Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniMengenal Layanan Paylater Online Shop

Mengenal Layanan Paylater Online Shop

BERNASNEWS.COM – Pandemi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari termasuk perilaku dalam bertransaksi digital. Dampak nyata terletak pada akselerasi penggunaan paylater sebagai pilihan metode pembayaran yang cepat, mudah, dan aman di marketplace. Layanan paylater semakin banyak dipakai dalam transaksi digital seiring dengan penetrasi fintech di berbagai lapisan masyarakat.

Paylater akan menjadi salah satu pembayaran digital dengan pertumbuhan tercepat di e-commerce. Lima marketplace populer sudah menawarkan layanan paylater yaitu Shopee, Gojek, OVO, Tokopedia, dan Traveloka. Dengan menyediakan layanan paylater mereka bermitra dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) atau teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending. Selain kelima marketplace penyedia layanan paylater tersebut setidaknya ada dua perusahaan multifinance yang juga dikenal melalui branding sebagai pemain paylater murni yakni Kredivo dan Akulaku.

Apa itu paylater

Paylater adalah istilah yang mengacu pada transaksi pembiayaan barang atau jasa. Di Indonesia,  lembaga jasa keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan, atau Fintech Peer to Peer Lending dapat memfasilitasi marketplace dalam penyediaan layanan paylater (@ojkindonesia 15 Juni 2021).

Paylater adalah  bentuk layanan kredit digital berskema bayar tunda atau buy now pay later (BNPL/Paylater). Paylater dapat digunakan untuk membeli produk dengan cara menunda pembayaran untuk dilunasi di kemudian hari, biasanya dalam bentuk pembayaran cicilan beberapa minggu atau bulan tergantung pada jenis dan jumlah yang dibeli. Fasilitas pinjaman ini juga biasa disebut dengan credit limit.

Skema bayar tunda (BNPL/Paylater) akan terus merambah ke segmen pendanaan yang semakin beragam karena kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal ini terkait dengan solusi yang ditawarkan  pemain untuk mengatasi kendala saat mengajukan kredit dari lembaga keuangan konvensional, seperti aksesibilitas, harga atau biaya layanan, kecepatan, dan antarmuka platform yang mudah digunakan.

Beda Paylater dengan Pinjol

Sesuai dengan namanya paylater artinya pengguna dapat bertransaksi terlebih dahulu dan membayar saat jatuh tempo. Sepintas mungkin mirip dengan financial technology (fintech) peer-to-peer (p2p) lending atau pinjaman online (pinjol) yang menawarkan pinjaman instan yang kemudian dapat dilunasi nanti saat jatuh tempo.

Namun paylater dan pinjol adalah dua hal yang berbeda. Paylater hanyalah fitur bukan lembaga jasa keuangan seperti pinjol. Paylater adalah  istilah untuk fitur/layanan jasa yang mengacu pada transaksi pembiayaan barang atau jasa.

Layanan paylater yang disediakan oleh marketplace bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan untuk memfasilitasi belanja online. Dengan demikian paylater hanyalah perantara antara lembaga jasa keuangan dan masyarakat. Artinya dana yang dikirim untuk membeli barang atau jasa bukan berasal dari dompet marketplace penyedia layanan paylater tetapi dari lembaga jasa keuangan.

Sederhananya paylater adalah layanan yang memudahkan orang untuk  membeli  produk atau jasa dengan menunda pembayaran atau berhutang serta wajib melunasi utang itu sesuai dengan masa tenor yang ditetapkan. Bunga atau biaya dikenakan kepada pengguna paylater besarnya akan tergantung pada tingkat bunga yang dikenakan oleh lembaga jasa keuangan yang bermitra dengan marketplace penyedia layanan paylater.

Misalnya seseorang ingin membeli barang di marketplace dengan layanan paylater. Setelah itu pembeli bisa langsung menerima barang tersebut tanpa pembayaran di muka. Marketplace akan membayar barang ke penjual terlebih dahulu sehingga penjual dapat mengirimkan barang tersebut langsung ke pembeli. Namun pembeli akan memiliki tenggat waktu yang disepakati untuk melunasi utangnya.

Sedangkan pinjol adalah lembaga jasa keuangan yang dapat menyalurkan pinjaman tunai kepada masyarakat. Dana yang disalurkan kepada peminjam berasal dari pemberi pinjaman yang berinvestasi dalam pinjaman online tersebut. Pemberi pinjaman umumnya akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam.

Paylater umumnya digunakan untuk keperluan konsumtif. Sedangkan pinjaman online (pinjol) dapat menyalurkan uang tunai untuk keperluan konsumtif dan produktif. Di sisi lain kesamaan antara paylater dan pinjol adalah sama dengan pemberi pinjaman. Paylater memberikan dana langsung ke marketplace untuk dikirimkan ke merchant sedangkan Pinjol menyalurkan dana langsung ke pengguna.

Beda Paylater dengan Kartu Kredit

Apa perbedaan antara layanan paylater dan layanan perbankan seperti kartu kredit? Fitur/layanan paylater pada dasarnya sama dengan kartu kredit, keduanya memiliki limit. Pengguna dapat menggunakan layanan ini untuk berbelanja dan bayarnya nanti sesuai jadwal. Ada transaksi yang dapat dilunasi langsung pada  tanggal tertentu tanpa kena bunga dan ada juga yang dicicil dengan pengenaan bunga.

Namun ada beberapa perbedaan antara paylater dan kartu kredit. Perbedaan utama adalah penggunaan teknologi di masing-masing skema pembayaran ini. Paylater menerapkan layanan full digital sedangkan kartu kredit masih menggunakan layanan fisik.

Perbedaan persyaratan lainnya, paylater jauh lebih mudah dibandingkan dengan kartu kredit. Untuk kartu kredit pelanggan harus melalui beberapa proses manual seperti mengisi beberapa dokumen seperti formulir data pribadi dll. Kemudian ketika diajukan  bank melakukan survei. Biasanya selama proses ini pihak bank menghubungi beberapa pihak yang tercantum dalam data nasabah. Tujuannya adalah untuk memastikan keakuratan data.  

Sementara paylater pengisian data semua dokumen secara online termasuk foto dan kartu identitas serta pihak marketplace penyedia layanan paylater tidak melakukan survei. Dalam hal penggunaan, limit awal paylater biasanya jauh lebih rendah daripada kartu kredit. Namun untuk limit paylater akan meningkat secara bertahap jika pengguna disiplin dalam pembayaran dan riwayat transaksi dianggap baik.

Kemudian dari segi penggunaan, kartu kredit jauh lebih luas karena dapat digunakan untuk transaksi offline maupun online. Banyak merchant untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Sedangkan paylater umumnya lebih terbatas ruang penggunaannya, hanya bisa digunakan di satu marketplace saja.

Pada dasarnya paylater dan kartu kredit adalah alat  pembayaran untuk belanja. Berbeda dengan fasilitas pinjaman online, paylater dan kartu kredit tidak dapat dicairkan secara tunai.

Resiko dan Bahaya dari Paylater

Paylater sebenarnya memiliki sejumlah manfaat atau keuntungan bila digunakan dengan benar. Pertama, bisa menjadi dana darurat saat benar-benar mendesak. Namun, itu harus sesuai dengan kemampuan untuk bisa melunasinya.

Kedua, layanan paylater yang ditangguhkan dapat digunakan untuk mengelola arus kas sehingga pengeluaran yang berbeda tidak terjadi pada waktu yang bersamaan tetapi ada juga yang dibayarkan di akhir bulan atau dicicil. Layanan paylater memiliki keunggulan tidak mengenakan biaya layanan jika tidak digunakan, tidak seperti kartu kredit yang mengenakan biaya layanan tahunan

Ketiga, layanan paylater juga dapat digunakan untuk menerima promo. Karena marketplace terkadang menawarkan promo diskon, bahkan cashback saat menggunakan layanan ini. Keempat, tidak hanya bagi pengguna, paylater juga bermanfaat bagi marketplace dan merchant terkait, karena dapat membantu meningkatkan nilai transaksi rata-rata dan frekuensi pembelian, memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk membayar nanti secara berkala. Marketplace bahkan dapat digunakan untuk memperluas kemitraan bagi merchant offline.

Risiko dan bahaya bagi pengguna layanan paylater jika mereka tidak bijak. Berikut beberapa risikonya:

Utang. Paylater adalah salah satu bentuk utang. Dengan kata lain, tetap berhutang untuk membeli apa yang diinginkan. Ketika Anda berhutang, ada kewajiban pembayaran untuk melunasinya. Tentu ini akan menjadi beban finansial. Padahal  utang harus dihindari, terutama utang  konsumtif.

Bunga. Seperti halnya utang, bunga harus dibayar. Bunga ini berupa fee atas pemberian fasilitas. Bahkan kewajiban ini bisa lebih tinggi dari nominal pembelian karena disertai fee dan denda jika terjadi keterlambatan pembayaran. Selain tingkat bunga, ada tenor atau jangka waktu  pembayaran untuk pembayaran dana talangan. Pada kartu kredit, jika membayar langsung di akhir bulan, bisa tidak dikenakan bunga apa pun, sementara paylater bahkan membayar di akhir bulan, sudah termasuk bunganya.

Denda. Ppaylater juga berisiko terkena denda. Denda harus dibayarkan apabila kewajiban pembayaran tidak dibayar sampai batas waktu yang berlaku. Besaran denda biasanya bervariasi tergantung kesepakatan dengan penyedia layanan paylater.

Konsumtif. Layanan paylater memfasilitasi munculnya gaya hidup konsumtif. Memang, penawaran paylater saat ini terutama untuk kegiatan konsumtif.

Teliti sebelum pakai layanan paylater

Tips menggunakan layanan paylater dari OJK sebagai berikut (@ojkindonesia·Jun 15, 2021):

  • Batasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar
  • Pahami kontrak perjanjian
  • Melunasi dana pinjaman paylater tepat waktu untuk menghindari denda
  • Perhatikan suku bunga/biaya pada fitur paylater
  • Ketahui denda keterlambatan pengembalian dana pinjaman

Karena layanan paylater ini diakomodasi oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang tentu beroperasi di bawah naungan regulasi dan pengawasan OJK maka info lebih lanjut terkait dengan paylater juga bisa menghubungi Kontak OJK 157 @kontak157 di nomor telepon 157 atau melalui chat WA di 081157157157. (Drs Djoko Wiyono MM, Dosen Universitas Proklamasi 45)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments