Home News Menguji Nyali dengan Mendaki Puncak Gunung Ranaka di Manggarai

Menguji Nyali dengan Mendaki Puncak Gunung Ranaka di Manggarai

377
0
Puncak Gunung Ranaka, Manggarai, Flores, NTT. Foto : kiriman Elvira Elo

BERNASNEWS.COM – Banyak pilihan untuk berwisata atau rekreasi di Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi NTT. Salah satu obyek wisata yang indah dan menarik adalah puncak Gunung Ranaka di sebelah Timur Tenggara Kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai.

Tempat istirahat di kilometer 7 Gunung Ranaka di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT., 7 Juli 2020. Elvira Elo duduk di sebuah bangku dengan latar belakang lahar Gunung Ranaka bekas letusan tahun 1987. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Namun, untuk mencapai ke puncak gunung api yang terakhir meletus tahun 1987 itu butuh perjuangan dan nyali tinggi. Selain jalannya menanjak tajam, di sisi kiri kanan jalan juga ada jurang yang dalam.

“Hanya orang dengan fisik yang tangguh dengan nyali tinggi yang bisa sampai ke puncak. Dan saya termasuk salah satu wanita tangguh karena bisa sampai ke puncak Gunung Ranaka,” kata Elvira Elo Amd.Keb, yang pada 7 Juli 2020 mendaki ke puncak Gunung Ranaka, kepada Bernasnews.com, Rabu (5/8/2020).

Dinding pemisah antara Gunung Ranaka dengan anak Gunung Api Ranaka yang meletus tahun 1987, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Elvira Elo yang sehari-hari berprofesi sebagai Bidan ini, mengatakan, jarak mulai dari start di
Kantor TWA di Ntango, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai hingga puncak Gunung Ranaka mencapai sekitar 9 kilometer. Kalau ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 5 jam, sementara bila menggunakan sepeda motor hanya ditempuh sekitar 30 menit.

Posisi di depan gedung penjagaan di Puncak Gunung Ranaka, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

“Tapi sepeda motor tidak bisa sampai ke puncak. Selain jalannya sempit berkerikil, juga tanjakannya tinggi dan di sisi kiri kanan jurang yang dalam. Sangat berbahaya kalau menggunakan sepeda motor,” kata Elvira Elo yang mengaku puas bisa sampai ke puncak Gunung Ranaka.

Dinding pemisah Gunung Ranaka dengan anak Gunung Ranaka. Foto : kiriman Elvira Elo

Menurut Elvira Elo, bila menggunakan sepeda motor hanya bisa sampai di kilometer 8 karena setelah itu ada tanjakan dan krikil yang tajam. “Motor trail saja tidak bisa naik. Mungkin bisa menggunakan oto (mobil) tapi jalannya sempit,” kata Elvira Elo.

Gedung penjagaan di puncak Gunung Ranaka yang tak terawat dan tanpa penjagaan. Kaca-kaca gedung pecah berantakan, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Perjuangan yang panjang dengan resiko terperosok itu terpuaskan atau terobati setelah sampai ke puncak. Sebab, wisatawan/pendaki akan disuguhi pemandangan yang indah dan menarik dengan udara yang dingin di puncak gunung, bahkan di sepanjang jalan. Dan untuk sampai ke lahar masih berjarak sekitar 3-4 kilometer. “Bagi pendaki ini sebuah tantangan yang menakjubkan dan pasti merasa puas setelah pulang dari sana,” kata Elvi.

Pemandangan Gunung Ranaka. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Ketika sampai di puncak Gunung Ranaka, wisatawan/pendaki disuguhi panorama alam yang indah, menawan dan eksotik. Bisa melihat hampir seluruh Kota Ruteng dan wilayah Kabupaten Manggarai yang indah sejauh mata memandang.

Jalan setapak di tengah hutan menuju puncak Gunung Ranaka, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Elvi merekomendasikan bahwa kalau mau ke puncak Gunung Ranak sebaiknya start dari Kantor TWA di Ntango sekitar pukul 03.00 atau pukul 04.00 pagi agar bisa melihat matahari terbit (sunrise) di lahar Gunung Ranaka.

Pancaran sinar matahari di puncak Gunung Ranaka, Manggarai, Flores, NTT, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Menurut Elvira Elo, yang datang ke puncak Gunung Ranaka hanya sedikit orang, karena kondisi jalan yang tak terawat, sempit, menanjak, tebing dan jurang tanpa pegangan di kiri kanan. Belum lagi ada binatang liar, meski saat itu tidak sempat ketemu/terlihat.

Jalan setapak yang menanjak menuju puncak Gunung Ranaka, Manggarai, Flores, NTT, 7 Juli 2020. Foto : kiriman dari Elvira Elo

Bagi mereka yang suka mendaki, menurut Elvi, bila hendak ke sana harus membawa bekal makanan dan air mineral karena perjalanan jauh dan lama. “Harus bawa bekal dan air mineral kalau ke sana karena perjalanan jauh,” kata Elvi. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here