Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPariwisataMenikmati Mi Letek dan Wedang Uwuh di Taman Kuliner Imogiri

Menikmati Mi Letek dan Wedang Uwuh di Taman Kuliner Imogiri

BERNASNEWS.COM — Mi Letek  dan Wedang Uwuh sebagai kuliner khasnya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi semakin dikenal oleh masyarakat luas semenjak salah satu varian mi ini disajikan dan disukai oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama ketika berwisata ke destinasi wisata Puncak Becici, desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul dua tahun lalu.

Dua jenis kuliner ini apabila diterjemahkan secara harafiah ke dalam Bahasa Indonesia menjadi sebutan yang kurang elok dan jauh dari cita rasa yang menggoyangkan lidah bagi penikmatnya. Untuk menikmati Mi Letek dan minuman Wedang Uwuh cukup mudah karena beberapa resto bahkan hotel berbintang di Yogyakarta pun banyak yang menyajikannya. Dan kini ada satu tempat lagi yang cukup resprentatif untuk menikmati kuliner khas Kabupaten Bantul yakni di Taman Kuliner Imogiri.

Taman Kuliner Imogiri, berada di lapangan bekas pasar lama Imogiri atau tepatnya di Jalan Makam Raja, Dukuh Sareyan, Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Bantul, DIY. Taman kuliner ini diresmikan oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono, lima bulan lalu pada tanggal, 28 Februari 2019, buka dari pagi hingga malam hari, menampung lebih kurang 40 gerai kuliner khas tradisional Bantul maupun kuliner kekinian.

Ibu Hida penjual Mi Letek dan Mi Des Garasi, Jumat (27/07/2019), kepada Bernasnews.com, menjelaskan, bahwa dia merasa bersyukur bisa berjualan dan bergabung dengan penjual kuliner lainnya di Taman Kuliner Imogiri meski harus bersaing dengan pemain lama sesama penjual varian mi yang sejenis. Sebab ada kenaikan pendapatan dibanding ketika berjualan di rumah.

“Ada sekitar 40an pedagang di sini (Taman Kuliner Imogiri), sistemnya sewa bulanan dan masing-masing harga sewanya berbeda. Untuk tempat saya ini sebesar Rp 110.000 per bulan karena saya berjualan hanya dari sore sampai malam, entah mereka yang buka sejak pagi saya tidak tahu sewanya. Saya bersyukur bisa ikut jualan di sini meskipun bersaing dengan para senior,”kata Hida.

Hida juga menambahkan, untuk pengaturan libur pihak pengelola telah mewajibkan libur bersama setiap hari Selasa Pon atau setiap 35 hari sekali (selapan). Sedangkan untuk libur di luar dari ketentuan itu diserahan pada masing-masing gerai atau pribadi para penjual, seperti tampak gerai mi letek Kang Sum, Jumat malam itu terlihat tutup.

“Setiap malam saya buka jualan dan libur mengikuti yang diwajibkan oleh pengelola setiap Selasa Pon, seperti kalau di Malioboro setiap Selasa Wage. Gerai mi letek Garasi libur diluar itu jika ada kepentingan keluarga,”ujarnya.

Taman Kuliner Imogiri yang pembangunannya didanai dari APBD Bantul Tahun 2018, sebagaimana yang telah dirilis oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul dengan nilai sebesar Rp 661.048.351,07, tampak cukup megah dan bersih. Adanya fasilitas berupa wifi untuk akses internet lengkap dengan  fresteker (colokan listrik) di masing-masing gerai, semoga menjadi perhatian jangan sampai kemudahan ini disalahgunakan oleh pengunjung cuma sekadar nongkrong berjam-jam menikmati wifi gratisan yang akhirnya merugikan penjual. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments