Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanMengupayakan Kehamilan dan Melahirkan tanpa Galau

Mengupayakan Kehamilan dan Melahirkan tanpa Galau

bernasnews.com – Ada seorang karyawan yang memilih pindah pekerjaan dari sebuah kantor yang mapan ke sebuah perusahaan boneka.  Dia merasa optimis berkarya di kantor baru karena yakin selama masih ada ibu hamil (dan melahirkan) boneka pasti laku dibeli orang.

Ya, adanya ibu hamil, kemudian melahirkan bayi, dan bayi itu nantinya diberi mainan boneka oleh orangtuanya, sebuah siklus yang menjanjikan bagi pengusaha boneka. Di sisi lain, kehamilan dan melahirkan bayi memang menjadi dambaan dan berkah suka cita bagi keluarga. Namun adakah kehamilan yang tidak dikehendaki dan dianggap kondisi buruk? Liputan media massa menjawab hal ini.

Melalui berbagai platform media, informasi kini semakin mudah diperoleh, termasuk informasi tentang kehamilan.  Misalnya, informasi tanda kehamilan yang penting. Yakni perubahan pada payudara, lebih sering buang air kecil, lebih cepat lelah, mual dan muntah, sensitif terhadap bau, hilangnya nafsu makan, pencernaan yang melambat, suasana hati yang mudah berubah, pusing, dan keluar bercak darah dari vagina.

Dari sisi tenaga medis pembantu kelahiran, dokter atau bidan, kini semakin banyak pilihan. Demikian pula dari sisi makanan dan minuman, vitamin, olahraga, pakaian, pernik-pernik untuk kelahiran baru, sampai referensi kehamilan dalam bentuk buku, juga kian beragam. Dalam banyak hal, sudah ada dan banyak hal yang siap membantu kelancaran kelahiran bagi calon ibu hamil, ibu hamil dan ibu pascahamil.

Kehadiran buku bertajuk Kehamilan Terencana untuk 9 Bulan Antigalau (PT Litera Media Tama, Malang, cetakan kedua 2022) karya dr. Tritia Widiantara, Sp.OG ini seolah laksana seorang bayi yang lahir dari sekian banyak kelahiran bayi lainnya. Apa keistimewaan buku ini, secara subyektif dan obyektif. Dari sisi cover, layout, editing dan kualitas cetaknya. Dari sisi pentingnya kehadiran lagi buku sejenis bagi kalangan kedokteran, kesehatan, masyarakat sampai pengayaan literasi kesehatan.

Dokter Tritia Widiantara, Sp.OG. (Foto : Istimewa)

Ceklis penting kehadiran buku baru adalah penulisnya, temanya, penulisannya, format bukunya, sampai momentumnya. Penulis buku tentang kehamilan ini siapa? Ternyata seorang dokter kebidanan dan kandungan yang berkarya di RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, jadi pas. Tema tentang kehamilan dan judul bukunya menarik.

Ada diksi antigalau, ini kekinian. Penulisannya lancar, bahasanya mudah dipahami,  isi mencerminkan penguasaan bidang dan karya penulis sehingga menambah wawasan pembaca.  Format buku, ilustrasi, layout dan editing bagus.  Sedangkan  momentumnya ever green. Bukankah kehamilan  dan kelahiran selalu ada setiap saat di belahan bumi mana pun?

Hal penting dan strategisnya adalah bagaimana segala upaya harus terus dilakukan oleh si ibu hamil, keluarga, lembaga kesehatan dan masyarakat demi kelancaran kelahiran serta keselamatan ibu dan anak bersangkutan. Mengapa?  Angka kematian ibu yang tinggi dan stunting masih menjadi salah satu prioritas nasional Indonesia. 

Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia  (PP POGI) dr Ari Kusuma Januarto, Sp.OG (K) dalam pengantar buku ber-ISBN 978-623-6492-13-0 dan setebal 200 halaman ini mengajak para pihak untuk mendukung kesehatan reproduktif perempuan dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu di Indonesia.

Buku ini disemarakkan dengan testimoni para kolega dokter yakni Ketua POGI Yogyakarta Dr dr Diah Rumekti Hadiati, M.Sc.Sp.OG(K)FM;  Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul dr. I Wayan Marthana W.K. M.Kes., Sp.THT-KL; Dokter Dinas  Kesehatan Bantul dr. Anugrah; dokter spesialis kandungan dr. Oktavianus, Sp.OG.; Dosen dan Peneliti Kesehatan Maternal Departemen Kedokteran Keluarga Komunitas UGM dr Fitriana Murriya Ekawati, MPH, PhD.; dokter spesialis kandungan dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG.; dan dokter spesialis anak dr. Ristantio , M.Kes. Sp.A.

Tujuh kisah dan empat alternatif

Buku karya dr Tritia Widiantara, Sp.OG  yang kelahiran Denpasar, Bali dan suami tercinta dari Ida Ayu Krisnadewi, S.I.Kom. ini dibagi dua bagian. Bagian pertama, ditulis tujuh kisah mengenali permasalahan selama kehamilan. Bagian kedua, disajikan solusi mewujudkan kehamilan antigalau.

Dalam bagian pertama itu, berkat  gaya penulisan bak “cerita pendek” yang menarik pembaca terasa dibawa masuk ke suasana hati ibu hamil dan keluarga saat  konsultasi dengan dokter Reza, Sp.OG., personifikasi dokter penulis buku ini. Pembaca merasa ikut “deg-degan”, khawatir, dan sekaligus memperoleh tambahan wawasan tentang kehamilan.

Ketujuh kisah itu adalah kehamilan di usia muda, kehamilan di usia lebih dari 35 tahun, preeklamsia dalam kehamilan, anemia dalam kehamilan, perdarahan prasalin, perdarahan pascasalin, kehamilan yang terlalu sering, dan kehamilan di luar kandungan. Sedangkan untuk empat alternatif  yang disampaikan penulis adalah konsultasi prakonsepsi, penapisan/anternatal care yang terorganisasi, keluarga berencana dan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini.      

Kita dapat membayangkan dan turut prihatin bagi para (calon) ibu dan keluarganya yang belum atau tidak paham tentang pentingnya edukasi kesehatan berproduksi, kesiapan dan paska kehamilan, sampai hal-hal lainnya demi kelahiran bayi yang selamat dan sehat.

Kita turut bersyukur dan berterima kasih atas peran serta para pihak, dari keluarga hingga pemangku kebijakan dan organisasi profesi,  yang terus berupaya menekan atau menghentikan gelombang pasang kematian ibu. Kematian selama kehamilan, persalinan, dan nifas, serta kematian janin dalam kandungan maupun saat persalinan. Tentu saja, kehadiran buku karya dokter Tritia Widiantara, Sp.OG  ini  juga layak diapresiasi. (mar)     

 

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments