendaraan di obyek wisata Embung Nglarenggeran berlatar bongkahan bukit bebatuan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Salah satu tujuan destinasi wisata dengan kriteria itu adalah Wisata Embung Nglanggeran yang tereletak di Dusun Nglanggeran Wetak, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY. Destinasi ini masih satu wilayah dengan destinasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Bagi yang gemar touring memakai sepeda motor untuk menuju Ngalanggeran bisa melalui tiga jalan, melalui jalur jalan Tebing Breksi/ Candi Ijo, Sleman.

Dan dua jalan langsung melalui Patuk, Gunungkidul, pertama merupakan jalan utama menuju dua obyek wisata Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran yaitu, perempatan Patuk setelah Bukit Bintang ambil kiri ikut APILL. Kedua, kalau hanya khusus tujuan ke Embung Nglanggeran, bisa melalui perempatan Putat ambil kiri jalan arah ke SMA Negeri 1 Patuk, Gunungkidul.

Pengunjung harus menaiki tangga menaiki bukit tempat lokasi Embung Nglanggeran yang letaknya di atas, berkisar ratusan meter dari tempat parkir kendaraan. (Tedy Kartydi/ Bernasnews.com)

Meskipun Jalan Putat ini masih relasi sepi, namun kiri kanan masih ada beberapa spot persawahan yang cukup indah untuk berswafoto. Juga tidak perlu khawatir kelaparan, sebab ada beberapa warga yang membuka kuliner, seperti bakso, mie ayam, dan sate. Salah satu yang recomainded bisa mampir di kuliner SEGORESto, di sini tersedian aneka macam menu dan minuman, salah satu andalannya adalah paket Sego Liwet (Nasi Liwet) Ingkung (Opor Ayam).

Kuliner SEGORESto, Plumbungan, Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY. (Foto: Ayu)

“Jalan Putat ini merupakan jalur yang disukai oleh wisatawan bermotor baik dari arah Kota Yogyakarta maupun Wonosari. Kalau hanya untuk menuju Embung Nglanggeran sepertinya lebih dekat dibandingkan lewat jalan utama,” ungkap Mas Lin, owner Kuliner SEGORESto, di sela-sela menerima tamu rombongan 9 awak media dari Yogyakarta yang melakukan touring tipis tipis, Sabtu (25/7/2020).

Selain melihat keindahan embung berlatar bukit seribu pengunjung juga dapat menikmati hamparan ngarai dan terbenamnya matahari di waktu sore hari. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Embung Nglanggeran sebenarnya merupakan embung buatan tadah hujan yang diresmikan, 19 Februari 2013, oleh Sri Sultan HB X. Berfungsi menampung air hujan yang dimanfaatkan untuk pengairan perkebunan pertanian saat musim kemarau. Setelah beberapa tahun diresmikan dan pengelolaan yang terpadu untuk kepentingan pertanian dan wisata, embung yang berada di ketinggian bukit ini tampak semakin indah.

Jalanan menurun dari arah yang berbeda untuk naik dari Embung Nglanggeran menuju ke tempat parkir kendaraan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pesona Embung Nglanggeran bagus untuk menikmati pemandangan indah dari ketinggian, juga cantik saat melihat matahari terbenam atau sunsite. Dalam suasana pandemi dan menyikapi “Pranatan Anyar Plesiran Jogja” pengeleloa juga telah melaksanakan SOP protocol kesehatan, mewajibkan pengunjung memakai masker, melakukan tes suhu badan memakai thermogun pada pengunjung dan mengingatkan agar menjaga jarak. Juga tersedia banyak kran air lengkap dengan sabun cair untuk cuci tangan. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here