Home News Mengenang 54 Tahun ASEAN Berdiri

Mengenang 54 Tahun ASEAN Berdiri

203
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – Association South East Asian Nations (ASEAN) terbentuk lewat kesepakatan bersama dari 5 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina dan Thailand. Kelim negara ini kemudian dikenal sebagai The Founding Fathers of ASEAN, karena memelopori teks singkat dan sederhana dari sebuah dokumen yang menandai kerjasama di kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan itu dilakukan di suatu tempat yakni di Laem Thaen, Bang Saen Beach, Thailand pada 8 Agustus 1967.

Kelima negara yang diwakili masing-masing Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Narciso Ramos (Philipina), Rajaratnam (Singapura) dan tuan rumah Thailand diwakili Thanat Khoman, secara bulat sepakat untuk menjalin kerjasama bagi kawasan negara-negara Asia Tenggara. Dalam perkembangannya kemudian diikuti pula oleh Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

ASEAN merupakan suatu bentuk kerjasama kolektif mewakili bangsa-bangsa Asia Tenggara untuk mengikatkan diri bersama-sama dalam persahabatan dan kerjasama melalui usaha dan pengorbanan bersama, aman untuk bangsa mereka dan generasi mendatang berkat perdamaian, kebebasan, dan kesejahteraan.

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur dan bangga, karena lewat KTT ASEAN pertama yang diselenggarakan di Bali tahun 1976, salah satu keputusannya adalah menetapkan bahwa Sekretariat ASEAN dipilih atau ditempatkan di kota Jakarta, lewat apa yang disebut sebagai Agreement on the Establishment of The ASEAN Secretariat, sehingga kedudukn Jakarta sejajar dengan kota-kota lain di dunia yang menjadi pusat sebuah organisasi internasional.

Tujuan ASEAN Berdiri

Sekarang yang perlu diketahui dan dipahami oleh berbagai pihak, terutama para generasi yang lahir setelah tahun 1967, mengenai tujuan ASEAN didirikan di kawasan negara-negara Asia Tenggara, yang pada 8 Agustus tahun genap 54 tahun.

Beberapa tujuan organisasi ASEAN didirikan adalah pertama, mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asian Tenggara yang damai dan sejahtera.

Kedua, meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum dalam hubungan antara negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB. Ketiga, meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam berbagai masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.

Keempat, saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan profesi, teknik dan administrasi. Kelima, bekerjasama lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian berbagai masalah komoditi internasional, memperbaiki sarana pengangkutan dan komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat mereka.

Keenam, memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara, dan ketujuh, memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan serupa dan untuk menjajagi segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat diantara mereka sendiri.

Tiga Pilar ASEAN

Di samping tujuan tersebut, yang juga perlu dipahami bersama adalah bahwa ASEAN memiliki 3 pilar utama yakni berkaitan, yakni pertama, pilar politik yakni untuk menciptakan kawasan yang damai, aman dan bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal.

Kedua, pilar ekonomi yakni untuk membangun kerjasama perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pemberantasan kemiskinan dan memperkecil kesejangan pembangunan kawasan. Dan ketiga, pilar budaya, yang ditunjukkan dengan adanya orientasi pada penguatan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM) serta pemberantasan narkoba, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Dengan memperhatikan apa yang terkait tentang sejarah, tujuan serta pilar-pilar dari didirikannya ASEAN ini, kiranya kita menjadi lebih paham bahwa dengan berjalannya waktu yang semakin lama dan sekarang telah genap 54 tahun usia organisasi ini dibentuk, pertanyaannya adalah sudah mampukah negara-negara yang masuk dalam organisasi ini mewujudkan tujuannya?

Semoga hal ini pun menjadi kewajiban kita sebagai salah satu anggota organisasi ini sebagai rakyat dari suatu bangsa yang besar, yakni Indonesia tercinta, guna mendukung dan mampu untuk mewujudkannya. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here