Mengenang Didi Kempot: Inilah Makna “Kempot” Nama Keberuntungan di Blantika Musik

    615
    0
    Didi Kempot atau Dionisius Prasetyo seniman musik kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966. (Foto: Repro Kumparan.com)

    BERNASNEWS.COM — Jagad hiburan dan musik Indonesia berduka kehilangan salahsatu putra terbaiknya, Didi Kempot atau Dionisius Prasetyo seniman musik kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966, pada hari Selasa (5/5/2020), pukul 07.30 WIB, meninggal dunia, di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah. Diduga ia meninggal karena serangan jantung. Menurut rencana jenazah akan dimakamkan bersanding dengan makam putra sulungnya, di pemakaman keluarga, Ngawi, Jawa Timur.

    Maestro musik campur sari atau lebih suka menyebut genre musiknya dengan sebutan “congdut” akronim dari keroncong dan ndangndut ini terlahir dari keluarga seniman kondang. Ayahnya Mbah Ranto Edi Gudel sosok pemain ketoprak dan pelawak yang terkenal pada era tahun 60an dan ibunya Umiyati Siti Nurjanah, penyanyi tradisional dari Ngawi, Jawa Timur.

    Darah seni Didi Kempot sebagai menyanyi mengalir dari ibunya. Sementara kakaknya Mamiek Prakoso atau di dunia hiburan dikenal dengan nama Mamiek Podang darah seni mengalir dari sang ayah. Mamiek sebagai pelawak dengan potongan rambut dan warna rambut yang ngejreng sangat khas, ikut melambungkan nama grup Srimulat kala itu.

    Perjalanan Didi Kempot di blantika musik bermodal kenekatan dan keberanian, ia bisa bermain musik dengan belajar gitar dari pinjaman teman SMA. Karena pingin punya gitar sendiri, Didi pun nekat menjual sepeda jengki hadiah ulang tahun dari ayahnya. Keinginan dan cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang seniman musik terkenal membuatnya ia nekat mengadu nasib ke Jakarta.

    Tidak ingin dalam bayang-bayang ketenaran sang kakak Mamiek Podang, ia pun mengawali karir musiknya menjadi pengamen jalanan untuk menopang kehidupan sehari-harinya di Jakarta. Bersama teman-teman sesame pengamen jalanan, Didi mendirikan grup music akustik yang diberi nama “Kempot Band”, nama Kempot sendiri kependekan dari Kelompok Penyanyi Trotoar.

    Pada tahun 1994 adalah tahun pematik Didi masuk dapur rekaman, saat itu bakat menyanyi dan musiknya dilihat seorang produser rekaman bernama Pompi mantan personel band No Koes, sebuah grup band era tahun 70an yang dipimpin oleh Nomo Koeswoyo (eks grup legendaris Koes Bersudara). Didi diajak oleh Pompi untuk rekaman album kompilasi bersama Batara Grup dari Suriname.

    Setelah sukses dan terkenal bersama grup dari negara Suriname tersebut, Didi Kempot memutuskan untuk bersolo karir. Ia pertama kali melantunkan lagu-lagu bergenre ndangdut, tahun 1999 merupakan awal bersinarnya Didi Kempot sebagai penyanyi dan pencipta lagu, rilis album perdanya berjudul “Stasiun Balapan” meledak di pasaran dan mendapat respon baik di blantika musik Indonesia.

    Kesibukan show atau undangan manggung di beberapa stasiun televisi swasta nasional waktu itu tak menyurutkan Didi Kempot untuk tetap berkarya menelorkan album-album lainnya yang juga meledak di pasaran. Ia pun membentuk grup musik sendiri yang diberi nama “Lare Jawi” (B.Indonesia: Anak Jawa). Dari musik dan menyanyi Didi Kempot menemukan tambatan hatinya yang juga seorang penyanyi Yan Vella dan sempat menelorkan album duet “Pokoke Melu”.

    Didi Kempot telah menulis sekitar 700 lebih judul lagu. Hampir sebagian lagu-lagu yang diciptakan Didi Kempot menggunakan bahasa Jawa bertemakan patah hati dan kesedihan. Ia beralasan sengaja memilih tema tersebut karena setiap orang pernah mengalami. Dan dari sinilah para fansnya mendapat julukan “Sobat Ambyar” karena sering ada tetesan air mata atau tangisan dalam setiap shownya.

    Di beberapa lagunya Didi Kempot juga kerap menggunakan nama-nama tempat wisata, ternyata secara tidak langsung ingin mempromosikan tempat-tempat tersebut melalui lagu ciptaannya. Selamat Jalan Lord Didi Kempot, karya-karya lagumu akan menjadikan kenangan bagi dunia musik Indonesia dan para “Sobat Ambyar” penggemarmu, semoga engkau damai di alam peristirahatan terakhirmu. (Tedy Kartyadi/ Dari Berbagai Sumber)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here