Home Opini Mengenal Tentang Analisa “Break Even”

Mengenal Tentang Analisa “Break Even”

268
0
Drs Z Bambang Darmadi, MM, Lektor Kepala/Dosen ASMI Santa Maria Yogya. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Bagi menejemen kegiatan untuk mengantisipasi keadaan yang akan datang merupakan tugas yang tidak dapat dianggap ringan dan bahkan harus dilakukan melalui suatu perencanaan/ strategi yang tepat agar perusahaan selalu dapat menjalankan segala aktifitasnya agar selalu mendapat keuntungan.

Faktor keuntungan atau laba sering digunakan untuk mengukur perkembangan suatu perusahaan dan bahkan digunakan sebagai ukuran kesuksesan manajemen dalam mengelola perusahaan. Sebenarnya kuntungan yang besar belum tentu merupakan ukuran bahwa perusahaan telah melakukan kegiatan secara efisien, sebab kegiatan yang efisien ini akan dapat diketahui setelah perusahaan membandingkan antara keuntungan yang diperoleh dengan kekayaan atau kapital yang menghasilkan laba tersebut, dan besar kecilnya keuntungan tergantung dari hasil penjualan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Sedangkan besar kecilnya penjualan ditentukan oleh volume penjualan dan harga barang yang dijual, sehingga variabel biaya, volume dan keuntungan saling terintegrasi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi. Untuk mengetahui gambaran atau hubungan antara biaya, keuntungan dan volume penjualan, dapat dipakai suatu pendekatan atau analisis yang disebut break even analysis.

Analisis break even ini dapat dipakai oleh manajemen dalam mengantisipasi berbagai perubahan kondisi yang berdampak terhadap keuntungan perusahaan. Berbagai faktor yang mempengaruhi keuntungan, menurut Supriyono RA (1987) adalah perubahan harga jual satuan dari barang dagang,produk atau jasa, perubahan umlah total biaya tetap, perubahan biaya variabel satuan dari barang dagangan,produk atau jasa, perubahan harga jual satuan,volume penjualan,biaya-variabel satuan,dan biaya tetap.

Permasalahan

Keuntungan merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai oleh suatu perusahaan.untuk mencapai tujuan tersebut manajemen melakukan strategi perencanaan keuntungan secara tepat.salah satu keputusan dalam merencanakan keuntungan adalah menggunakan pendekatan break even analysis. Melalui pendekatan ini akan dapat diketahui tingkat penjualan minimal yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian,dan tidak mendapatkan keuntungan untuk kemudian dapat melakukan perencanaan keuntungan.

Konsep analisa “Break Even”

Analisis break even ini merupakan konsep dari perencanaan dan pengendalian keuntungan yang sifatnya jangka pendek. Berbagai pengertian mengenai break even .  Menurut Garrison (1982) break even sebagai titik sewaktu hasil penjualan total sama dengan biaya total, atau sebagai titik dimana contribution margin total sama dengan biaya total.Sedangkan Matz, break even adalah tingkat keseimbangan antara biaya dan penghasilan (Matz & Usry : 1984).  Dari pengertian tersebut yang dimaksud  dengan break even adalah suatu kondisi usaha atau kegiatan yang mencerminkan posisi perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan tidak menderita kerugian.

Ada tiga faktor yang perlu mendapat perhatian dalam melakukan break even , yaitu:  penetapan volume dan harga jual, penentuan biaya tetap dan biaya variabel, dan mengganbungkan biaya dengan volume.  Sedangkan asumsi yang harus dipenuhi adalah (Welsch : 1976):  Konsep biaya variabilitas adalah valid dengan demikian biaya dapat diklasifikasi secara realistis sebagai biaya tetap dan biaya variabel.

Ada relevant range untuk tingkat kegiatan tertentu. Harga penjualan tidak berubah dengan berubahnya volume penjualan. Hanya ada satu produk atau produk ganda, sales mix tetap. Kebijakan manajemen mengenai operasi tidak akan berubah dalam jangka pendek. Tingkat harga umum pada hakekatnya tetap stabil dalam jangka pendek. Tingkat penjualan dan tingkat produksi disinkronkan,yaitu persediaan pada hakekatnya tetap atau nol. Efesiensi dan produktifitas per- orang tidak berubah dalam jangka pendek

Break even analysis bertujuan untuk merencanakan suatu kejadian diwaktu yang akan datang, sehingga diperlukan suatu analisis yang sangat cermat dari setiap biaya yang ada, terutama biaya semi variabel (biaya yang memiliki sifat biaya tetap dan biaya variabel). Tujuan pemisahan biaya menurut Matz dimaksud untuk analisis penetapan biaya langsung dan contribution margin, untuk analisis profitabilitas pemasaran perwilayah, produk, dan pelanggan, untuk analisis break even dan analisis volume-laba, untuk analisis biaya diferensial dan komparatif, untuk maksimasi laba jangka pendek dan keputusan minimasi biaya, dan untuk keputusan penganggaran modal. Sedangkan tiga metode yang digunakan untuk memisahkan unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel dari biaya semi variabel  adalah : metode titik tertinggi dan terendah, metode berjaga dan metode kuadrat terkecil.

Penutup

Pada prinsipnya analisa break even dapat diterapkan jika asumsi- asumsi yang ada dapat terpenuhi, dan dengan mengetahui tingkat break even, maka  penjualan minimum dapat di rencanakan agar perusahaan tidak menderita kerugian. Dengan demikian melalui pendekatan break even, dapat membantu manajemen dalam menentukan kebijakan perusahaan dan pengambilan keputusan dalam suatu rencana investasi. (Z Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here