Home News Mengantisipasi Banjir, Warga Bergotong-royong Bersihkan Sungai

Mengantisipasi Banjir, Warga Bergotong-royong Bersihkan Sungai

190
0
Sejumlah warga lintas usia beserta komunitas sungai, TNI dan Polri turun ke sungai Buntung membersihkan sampah dan batang pohon yabg melintang dan mengganggu aliran sungai di Padukuhan Gebang, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Minggu (28/11/2021) pagi. Foto: Anggi

BERNASNEWS.COM – Memasuki musim penghujan akhir tahun 2021 ini dan diperkuat dengan La Nina yang berdampak pada bencana hidrometeorologi, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) bersama Komunitas Kali Buntung, Gebang dan warga setempat, bergerak bersama membersihKAN sampah plastik dan sampah anorganik lainnya yang berserak serta mengganggu aliran sungai. Kegiatan yang berlangsung di sepanjang Sungai Buntung yang melintas di Padukuhan Gebang, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, warga lintas usia turut aktif melancarkan aliran sungai, Minggu (28/11/2021) pagi.

Dengan dukungan Pemerintah Kalurahan Wedomartani, Polsek dan Koramil Ngemplak serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dinas Perikanan Sleman dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ), warga berbaur berjibaku turun ke sungai membersihkan sampah pengganggu aliran dan sumber pencemar sungai Buntung.

Sejumlah sanpah mulai plastik yang berserakan di pinggir sungai, botol bekas minuman kemasan, pakaian bekas, sobekan sterofoam hingga rongsokan alat elektronik ditemukan di sungai. Bahkan  rumpun pohon bambu yang roboh dan melintang di sungai turut disingkirka karena mengganggu aliran dan berpotensi banjir.

Sinergitas antara komunitas sungai, warga, pemerintah, TNI dan Polri sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kelestarian lingkungan. Seperti saat aksi Bersih Sungai di Sungai Buntung, Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (28/11/2021). Foto: Sumono

Menurut Ketua Komunitas Kali Buntung Gebang Gatot Satrio, aksi bersih sungai ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli dengan kelestarian sungai. “Ini sebagai sarana konkrit agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Ajakan ini juga berlaku untuk saya sendiri, agar terus peduli dengan kelestarian alam, khususnya di wilayah Gebang ini,” terang dia.

Salah seorang peserta bersih sungai yang keseharian bertugas sebagai Babinsa di Wedomartani dari unsur TNI Sertu Lantari mengungkapkan, kegiatan ini sangat bagus. Apalagi melibatkan banyak warga lintas usia. “Kami sangat mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya merawat sungai ini,” ungkapnya di sela acara.

Timbunan potongan batang pohon yang melintang di salah titik Sungai Buntung, Gebang, Wedomartani berhasil dipinggurkan, aliran sungai mulai lancar, Minggu (28/11/2021). Foto: Ismardhani

Sementara Kabid Perencanaan Pengeloaan SDA dan Lingkungan P3EJ Kementrian LHK Sugeng Wachyono, yang juga turut hadir memberikan apresiasinya atas gerakan lingkungan yang dimotori anak-anak muda. “Gerakan cinta sungai ini harus terus dipertahankan dan terus digiatkan. Kami sangat mendukung. Ayo, kami undang ke Kantor P3EJ. Kita ngobrol banyak hal untuk membuat skema yang pas perihal pelestarian lingkungan yang melibatkan warga dan mampu memberdayakan masyarakat,” kata dia saat sesi istirahat dan sarasehan bersama warga.

Hingga akhir November 2021 ini ada 27 komunitas sungai yang tergabung dalam FKSS. Untuk tahun 2022 kegiatan bersih sungai kemitraan DLH Sleman dan FKSS  direncanakan ada di 30 titik sungai. Kesemuanya melibatkan peran dan partisipasi aktif komunitas sungai dan warga setempat.

Meski cuaca pagi itu sedikit mendung dan sesekali turun rintik hujan, namun tak menyurutkan semangat peserta bersih sungai dalam menyisir sampah pengganggu aliran hingga jelang siang. Sampah yang terkumpul lalu diangkut truk pengangkut sampah milik DLH Sleman, selanjutmya dibawa ke TPST Piyungan. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here