Home News Menhan RI : Mengganti Pancasila Berarti Mengganti Indonesia

Menhan RI : Mengganti Pancasila Berarti Mengganti Indonesia

576
0
Menhan RI pada acara pembekalan mahasiswa baru UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) di Kampus Pusat Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (13/8/2019). Foto : Humas UPNVY

BERNASNEWS.COM – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Pancasila adalah Indonesia itu sendiri. Sehingga mengganti Pancasila berarti mengganti Indonesia. Pancasila akan timbul dan tenggelam bersama negara ini. Hancurnya Pancasila adalah terpecahnya negara.

Oleh karena itu sudah menjadi kesepakatan dan tugas kita bersama untuk selalu menjaga dan melestarikan Pancasila sebagai identitas bangsa yang harus selalu tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final menjadi harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi,” tegas Menhan RI pada acara pembekalan mahasiswa baru UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) di Kampus Pusat Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (13/8/2019).

Menurut Menhan, kita semua harus bangga terhadap Pancasila. Saat ini Pancasila sedang menjadi perbincangan di dunia internasional karena dunia saat ini sedang membutuhkan ideologi yang bisa menyatukan berbagai keragaman. Bahkan pakar di Unversitas Leyden, Belanda, Harry Clinton dan Barak Obama membicarakan Pancasila.

“Pancasila terbukti ampuh mempersatukan beribu-ribu perbedaan mulai dari suku bangsa, ras, budaya dan agama. Ini merupakan ideologi yang ajaib dan hebat. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjaga Pancasila. Indonesia bukan negara agama tetapi negara yang masyarakatnya beragama,” kata Menhan Ryamizard.

Ribuan mahasiswa baru UPN “Veteran” Yogyakarta saat mengikuti pembekalan yang disampaikan Menhan RI di Kampus Pusat UPNVY Ring Road Utara Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa 13/8/2019). Foto : Humas UPNVY

Dikatakan, kalau menjadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab dan kalau jadi orang Kristen jangan jadi orang Yahudi, tapi tetaplah jadi orang Nusantara dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini. Kepada para mahasiswa, Menhan RI mengatakan bahwa saat ini bela negara merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi mengingat semakin maraknya ancaman terhadap ideologi negara Pancasila yang dapat berdampak pada perpecahan bangsa. Bela negara ini bukan pilihan tapi kewajiban kita bersama, seluruh komponen bangsa demi menjaga keutuhan bangsa dan negara agar Indonesia tetap ada sampai kiamat.

“Bela negara adalah sebuah konsep solus terhadap semua persolan bangsa. Nilai-nilai bela negara yang berbasis nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai kejuangan empat lima merupakan sumber kekuatan bangsaa yang harus terus dilestarikan menjadi cermin identitas karakter bangsa Indonesia sampai kapan pun. Artinya, segala keputusan, tindakan dan perilaku seluruh anak bangsa harus mencerminkan nilai-nilai perjuangan yang di dalamnya berisi cinta Tanah Air, setia dan yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara, kerelaan untuk berbuat baik. Kemudian nilai toleransi karena para pejuang bangsa kita sangat menyadari pentingnya suatu persatuan bangsa. Dengan persatuan itulah kita kuat,” kata Ryamizard Ryacudu serya menambahkan bahwa dengan itulah muncul semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu atau totalitas satu dari keseluruhan.

Ucapan selamat datang kepada Menhan RI di Kampus UPN “Veteran” Yogyakarta, Selasa (13/8/2019). Foto : Humas UPNVY

Dengan nada bertanya, Menhan RI mengatakan apa sebenarnya Indonesia, yang dijawabnya sendiri bahwa Indonesia adalah negara besar yang kaya dengan keragamannya, Bhineka Tunggal Ika bangsanya, UUD 1945 landasan hukumnya, demokrasi sistem politiknya dan Pancasila dasar negaranya. Ini semua sudah final, yang tidak boleh ditawar – tawar lagi.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Sebagai anak bangsa, apakah kalian rela jika ada sekelompok orang yang ingin mengubah Pancasila dan menjadikan Indonesia menjadi bangsa tanpa keragaman atau negeri untuk satu golongan saja?” tanya Menhan RI yang dijawab tidak oleh ribuan mahasiswa baru UPNVY tersebut.

Oleh karena itu, menurut Menhan, persatuan nasional menjadi sangat penting. Ia menganalogikan semut bisa mengalahkan gajah karena semut memiliki etos budaya persatuan yang sangat tinggi. Mereka tidak pernah bicara tentang dirinya; mereka selalu bersatu dan gotong-royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Mereka saling menghormati satu sama lain dan ketika bersatu mereka kuat sekali. Itulah bela negara.

“Di sinilah mahasiswa UPN harus mengambil peran dan berdiri paling depan untuk terus menjaga keutuhan bangsa dan negara tercinta ini. Marilah bersama kita bangun bangsa ini dan jaga persatuan demi tetap tegak dan utuhnya NKRI yang sangat kita cintai bersama,” kata Menhan Ryamizard Ryacudu. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here