Home Pariwisata Menikmati Kuliner Pecel Ndeso di Pinggiran Sungai Bedog Bantul

Menikmati Kuliner Pecel Ndeso di Pinggiran Sungai Bedog Bantul

524
0
Mbak Rub salah satu putri dari Yu Temu sedang menyajikan kuliner lengkap berupa pecel ndeso dan mangut lele. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bosan dengan menu sehari-hari di rumah atau juga bosan dengan kulineran di resto-resto mewah tengah perkotaan? Mungkin bagi generasi kekunoan alias usia setengah baya saatnya untuk mencoba lakukan wisata kuliner ke warung-warung tradisional yang ada di Jogja.

Warung dengan menu-menu tradisional seperti itu biasanya berlokasi nyempil di pedesaan namun banyak diburu orang karena cita rasa masakan serta tempatnya yang eksotik, di pinggir persawahan, bawah rumpun pohon bamboo maupun di pinggiran sungai dengan suara airnya yang bergermecik.

Suasana yang seperti itu bisa dijumpai, salah satunya adalah  Warung Pecel Ndeso dan Mangut Lele Yu Temu. Warung yang berdiri sejak tahun 1985 ini juga sering disebut warung pecel nggirli (pinggir kali) karena tepat terletak di pinggir Sungai Bedog yang membelah dusun Tempuran, Sembungan, Kelurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.

Warung Pecel Ndeso dan Mangut Lele Yu Temu di bawah rimbunya rumpun pohon bambu pinggiran Sungai Bedog, Dusun Tempuran, Sembungan, Kelurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pecel Ndeso Yu Temu sama masakan pecel lainnya, hanya sayurannya lebih komplit, ada bayam, kenikir, kecambah, daun pepaya. Juga ada bunga Turi apabila pas musimnya. Bumbu pecel juga masih dibikin secara tradisional, kacang beserta bumbu ditumbuk memakai alu dari kayu dan lumpang batu. Membuat cita rasa bumbu sangat khas dan jauh berbeda jika dihaluskan dengan blender.

Awal mula usaha kuliner ini dirintis oleh Mbah Atmo yang kemudian diterukan oleh putrinya yang akrab dipanggil Yu Temu. “Semenjak simbah sudah tidak kuat untuk memasak, usaha warung dilanjutkan oleh simbok (ibu) yang kini juga sudah uzur. Maka saya kini membantunya seperti halnya simbok dulu membantu simbah,” terang Mbak Rub putri Yu Temu kepada Bernasnews.com, beberapa waktu lalu.

Sajian kuliner pecel ndeso dan mangut lele Yu Temu, lengkap dengan lauk baceman dan bihun goreng khas ndeso. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Warung Pecel Ndeso dan Mangut Lele Yu Temu buka setiap hari, jam 08:00 WIB hingga dagangan habis. Libur atau tutup pada hari Minggu atau jika ada kepentingan keluarga. Tempatnya cukup mudah dijangkau terletak di barat daya Kota Yogyakarta. Arah menuju ke lokasi, bisa dari arah Desa Wisata Kasongan atau dari arah Pabrik Gula Madukismo, Bantul.

Selain pecel ndeso, masakan istimewa lainnya yaitu mangut ikan lele dengan kuah santan encer seperti gulai ikan, berbeda dengan mangut lele pada umumnya yang berkuah kental. Mangut lele Yu Temu terasa segar. Pembeli dapat mengatur kepedasan kuah dengan cara menumbuk cabai yang dimasak dalam mangut itu. Juga dihidangkan lauk aneka macam baceman, tahu, tempe, gembus, dan tempe koro. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here